Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Pola Interaksi Sosial Masyarakat Kota Serang Akibat Digitalisasi: Perspektif Manajemen Perubahan Muhamad Gia Galihleo; Raul Rizki Muhammad Kemal; Rara Casillas; Syahira Anasya; Faisal Dudayef
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19025826

Abstract

Digitalisasi telah menjadi fenomena yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat perkotaan, termasuk di Kota Serang. Perkembangan teknologi digital seperti internet, telepon pintar, media sosial, dan aplikasi komunikasi daring telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat secara signifikan. Interaksi yang sebelumnya didominasi oleh pertemuan tatap muka kini semakin bergeser ke ruang digital yang bersifat virtual, cepat, dan fleksibel. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara berkomunikasi, tetapi juga berdampak pada kualitas hubungan sosial, kedekatan emosional, serta kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola interaksi sosial masyarakat Kota Serang akibat digitalisasi dengan menggunakan perspektif manajemen perubahan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi sosial, serta analisis fenomena digitalisasi yang berkembang dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Data dianalisis secara naratif untuk menggambarkan dinamika perubahan sosial yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi berperan sebagai struktur sosial baru yang membentuk pola komunikasi dan relasi sosial masyarakat Kota Serang. Meskipun digitalisasi memberikan kemudahan, efisiensi, dan perluasan jaringan sosial, perubahan ini juga menimbulkan tantangan berupa berkurangnya intensitas interaksi langsung dan potensi melemahnya nilai kebersamaan. Perspektif manajemen perubahan menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi masyarakat terhadap digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan sosial, literasi digital, serta peran keluarga, komunitas, dan kebijakan publik. Pengelolaan perubahan yang tepat memungkinkan masyarakat Kota Serang untuk memanfaatkan teknologi digital secara optimal tanpa mengabaikan kualitas interaksi sosial dan nilai-nilai sosial yang telah mengakar.
OPTIMALISASI TATA KELOLA LAYANAN PEMERINTAH DESA SUKASARI BERBASIS DIGITAL DAN INFORMATIF Mohamad Ikrom Arasid; Muhammad Ilham Riyadi; Gilang Maulana Subaly; Rangga Vernanda; Teti Ainur Hotimah; Moehamad Riefky Anandhita; Muhamad Gia Galihleo; Wildan Alfian Pathurachman
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7367

Abstract

Pemerintah Desa Sukasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan tata kelola pelayanan publik yang berbasis digital dan informatif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pemahaman aparatur desa mengenai alternatif pelayanan berbasis digital yang dapat mendukung akses layanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat secara lebih efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman Aparatur Pemerintah Desa Sukasari serta memberikan rekomendasi konsep tata kelola layanan pemerintah berbasis digital dan informatif. Mitra kegiatan adalah Aparatur Pemerintah Desa Sukasari yang menjadi sasaran utama dalam tahap awal pengembangan layanan digital desa. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dengan pendekatan Focus Group Discussion (FGD) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian materi, visualisasi konsep website pelayanan desa, praktik, diskusi, dan evaluasi pemahaman peserta melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aparatur desa memperoleh pemahaman mengenai tata kelola layanan pemerintah berbasis digital dan informatif serta memberikan respons positif terhadap konsep website pelayanan yang diperkenalkan. Diskusi juga mengidentifikasi keterbatasan sumber daya sebagai salah satu tantangan implementasi, sekaligus menghasilkan kesepakatan mengenai peluang pendampingan lebih lanjut. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis kebutuhan dapat menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan tata kelola layanan Pemerintah Desa Sukasari menuju pelayanan publik yang lebih adaptif, informatif, dan berkelanjutan.