Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun, dalam menjalankan usahanya, UMKM sering menghadapi berbagai risiko operasional yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan mengenai manajemen risiko keselamatan kerja dan aset pada UMKM Rajutan Ceria Collection di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, edukasi, dan pendampingan. Data diperoleh secara langsung dari pemilik usaha mengenai proses produksi, pengelolaan aset, dan kondisi keselamatan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa risiko utama yang dihadapi UMKM meliputi kerusakan benang akibat kualitas pabrik, kehilangan aksesori perlengkapan, cedera ringan akibat penggunaan lem panas, serta belum adanya pencatatan inventaris yang terstruktur. Selain itu, persaingan usaha yang tinggi akibat kemudahan peniruan produk melalui internet juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Melalui kegiatan pendampingan, pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai identifikasi risiko, mitigasi risiko, keselamatan kerja, dan pentingnya pencatatan inventaris sederhana. Penerapan manajemen risiko sederhana diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional, meminimalkan kerugian, dan mendukung keberlanjutan usaha.