Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DESA TANAH PERIUK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR PHOTOSYNTHETIC BACTERIAL Wahyudi Wahyudi; Dhika Muthmainnah; Rizka Rizka; Veri Febrian Aminullah; Muhammad Ressa Pebrian; Marlina Dwi Setyaningsih; Ahmad Effendi; Nur Syaifudin; Warsito Warsito; Trianto Trianto; Nur Widyaningsih; Anugrahita Melinia Trihaksami
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3348

Abstract

Kenaikan harga pupuk kimia anorganik menjadi permasalahan utama yang dihadapi petani padi di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Paser, khususnya kelompok tani yang masih bergantung pada input eksternal pertanian. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan menurunnya pendapatan petani. Selain itu, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan berkontribusi terhadap degradasi kualitas tanah dan menurunnya keberlanjutan sistem pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pupuk yang murah, ramah lingkungan, dan dapat diproduksi secara mandiri oleh petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani Desa Tanah Periuk melalui pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair Photosynthetic Bacterial (POC PSB). Tujuan kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani dalam memproduksi pupuk hayati berbasis sumber daya lokal. Metode kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 25 orang anggota kelompok tani, yang mayoritas merupakan petani padi dengan pengalaman bertani lebih dari lima tahun. Kegiatan meliputi penyuluhan, praktik langsung pembuatan POC PSB, serta pendampingan selama proses inkubasi. Bahan yang digunakan berasal dari sumber lokal, seperti telur, MSG, dan air kolam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengikuti dan mempraktikkan pembuatan POC PSB secara mandiri. Larutan mengalami perubahan warna menjadi merah bata dalam waktu 14 hari sebagai indikator keberhasilan aktivasi bakteri fotosintetik. Dari sisi petani, kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pupuk hayati, menumbuhkan sikap positif terhadap pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta mendorong minat petani untuk mengaplikasikan POC PSB pada lahan padi. Diskusi dan keterlibatan aktif peserta menunjukkan meningkatnya kepercayaan diri petani dalam mengadopsi teknologi sederhana. Disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan POC PSB tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga efektif meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok tani dalam penerapan pertanian ramah lingkungan.
Pengenalan Dunia Agribisnis Kepada Siswa Tingkat Sd Bertani Itu Seru: Menanam Sayur di Sekolah Arum Rahmawati; Syakira Ichanda; Yuli Setiowati; Anugrahita Milenia Tri Haksami; Ardaniah; Veri Febrian Aminullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Pengenalan Dunia Agribisnis Kepada Tingkat SD" dan tema "Bertani Itu Seru: Menanam Sayur di Sekolah" bertujuan mengenalkan siswa pada dunia agribisnis melalui pengalaman langsung. Masalah yang muncul adalah minimnya pengetahuan siswa mengenai teknik pertanian dan pengelolaan sampah organik. Untuk menghadapi permasalahan ini, metode yang digunakan mencakup pelatihan menanam bibit cabai, di mana siswa diajarkan langkah-langkah menanam yang benar, mulai dari pemilihan bibit, persiapan media tanam, hingga perawatan dan panen. Selain itu, siswa juga mendapatkan informasi mengenai cara mengolah sampah organik menjadi pupuk, sehingga mereka dapat memahami pentingnya daur ulang dan keberlanjutan dalam bidang pertanian. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai teknik bercocok tanam yang baik, serta cara mengelola sampah organik. Siswa tampak sangat antusias selama proses menanam dan mendengarkan materi, serta mampu menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam proses melakukan bercocok tanam di sekolah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pengenalan dunia agribisnis melalui praktik langsung dan pendidikan tentang pengelolaan sampah organik dapat meningkatkan minat serta pengetahuan siswa, dan mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan pangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah untuk terus melestarikan lingkungan dengan cara bercocok tanam dan mengolah sampah.
PELATIHAN KONTEN KREATIF ISLAMI UNTUK KADER PEMUDA MUHAMMADIYAH SEBAGAI MEDIA DAKWAH DAN KEMANDIRIAN EKONOMI Apriyal Fakih; Yuli Setiowati; Primadiyanti Arsela; Veri Febrian Aminullah; Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kelompok pemuda Islam terbesar di Indonesia, Pemuda Muhammadiyah memainkan peran penting dalam memanfaatkan kekuatan untuk mempromosikan prinsip-prinsip Islam dan membantu para anggotanya mencapai otonomi ekonomi.. Namun, tidak sedikit kader belum memiliki kompetensi dalam memproduksi konten kreatif Islami yang menarik dan efektif, serta minim dalam memproteksi peluang media digital sebagai sarana untuk berwirausaha. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi langsung kepada kader Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Paser, melibatkan Influencer lokal, melakukan praktik langsung pembuatan konten dan pendampingan dalam mengidentifikasi peluang monetisasi konten dan strategi pemasaran digital. Kegiatan ini berhasil memberikan pengetahuan dan kesadaran kader Pemuda Muhammadiyah terhadap potensi media digital sebagai sarana dakwah yang efektif dan alat untuk kemandirian ekonomi. Memahami pentingnya dakwah digital dan peluang usaha yang dapat diciptakan melalui konten Islami. Kader juga menunjukkan minat yang besar terhadap dari kegiatan ini. Memberikan peluang baru bagi kader Pemuda Muhammadiyah, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam dakwah digital atau kewirausahaan berbasis digital. Terbentuk kelompok-kelompok kecil yang mulai memproduksi dan mempublikasikan konten secara mandiri.