Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETERLIBATAN ANAK USIA DINI DALAM SIMULASI EVAKUASI: DI RA HAJJAH ZAHARA PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG SUMUT Roismansyah Roismansyah; Kharida Shaleha
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/nt8rww27

Abstract

Anak usia dini merupakan kelompok paling rentan saat bencana karena keterbatasan fisik dan sistem regulasi emosi yang belum matang. Simulasi evakuasi konvensional seringkali hanya fokus pada aspek motorik dan kecepatan waktu, yang justru berisiko meningkatkan kecemasan bencana (disaster anxiety) pada anak. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai dampak simulasi evakuasi terhadap dinamika psikologis anak serta merumuskan strategi intervensi yang aman secara psikologis. Penulisan ini menggunakan pendekatan tinjauan naratif (narrative review) dengan mencari literatur pada pangkalan data Scopus, PubMed, CINAHL, dan ScienceDirect dalam rentang tahun 2016 - 2026. Analisis menunjukkan bahwa simulasi berbasis permainan (play-based) dan keterlibatan aktif dapat membangun mekanisme koping proaktif melalui neuroplastisitas otak. Pengalaman penguasaan (mastery experience) terbukti meningkatkan self-efficacy anak, yang berfungsi sebagai faktor pelindung terhadap gangguan stres pasca trauma (PTSD). Rekomendasi praktis mencakup penerapan paparan bertahap terhadap elemen sensorik, penggunaan narasi (storytelling), dan pentingnya debriefing terstruktur. Integrasi dukungan mental ke dalam simulasi fisik sangat krusial. Model pendidikan bencana yang ramah anak di RA Hajjah Zahara, Deli Serdang, dapat menjadi preseden penting bagi pengembangan resiliensi komunitas sejak usia dini.
Optimalisasi Pencegahan Tuberkulosis (TBC) melalui Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Masyarakat di Salah Satu Wilayah Kota Pematangsiantar Roismansyah Roismansyah; Astika Handayani
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 03 (2026): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i03.649

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya promotif dan preventif secara berkelanjutan. Edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan TBC, sementara pemeriksaan kesehatan gratis mendukung deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan Tuberkulosis sekaligus melaksanakan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini. Kegiatan dilaksanakan pada 30 April 2026 di salah satu wilayah Kota Pematangsiantar dengan melibatkan 68 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, sesi diskusi dan tanya jawab, serta pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kadar kolesterol, kadar asam urat, dan pengukuran lingkar perut. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi peserta yang tinggi selama proses edukasi dan meningkatnya pemahaman mengenai pencegahan Tuberkulosis, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Pemeriksaan kesehatan juga menemukan beberapa peserta dengan hasil di luar batas normal sehingga diberikan konseling serta rekomendasi tindak lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan. Integrasi edukasi Tuberkulosis dan skrining kesehatan terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular sekaligus deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Ny. A Dengan Gangguan Sistem Pencernaan Pada Post Operasi Cholelithiasis Di Ruang Anggrek Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Dhea Nabila; Roismansyah Roismansyah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Cholelithiasis is a condition characterized by the formation of gallstones, which may necessitate a cholecystectomy. Globally (as of 2024), the prevalence of cholelithiasis is approximately 6.1% of the world's population, with around 1.9 million cases. The objective of this case study is to provide nursing care for a post -operative cholelithiasis patient.Methods: This study employs a qualitative descriptive design with a case study approach, focusing on a single post -operative cholelithiasis patient at Vita Insani Hospital, Pematangsiantar. The study was conducted from April 29 to May 1, 2026. Data were collected through interviews, observation, and physical examinations over a period of 72 hours (3 × 24 hours).Results: Assessment findings indicated that the patient experienced post -operative pain (rated 8 on the pain scale), a surgical incision wound, limited mobility (muscle strength 4/5), and sleep disturbances due to pain. Identified nursing diagnoses included acute pain, impaired skin/tissue integrity, impaired physical mobility, and disturbed sleep patterns. Following 72 hours of nursing care, pain levels decreased to 0, the wound appeared clean and dry with no signs of infection, muscle strength improved to 5/5, and sleep quality improved.Conclusion: Medical-surgical nursing care for the post -operative cholelithiasis patient was effective; the issues of acute pain, impaired mobility, and disturbed sleep patterns were resolved, while impaired skin/tissue integrity was partially resolved.Recommendation: Nurses are expected to provide nursing care in accordance with established standards to support patient recovery.