Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Problematika Konseptual Materi Muzakkar dan Muannast dalam Pembelajaran Bahasa Arab Muhammad Solihin Pranoto; Heni Dwi Rahayu; Laudya Sintia Putri
Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2026): Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : CV. Jalan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65793/j.tanwiruna.2026.31

Abstract

This research provides a comprehensive analysis of the conceptual barriers encountered by Arabic learners in mastering gender categories, specifically Muzakkar and Muannas. Within Arabic grammar, gender classification serves as a crucial structural foundation influencing syntactic integrity, yet for non-native speakers, it often triggers ambiguities that impede overall proficiency. Employing a library research method with content analysis, this study examines classical Nahwu literature and contemporary journals to map linguistic problem patterns. The findings highlight three fundamental constraints: first, the perceptual conflict between universal biological gender and arbitrary linguistic gender which lacks equivalence in the learners' native languages; second, morphological inconsistencies regarding feminine markers, particularly the specific sima’i vocabulary that lacks visual cues and misleads learner logic; and third, the complexity of mutabaqah rules requiring strict gender agreement across complex sentence components. The study concludes that instruction must shift from rigid rote memorization toward an applied, contextual pedagogical approach. It is recommended that educators systematically map anomalous words to facilitate a smoother cognitive transition for students. These findings offer a significant theoretical contribution to developing systematic Arabic modules designed to minimize linguistic obstacles and enhance the learning process through more structured, highly adaptive, and ultimately more effective teaching methodologies for all students globally.
Implementasi Metode Problem Based Learning pada Materi Teks Argumentatif Bahasa Arab dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Muhammad Solihin Pranoto; Haida Farna Rangkuti; Hilda Nafitri
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v2i2.48

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab, khususnya pada materi teks argumentatif, masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan kemampuan kognitif siswa secara optimal. Pembelajaran yang cenderung berorientasi pada hafalan struktur bahasa belum sepenuhnya melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Problem Based Learning dalam pembelajaran teks argumentatif bahasa Arab serta kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap berbagai dokumen pembelajaran dan hasil penelitian relevan sejak tahun 2020. Hasil kajian menunjukkan bahwa Problem Based Learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat kemampuan analisis argumen, serta mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. PBL juga dinilai selaras dengan karakteristik teks argumentatif yang menuntut penalaran logis dan reflektif. Dengan demikian, PBL dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab berbasis teks. 
PENERAPAN METODE MUHADATSAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB DI PESANTREN SAHABAT QURAN Muhammad Solihin Pranoto; Rahmi Utami; Abd Mukti; Mawarda Mawarda
JURNAL TARBIYAH Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/tar.v32i2.4690

Abstract

This study aims to examine the implementation of the muhadatsah method in improving Arabic speaking skills at Pesantren Sahabat Quran, identify the supporting and inhibiting factors in its application, and evaluate the effectiveness of the method. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving active students, Arabic teachers, and pesantren administrators as informants. Data collection techniques include participatory observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis uses the interactive model of Miles and Huberman. The results show that the muhadatsah method is intensively applied through active conversational practice, which encourages improvements in fluency, vocabulary enrichment, and understanding of Arabic sentence structures. The main supporting factors are a conducive learning environment and student motivation, while limited practice time and low self-confidence become obstacles. Overall, the muhadatsah method is proven effective in enhancing Arabic speaking skills among students at Pesantren Sahabat Quran.
Mubtada’ dan Khabar Muhammad Solihin Pranoto; Adinda Siti Rahma; Sri Rahayu; Salsabila Lubis; Siti Nurhanifah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/xqpfsk39

Abstract

Penelitian ini membahas konsep mubtada’ dan khabar sebagai inti dari struktur jumlah ismiyyah (kalimat nominal) dalam bahasa Arab serta relevansinya terhadap pembelajaran peserta didik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui pendekatan penelitian kepustakaan, kajian ini menelaah berbagai sumber klasik dan modern tentang fungsi mubtada’ khabar, baik dari sisi sintaksis, semantik, maupun pedagogis. Dalam konteks bahasa Arab, mubtada’ berfungsi sebagai subjek yang menjadi pusat perhatian pembicaraan, sedangkan khabar berperan menjelaskan atau memperluas informasi tentang mubtada’. Hubungan keduanya menjadi dasar pemahaman struktur kalimat yang benar dan bermakna dalam teks keislaman, terutama Al-Qur’an dan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang tepat terhadap konsep mubtada’ khabar dapat meningkatkan kemampuan literasi bahasa Arab peserta didik, khususnya dalam membaca dan menafsirkan teks-teks agama. Peserta didik yang memahami struktur ini dengan baik akan lebih mudah mengenali makna ayat Al-Qur’an secara gramatikal dan semantik, sehingga penafsiran mereka menjadi lebih akurat dan kontekstual. Bagi pendidik PAI, penguasaan konsep ini menjadi penting untuk mengembangkan strategi pembelajaran bahasa Arab yang integratif tidak hanya berfokus pada teori nahwu, tetapi juga pada aplikasi pemahaman bahasa dalam konteks nilai-nilai Islam. Dengan demikian, pembelajaran mubtada’ khabar dapat berperan sebagai sarana pembentukan nalar linguistik sekaligus penguatan spiritual peserta didik melalui pemahaman mendalam terhadap bahasa wahyu.
Fi’il Ma’lum dan Fi’il Majhul sebagai Refleksi Nilai Tauhid dan Keikhlasan dalam Pendidikan Agama Islam Muhammad Solihin Pranoto; Trisya Zahra; Radhiatul Al-Khairiyyah Zannah; Helvi Amelia br Sitepu; Saskia Syahfitri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/d0eg1863

