Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEVELOPMENT OF SWAV MEDIA (SPARKOL WHITEBOARD ANIMATION VIDEOSCRIBE) IN THE DIRECT INSTRUCTION MODEL TO IMPROVE INTEREST AND LEARNING OUTCOMES Lovry Arindo Setiawan
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/joeict.v9i2.10146

Abstract

This study aims to describe the validity, practicality, and effectiveness of SWAV (Sparkol Whiteboard Animation Videoscribe) media in the direct instruction model in increasing the interest and learning outcomes of ninth-grade students at SMPN VI Tulungagung in congruence and similarity. The type of research used is RD development research using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data collection methods used questionnaires and student learning outcome test instruments. The results of this study obtained an average score of 3.79 from media expert validators, which is considered valid. The average score from subject matter expert validators was 3.7, which is also considered valid. The practicality score from subject matter experts was 3.75, which is considered practical for use. Meanwhile, the small class trial validity score was 3.87 and the large class score was 3.81. The small class media practicality score was 3.87 and the large class score was 3.93. To determine the effectiveness of this media, it was proven by the average pre-test score of 55.74 and the post-test score of 82.70. Based on the t-test calculation using SPSS, a 2-tails significance value of 0.0000.005 was obtained, so H0 was rejected and H1 was accepted. The conclusion of this study is that the SWAV media is valid, practical, and effective for increasing the interest and learning outcomes of ninth-grade students.
Integrasi QR Code untuk Literasi Kewarganegaraan Digital dan Pembelajaran Kritis Remaja Tulungagung : Integrasi QR Code untuk Literasi Kewarganegaraan Digital dan Pembelajaran Kritis Remaja Tulungagung Dwi Agustina Rahayu; Ahmad Izzul Ito; Lovry Arindo Setiawan
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi Mei - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i3.8515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi kewarganegaraan digital mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta mengkaji efektivitas integrasi QR Code dalam pembelajaran kritis. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan model sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui angket skala Likert kepada 60 mahasiswa, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi selama implementasi pembelajaran berbasis QR Code. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 % mahasiswa berada pada kategori literasi tinggi dan 60 % pada kategori sedang, tanpa kategori rendah. Dimensi akses informasi dan etika digital menunjukkan capaian baik, namun kemampuan analisis dan evaluasi informasi masih perlu diperkuat. Implementasi lima tantangan berbasis  QR Code terbukti meningkatkan keterlibatan, kemampuan verifikasi informasi, serta partisipasi etis mahasiswa dalam ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi QR Code efektif sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat literasi kewarganegaraan digital secara kritis dan kontekstual.