Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia di RSUD Provinsi Sulawesi Barat Elvira Safidni; Andi Kamal M. Sallo; Ayu Sri Wahyuni
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12299

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, terutama melalui terapi farmakologis. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pengobatan adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien mempertahankan kepatuhan minum obat, mengingat pasien skizofrenia sering mengalami gangguan fungsi kognitif, motivasi, dan kesadaran terhadap kondisi penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 pasien skizofrenia yang menjalani perawatan rawat jalan di RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori baik dan memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang lebih tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia (p < 0,05).
Kampung Peduli Mental: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa Berbasis Keperawatan Komunitas Elvira Safidni; Warda M Warda M; Ayu Sri Wahyuni; Andi Kamal M. Sallo
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berdampak terhadap kualitas hidup, produktivitas, hubungan sosial, serta kesejahteraan individu dan keluarga. Gangguan mental emosional seperti stres, kecemasan, dan depresi sering kali tidak terdeteksi sejak dini akibat rendahnya literasi kesehatan jiwa, stigma negatif, dan keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan mental. Pendekatan berbasis masyarakat melalui keperawatan komunitas menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda awal gangguan kesehatan jiwa serta memperkuat sistem rujukan di tingkat pelayanan kesehatan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa melalui pendidikan kesehatan dan pemberdayaan kader berbasis keperawatan komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2026 di salah satu wilayah binaan puskesmas di Indonesia dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat. Intervensi meliputi penyuluhan kesehatan jiwa, pelatihan deteksi dini menggunakan Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20), simulasi komunikasi terapeutik sederhana, diskusi kelompok, dan konsultasi kesehatan jiwa. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi keterampilan peserta, serta penilaian kepuasan terhadap kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai dengan tingkat partisipasi yang sangat baik. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 sebelum intervensi menjadi 89,6 setelah kegiatan. Sebanyak 92,5% peserta mampu mengenali tanda awal gangguan mental emosional, 90,0% peserta mampu melakukan skrining sederhana menggunakan SRQ-20 sesuai prosedur, dan 95,0% peserta memahami mekanisme rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, 93,0% peserta menyatakan lebih percaya diri dalam memberikan dukungan awal kepada individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Program Kampung Peduli Mental efektif meningkatkan literasi kesehatan jiwa masyarakat, kemampuan deteksi dini, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan awal gangguan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Program serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Deteksi Dini; Keperawatan Komunitas; Kesehatan Jiwa; Pemberdayaan Masyarakat; SRQ-20.
Program Promotif Dan Preventif Dalam Upaya Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Elvira Safidni; Sutriyati Sutriyati; Rosdiana Rosdiana; Hamdani Jumadil; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1026

Abstract

Acute Respiratory Tract Infections (ARI) are one of the most common public health problems and a major cause of morbidity, especially in children, the elderly, and vulnerable groups. The high incidence of ARI is closely related to behavioral factors, environmental conditions, and low public knowledge about disease prevention. Promotive and preventive programs are a strategic approach to reducing the incidence of ARI by increasing knowledge, awareness, and changing community behavior. This Community Service activity aims to improve community understanding and practice of ARI prevention through health education and community empowerment. Implementation methods include health education, interactive discussions, demonstrations of clean and healthy living behaviors (PHBS), and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity indicate an increase in community knowledge and attitudes toward ARI prevention. This program is expected to contribute to reducing the risk of ARI and improving public health.