Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Media Youtube terhadap Etika Belajar Bahasa Indonesia Chairunnisa; Ahmad Ari Masyhuri
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2025): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media YouTube terhadap etika belajar Bahasa Indonesia pada siswa. YouTube sebagai media pembelajaran digital yang semakin populer memberikan kemudahan akses materi pembelajaran yang menarik dan interaktif, namun juga menimbulkan tantangan terkait penerapan etika belajar, seperti sikap disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab siswa selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji kualitas data dan uji hipotesis. Hasil penelitian yang dilakukan di SMK IT Rahmatutthoyibah Al-Iflahah Tangerang kelas XI sebanyak 85 siswa menunjukkan bahwa penggunaan media YouTube memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap etika belajar Bahasa Indonesia siswa dengan peningkatan kesadaran dan penerapan nilai-nilai etika dalam proses pembelajaran. Selain itu, peran guru sangat vital dalam mengintegrasikan media ini secara efektif dan membimbing siswa agar memanfaatkan YouTube secara etis dan bertanggung jawab. Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang menegaskan efektivitas YouTube dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta pentingnya pengawasan dalam penggunaan media digital agar dampak negatif dapat diminimalisir. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan strategi pembelajaran yang menggabungkan media YouTube dengan pendekatan etika pendidikan secara seimbang untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.
Kekuatan Metafora Sebagai Representasi Daya Juang dalam Lirik Lagu Manusia Kuat Karya Tulus Chairunnisa; Ahmad Ari Masyhuri; Adara Malvalena Endang Kartika; Sastya Nabiela Fitria; Nelza Ayu Alzahra
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 1 (2026): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan representasi metafora dalam lirik lagu Manusia Kuat karya Tulus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data berupa lirik lagu dan literatur pendukung dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan adanya metafora tubuh, warna, dan perjalanan yang merepresentasikan tekanan hidup, ketahanan batin, serta daya juang manusia. Metafora-metafora tersebut menegaskan bahwa hambatan fisik maupun psikologis tidak mampu menghancurkan mimpi dan integritas individu. Temuan ini menunjukkan bahwa lagu Manusia Kuat berfungsi sebagai media estetis sekaligus inspiratif yang memperkuat nilai resiliensi dan optimisme.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAKU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIDATO DI KALANGAN MAHASISWA Chairunnisa; Ahmad Ari Masyhuri; Ira Yuniati; Wianda Ramadhanty
Lateralisasi Vol. 13 No. 1 (2025): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i1.8506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penggunaan bahasa Indonesia yang baku terhadap kemampuan berpidato. sejauh mana kemampuan para mahasiswa mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baku dalam berpidato. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis kuantitatif yaitu dengan cara teknik observasi melalui kuisioner dari google form yang sudah dikirim dan telah diisi oleh para sasaran penelitian, kemudian mengumpulkan data tersebut dari para responden. Sasaran penelitian ini adalah para mahasiswa dari berbagai Program Studi yang ada di FDIKOM UIN Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para mahasiswa mampu berusaha untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baku ketika berpidato, meskipun dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Namun masih ada beberapa mahasiswa yang masih belum menggunakan bahasa Indonesia yang baku dalam berpidato, yang disebabkan oleh kebiasaan para mahasiswa yang tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baku dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menekankan betapa pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang lebih baik untuk mengubah kebiasaan dan meningkatkan kesadaran akan penggunaan bahasa Indonesia yang baku dalam kehidupan sehari-hari dan ketika sedang berpidato