Taqwa Taqwa
Universitas Islam Negeri Palopo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMBANGUN LOYALITAS KERJA TENAGA KEPENDIDIKAN DI MAN KOTA PALOPO Ilka Sari; H. Alauddin; Bungawati Bungawati; Taqwa Taqwa; Ahmad Munawir
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang peran kepemimpinan kepala madrasah dalam membangun loyalitas kerja tenaga kependidikan di MAN Kota Palopo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan yang efektif dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis serta meningkatkan komitmen dan tanggung jawab tenaga kependidikan terhadap tugas dan lembaga. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kepemimpinan kepala madrasah, upaya yang dilakukan dalam membangun loyalitas kerja tenaga kependidikan, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah dan tenaga kependidikan di MAN Kota Palopo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah di MAN Kota Palopo ditunjukkan melalui pola komunikasi yang terbuka, sikap keteladanan, pemberian motivasi, serta keterlibatan langsung dalam pembinaan tenaga kependidikan. Loyalitas kerja tenaga kependidikan terlihat dari kedisiplinan, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta kesediaan untuk berkontribusi demi kemajuan madrasah. Faktor pendukung dalam membangun loyalitas kerja antara lain adanya hubungan kekeluargaan, komunikasi yang baik, dan dukungan pimpinan. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter individu dan keterbatasan sarana pendukung kerja.
ANALISIS MODEL LAYANAN BIMBINGN DAN KONSELING DALAM MEWUJUDKAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 BURAU St. Mayzara; Taqwa Taqwa; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4159

Abstract

Skripsi ini membahas tentang analisis model layanan bimbingan dan konseling dalam mewujudkan karakter profil pelajar pancasila di SMP Negeri 2 Burau. Penelitian ini bertujuan: Untuk Mengidentifikasi model layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan di SMP Negeri 2 Burau; Untuk Menganalisis model layanan bimbingan dan konseling dalam membentuk karakter profil pelajar pancasila di SMP Negeri 2 Burau. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru BK. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Model layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan meliputi model perkembangan dan model berbasis solusi. Model perkembangan berperan dalam membentuk karakter dan mencegah timbulnya masalah, sedangkan model berbasis solusi membantu siswa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Dukungan kepala sekolah terhadap penerapan kedua model ini menjadikannya bagian penting dari strategi pendidikan yang menyeluruh, yang mampu meningkatkan motivasi belajar serta membentuk kemandirian dan sikap positif siswa. (2) Model layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 2 Burau berperan penting dalam membentuk karakter Profil Pelajar Pancasila melalui penerapan model perkembangan dan model berbasis solusi. Kedua model ini diimplementasikan melalui layanan klasikal, kelompok, maupun individu, yang dirancang untuk menanamkan nilai religiusitas, kemandirian, gotong royong, berpikir kritis, kreatif, dan menghargai keberagaman. Dalam prosesnya, guru BK berperan sebagai fasilitator sekaligus penggagas yang mendorong pengembangan karakter, sehingga layanan BK tidak hanya berfungsi untuk penyelesaian masalah, tetapi juga menjadi bagian strategis dalam menciptakan pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik dan pembentukan karakter, guna menyiapkan siswa menghadapi tantangan global.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM PENCAPAIAN AKREDITASI A DI SMAN 8 LUWU UTARA Rosita Rosita; Makmur Makmur; Taqwa Taqwa; Nursaeni Nursaeni; Firmansyah Firmansyah
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 3 (2026): Vol 2. No. 3 Edisi Juni - September 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.2873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan manajemen sarana dan prasarana, proses pencapaian Akreditasi A, serta penerapan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dan skala prioritas, sedangkan pengadaan disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah dan kebutuhan pembelajaran. Seluruh sarana dan prasarana dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran serta dipelihara dan diawasi secara berkala agar tetap memenuhi standar yang dipersyaratkan. Proses pencapaian Akreditasi A dilakukan melalui pembentukan tim akreditasi, penyusunan dokumen administrasi dan bukti fisik, pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, evaluasi berkala, serta kerja sama seluruh warga sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran dan kebutuhan peningkatan beberapa fasilitas, sekolah mampu mengatasinya melalui penetapan skala prioritas, kerja sama seluruh warga sekolah, dan evaluasi berkelanjutan. Penerapan manajemen sarana dan prasarana melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik sehingga tercipta pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen sarana dan prasarana yang efektif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan SMAN 8 Luwu Utara dalam mempertahankan Akreditasi A dan meningkatkan mutu pendidikan.