Perubahan dunia kerja di era digital yang semakin dinamis dan tidak linier menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki identitas karier yang jelas dan adaptif. Namun, banyak siswa masih mengalami kebingungan, ketidakpastian, dan kecemasan dalam menentukan arah karier setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa layanan karier di sekolah belum sepenuhnya memfasilitasi proses refleksi diri dan konstruksi makna karier secara personal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan kelompok secara luring di SMK Multicomp Depok dengan melibatkan siswa SMK sebagai peserta. Pelatihan menggunakan pendekatan reflektif-partisipatif berbasis naratif yang memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi nilai hidup, pengalaman bermakna, serta menyusun narasi karier pribadi. Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi menggunakan media PowerPoint, penggunaan lembar kerja reflektif, serta diskusi dan refleksi terbimbing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai makna karier, memperjelas arah karier, serta memperkuat kesiapan psikologis dalam menghadapi transisi dari sekolah ke dunia kerja di era digital. Siswa juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap karier dari yang semula bersifat sempit dan eksternal menjadi lebih reflektif, personal, dan adaptif. Pelatihan penguatan identitas karier berbasis Career Construction Theory terbukti relevan dan aplikatif sebagai model layanan karier dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berpotensi menjadi alternatif pengembangan layanan bimbingan karier di SMK yang lebih reflektif, partisipatif, dan berkelanjutan.