Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradigma Baru Radikalisme Digital: Analisis Pengaruh Platform Video Pendek dan Algoritma terhadap Kerentanan Generasi Z Nabilla Aulia Putri; Putri Nafisha; Azmi Habibah; Asty Yolandari; Mutia Mawaddah; Elsa Novelia; Cindy Pakpahan; Maisya Salsabila; Ripi Hamdani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6655

Abstract

Radikalisme digital adalah paham yang mengupayakan perubahan atau pembaharuan digital melalui cara-cara kekerasan dan ekstrem. Radikalisme adalah orang-orang yang mempunyai sikap ekstrim. Faktanya, mereka menganggap dirinya benar dan orang lain yang tidak setuju dengan mereka mengalami delusi atau salah. Hal ini menunjukkan bahwa mereka radikal. Berkat perkembangan teknologi yang begitu pesat, media sosial mudah diakses hampir di seluruh lapisan masyarakat. penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian literatur, yang termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan melibatkan pengumpulan data dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber literatur. Sumber-sumber ini tidak terbatas pada buku, tetapi juga mencakup bahan dokumentasi, majalah, jurnal, dan surat kabar.Teknik dalam mengumpulan data melalui referensi yang relevan, artikel jurnal, laporan lembaga riset baik secara offline maupun online. perkembangan zaman radikalisme tidak hanya di temui pada ceramah ceramah atau narasi kaku lagi , tetapi sudah menyebar dalam media sosial dimana paham tersebut sudah dikemasdengan bentuk visual yang menarik dan estetik sehingga mengelabui individu yang melihatnya. Di era modern, penyebaran paham radikalisme ini menjadi lebih masif seiring kelompok atau sel teror menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran paham mereka.Radikalisme kini bertransformasi menjadi estetika digital manipulatif melalui konten video pendek yang mengeksploitasi algoritma media sosial. Generasi Z sangat rentan terpapar pola digital funneling yang menggiring audiens dari ruang publik ke grup privat terenkripsi. Fenomena ini memicu micro-radicalization yang merusak toleransi. Tanpa literasi digital kritis, teknologi akan terus menjadi alat efektif penyebaran ideologi ekstrem yang mengancam stabilitas nasional.
Preformulasi, Evaluasi Mutu, dan Inovasi Teknologi Sediaan Padat Berbasis Bahan Alam: Artikel Review Lexa Putri Amanda; Elsa Novelia; Asty Yolandari; Cindy Pakpahan; Putri Nafisha; Yuhelsa Marsanda; Azmi Habibah; Mutia Mawaddah; Nabilla Aulia Putri; Aufa Nur Asyifa; Muhammad Arif
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2080

Abstract

Natural medicines are often formulated into solid dosage forms, but the physicochemical properties of herbal extracts, such as hygroscopicity, viscosity, and poor flow characteristics, pose major challenges. This review aims to analyze the progress of pharmacotechnical innovations in pre-formulation, production methods, physical quality evaluation, and release kinetics of herbal solid dosage forms. The method applied is a systematic literature review of 25 research articles from the period 2017-2026 derived from the Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases. The results of the study indicate that innovations in adsorbent excipients have proven successful in addressing the issue of the stability of thick extract print masses. Recent innovations include technology that converts liquids to solids, improvements in the mechanical structure of plant-based polymer capsules using calcium carbonate, engineering heat-resistant granular matrices, and the use of nanotechnology and inclusion complexes. These innovations have been proven to significantly reduce excessive bitterness and increase the bioavailability of active substances in the body. In conclusion, the combination of rigorous compendial evaluation and smart drug delivery system technology can produce stable, precise, and highly efficacious herbal preparations comparable to modern synthetic drugs.