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara konsep fi’il ma’lum (kata kerja aktif) dan fi’il majhul (kata kerja pasif) dalam tata bahasa Arab dengan nilai-nilai tauhid dan keikhlasan yang menjadi landasan utama Pendidikan Agama Islam. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa struktur bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai spiritual yang memperkuat kesadaran ketuhanan dan tanggung jawab moral manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menelaah sumber-sumber klasik seperti Syarh Ibn ‘Aqil, Al-Ajurrumiyyah, dan Mughni al-Labib, serta ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang mengandung bentuk fi’il majhul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fi’il ma’lum menggambarkan peran aktif manusia dalam melakukan suatu tindakan, sedangkan fi’il majhul menekankan pengakuan bahwa setiap perbuatan pada hakikatnya terjadi karena kehendak Allah. Pergeseran bentuk dari aktif ke pasif bukan sekadar perubahan gramatikal, tetapi juga membawa makna teologis dan etis yang mendalam. Dalam konteks pendidikan Islam, pemahaman terhadap dua bentuk kata kerja ini dapat digunakan sebagai sarana internalisasi nilai-nilai tauhid dan keikhlasan, di mana peserta didik diajak untuk memahami keseimbangan antara usaha manusia dan ketergantungan kepada Allah. Dengan demikian, pembelajaran fi’il ma’lum dan fi’il majhul tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Arab secara struktural, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual dan moral sesuai tujuan Pendidikan Agama Islam, yaitu membentuk insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Empowering Student Information Literacy: Implementation of PKM Based on Library Seminars Srie Faizah Lisnasari; Jainab Jainab; Muhammad Solihin Pranoto; Wardatul Husna Irham; Erdalina Sinulingga
Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP) Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpp.v4i3.564

Abstract

This community service program aims to empower students' information literacy through a seminar entitled “The Library as an Intellectual Epicenter” at the INSAN Binjai Campus on October 23, 2025. The activity included material presentations, question and answer sessions, and Google Form-based questionnaires. Descriptive analysis was used to assess satisfaction with content clarity, delivery quality, material relevance, and time management. The results showed high satisfaction levels, increased interest in visiting, and a commitment to using credible information sources. Participants' feedback emphasized the need to extend the duration of discussions and provide digital summaries of the material. Follow-up plans include workshops on information literacy and academic writing, as well as regular monitoring of library metrics. The findings indicate that library seminars are effective as a simple, measurable, and easily replicable PKM model in higher education institutions and are relevant to the learning needs of the 21st century.
Kaidah Fi‘Il Amr Dalam Teks “Keindahan Alam” Chikita Az Zahra; Muhammad Solihin Pranoto; Echy Syahputri; Fadhiya Hasanah
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i1.7784

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan kaidah fiil amr (kata kerja perintah) dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan keindahan alam. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi pola penggunaan fiil amr, menganalisis struktur linguistiknya, dan mengungkap implikasi teologis serta ekologis dari penggunaan bentuk imperatif dalam konteks penciptaan alam. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap teks Al-Qur'an dan literatur tafsir klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fiil amr dalam ayat-ayat tentang keindahan alam memiliki tiga fungsi utama: perintah kontemplasi (tadabbur), perintah observasi empiris (nazhar), dan perintah pengambilan pelajaran (i'tibar). Pembahasan mengungkapkan bahwa penggunaan fiil amr mencerminkan pedagogi ilahi yang mendorong manusia untuk mengembangkan kesadaran ekologis melalui keterlibatan aktif dengan alam, bukan sekadar apresiasi pasif. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman tentang hubungan antara linguistik Al-Qur'an dan etika lingkungan dalam Islam.