Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS STRATEGIS PENANGGULANGAN BENCANA KARAHUTLA PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) STUDI KASUS KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Heni Jesika Nauli Nababan; Marlan Hutahaean; Dimpos Manalu
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 4 (2026): 2026 April
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i4.840

Abstract

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupakan masalah lingkungan dan sosial yang berulang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang menyebabkan kerugian ekologis, ekonomi, dan kesehatan yang signifikan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISR). Meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar telah mengkoordinasikan berbagai pemangku kepentingan untuk menerapkan langkah-langkah penanggulangan, kejadian bencana ini yang berulang setiap tahun menunjukkan adanya celah atau kelemahan dalam strategi yang diterapkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis implementasi strategi pengelolaan Karhutla oleh BPBD Kabupaten Kampar, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berperan sebagai hambatan dan pendukung, serta merumuskan strategi alternatif yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari BPBD, Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Nasional Indonesia (TNI/Polri), instansi pemerintah terkait, dan Komunitas Peduli Kebakaran (MPA), sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen kebijakan, laporan, dan statistik. Kerangka teoritis yang diterapkan menggabungkan Manajemen Strategis Fred R. David, Siklus Manajemen Bencana W. Nick Carter, dan Tata Kelola Kolaboratif Ansell dan Gash. Kebaruan penelitian ini diharapkan dapat memberikan model strategi yang lebih tangkas dalam menghadapi ketidakpastian iklim ekstrem dengan menyelaraskan teknologi pemantauan canggih (seperti satelit dan aplikasi deteksi dini) dengan pendekatan partisipatif berdasarkan kearifan lokal. Pada akhirnya, hasil evaluasi ini dimaksudkan untuk menyempurnakan prosedur operasional BPBD dan memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan Kabupaten Kampar yang tangguh terhadap bencana asap.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN PUBLIK BERBASIS ELEKTRONIK DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI (STUDI KASUS PELAYANAN AKTA KELAHIRAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL) Elsaria Damanik; Marlan Hutahaean; Artha Tobing
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 4 (2026): 2026 April
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i4.804

Abstract

Electronic-based public services are a government innovation aimed at improving service quality to be faster, more efficient, transparent, and easily accessible. The Department of Population and Civil Registration of Serdang Bedagai Regency has implemented this system in birth certificate services. This study aims to analyze the implementation of the policy and the factors influencing it. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques.The results show that the implementation of electronic-based public service policies has generally run quite well and has improved service efficiency. Based on George C. Edwards III’s theory, the success of implementation is influenced by communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. However, there are still obstacles such as limited infrastructure and low digital literacy among the community. In conclusion, the implementation of this policy is fairly effective, but improvements are needed in socialization, human resource capacity, and access to technology to optimize public services.
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PELAYANAN PADA OBJEK WISATA SI BEA-BEA KABUPATEN SAMOSIR Nadya Pelmawati Situmorang; Marlan Hutahaean; Vera Pasaribu
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 4 (2026): 2026 April
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i4.810

Abstract

This study aims to analyze public perceptions of services at the Sibea-Bea tourist attraction in Samosir Regency and identify influencing factors. Sibea-Bea is a rapidly developing, leading tourist destination in the Lake Toba area, with its main attractions being natural panoramas and religious tourism. However, over time, the services provided to tourists have been deemed suboptimal, influencing public perception. The research results show that public perception of services at the Sibea-Bea tourist attraction is generally considered quite good. This is evidenced by the SERVQUAL service quality dimensions, which include physical appearance, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The empathy and assurance dimensions received the highest ratings due to the friendly attitude of the community and the sense of security felt by tourists. However, the physical appearance dimension still faces shortcomings, particularly in public facilities such as toilets, trash cans, and rest areas. Furthermore, limited staffing also hampers optimal service delivery.