Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FESTIVAL TABUT BENGKULU: HARMONISASI TRADISI BUDAYA LOKAL DAN HUKUM ISLAM Kartini Afria Murman; Ngayomi Redha Rusbiadiputri; Nur Azizah Assakinah; Rocky Eric Prianto
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10469

Abstract

Festival Tabut merupakan tradisi budaya masyarakat Bengkulu yang dilaksanakan setiap bulan Muharram untuk mengenang wafatnya Husain bin Ali dalam peristiwa Karbala. Tradisi ini berkembang melalui proses akulturasi antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis harmonisasi Festival Tabut dengan hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan budaya melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Tabut dapat diterima dalam perspektif hukum Islam selama tidak mengandung unsur syirik, kemaksiatan, dan penyimpangan akidah. Tradisi ini juga mencerminkan kaidah al-‘adah muhakkamah, yaitu adat dapat dijadikan pertimbangan hukum sepanjang tidak bertentangan dengan syariat. Selain sebagai warisan budaya, Festival Tabut berperan dalam memperkuat identitas sosial masyarakat dan mendukung pariwisata daerah. Dengan demikian, Festival Tabut menunjukkan adanya harmonisasi antara tradisi budaya lokal dan hukum Islam dalam kehidupan masyarakat Bengkulu.
PENERAPAN PENDEKATAN ADAPTIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DASAR ANAK (STUDI KASUS : DESA BUKIT PENINJAUAN 1 SELUMA) Davi Sulaiman; Rafi Afrian Al-Haritz; Afief Fathurrahman; Gilbert Ebenezer Alessandro Sinaga; Rocky Eric Prianto
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v6i2.43808

Abstract

Literasi dasar merupakan fondasi penting bagi perkembangan akademik dan kognitif anak. Namun, di daerah perdesaan seperti Desa Bukit Peninjauan I, Kabupaten Seluma, masih ditemukan anak-anak sekolah dasar yang belum menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan adaptive teaching dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi sebagai strategi peningkatan literasi dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, dengan subjek siswa kelas 1 hingga 3 SD dan lokasi di Perpustakaan Cakrawala desa setempat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara informal, dan dokumentasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptive teaching mampu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa secara signifikan. Pembelajaran yang fleksibel dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa terbukti menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan efektif. Temuan ini memperkuat pentingnya strategi pembelajaran adaptif dalam mengatasi tantangan literasi dasar di daerah dengan keterbatasan sumber daya pendidikan.
PENERAPAN PROGRAM MEMBACA NYARING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DI SDN 140 SELUMA risma sari dwi yulianti; gilang surya dharma; nada mufida; kevin saputra tambunan; muhammad tegar rafli khadapi; Rocky Eric Prianto
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v6i2.44138

Abstract

Kemampuan literasi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran anak sekolah dasar. Namun, rendahnya minat baca dan pemahaman isi bacaan bagi anak-anak menjadi masalah utama disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kegiatan membaca nyaring dengan metode observasi langsung dan wawancara dengan siswa-siswi kelas 3 sampai kelas 5 di SDN 140 Seluma yang dilakukan selama seminggu. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik membaca nyaring yang digunakan yaitu membaca buku dengan memperhatikan intonasi kata dalam menceritakaan isi buku, serta melafalkan huruf vocal maupun konsonan dengan ekspresi menyesuaikan isi buku bacaan yang sedang dibacakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa membaca nyaring sangat berdampak untuk meningkatkan kemampuan literasi dari peningkatan minat baca, memahami isi buku bacaan, memperluas kosa kata dan perkembangan keberanian siswa-siswi serta siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran literasi. Membaca nyaring mampu menjadi salah satu strategi yang efektif dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah dasar terutama untuk interaksi aktif antar pembaca dan pendengar. Kata Kunci: Kemampuan Literasi, Membaca Nyaring, Minat Baca, Teknik Membaca Nyaring, Peningkatan Literasi, Pemahaman Bacaan
The System of Inheritance Distribution in Dusun Pulau Community, Air Rami District: A Comparative Study of Pekal Bacakuk Kayu Customary Law and Islamic Law Rocky Eric Prianto; Deyan Ajian Putra; Ghania Khalisa Ridev; Muhammad Azka Zidane
JURNAL HUKUM SEHASEN Vol 12 No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Hukum Dehasen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jhs.v12i2.10948

Abstract

One of the common issues in contemporary society is the problem of inheritance distribution systems, which are influenced by legal pluralism, including customary law, Islamic law, and western law. These differing legal systems often lead to inconsistencies in inheritance practices within communities. This study aims to analyze the comparison between the inheritance distribution system under Pekal Bacakuk Kayu customary law and Islamic inheritance law in the Dusun Pulau community, Air Rami District. This research is an empirical legal study supported by a normative approach, with data collection conducted through interviews and literature review. The data were analyzed qualitatively using an inductive reasoning method. The results show that under Pekal Bacakuk Kayu customary law, the inheritance system follows a matrilineal pattern, where daughters are considered the primary or even sole heirs, while sons do not receive any inheritance rights. This system is based on social values, customs, and the function of property in maintaining family continuity. In contrast, Islamic inheritance law stipulates a proportional and clearly defined distribution, where male heirs receive twice the share of female heirs, reflecting their economic responsibilities. This difference indicates the existence of legal pluralism within society, resulting in differing concepts of justice between customary law and Islamic law. Therefore, efforts toward harmonization are necessary to create a fair inheritance system that aligns with societal values.