Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia 6–24 Bulan Warda M Warda M; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Complementary feeding (MP-ASI) is an important factor influencing the nutritional status of infants aged 6–24 months. Inappropriate feeding practices may lead to malnutrition. This study aimed to determine the relationship between complementary feeding and nutritional status among infants aged 6–24 months. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 50 infants aged 6–24 months selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and anthropometric measurements. Data were analyzed using chi-square test and Odds Ratio (OR). The results showed a significant relationship between complementary feeding and nutritional status with a p-value of 0.003 and OR = 4.20. The conclusion of this study is that the provision of appropriate MP-ASI is associated with good nutritional status in infants aged 6–24 months. Keywords: MP-ASI, Nutritional Status, Infants ABSTRAK Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan status gizi bayi usia 6–24 bulan. Pemberian MP-ASI yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah gizi seperti gizi kurang maupun gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada bayi usia 6–24 bulan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 bayi usia 6–24 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pemberian MP-ASI dan pengukuran status gizi berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi dengan nilai p-value = 0,003 (<0,05) dan OR = 4,20. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian MP-ASI yang tepat berhubungan dengan status gizi yang baik pada bayi usia 6–24 bulan. Kata Kunci: MP-ASI, Status Gizi, Bayi
Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Hidrosefalus Dalam Pemenuhan Kebutuhan Neurologis Rahmat Pannyiwi; Warda M Warda M
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1340

Abstract

ABSTRACT Hydrocephalus is one of the most common neurological disorders in children, characterized by excessive accumulation of cerebrospinal fluid (CSF) within the cerebral ventricles, leading to increased intracranial pressure. This condition may impair neurological, motor, cognitive, and developmental functions if not managed appropriately. Nurses play an essential role in providing comprehensive nursing care through neurological assessment, continuous monitoring, complication prevention, family education, and multidisciplinary collaboration. This study aimed to analyze nursing care provided for children with hydrocephalus in fulfilling neurological needs. A quantitative cross-sectional analytical design was employed involving 35 pediatric nurses selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires, nursing observation sheets, and medical record documentation. Data were analyzed using descriptive statistics and Chi-Square analysis. The results showed that 71.4% of nurses demonstrated good nursing care implementation, while 68.6% of children achieved adequate fulfillment of neurological needs. Chi-Square analysis revealed a significant relationship between nursing care quality and fulfillment of neurological needs among children with hydrocephalus (p = 0.002). Keywords: Nursing Care, Hydrocephalus, Children, Neurological Needs, Pediatric Nursing. ABSTRAK Hidrosefalus merupakan salah satu kelainan neurologis pada anak yang ditandai dengan penumpukan cairan serebrospinal (CSS) di dalam sistem ventrikel otak sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama fungsi neurologis, motorik, kognitif, serta kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat. Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan neurologis anak melalui pengkajian, pemantauan status neurologis, pencegahan komplikasi, edukasi keluarga, dan kolaborasi dengan tim multidisiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan pada anak dengan hidrosefalus dalam pemenuhan kebutuhan neurologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 35 perawat yang bekerja di ruang perawatan anak menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, lembar observasi pelaksanaan asuhan keperawatan, serta dokumentasi rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat telah melaksanakan asuhan keperawatan dengan kategori baik (71,4%). Pemenuhan kebutuhan neurologis anak juga berada pada kategori baik (68,6%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas asuhan keperawatan dengan pemenuhan kebutuhan neurologis anak penderita hidrosefalus (p = 0,002). Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Hidrosefalus, Anak, Kebutuhan Neurologis, Keperawatan Anak.
Puskesmas Ramah Anak: Edukasi Kesehatan Dan Pencegahan Masalah Tumbuh Kembang Melalui Pemberdayaan Keluarga Rezqiqah Aulia Rahmat; Warda M Warda M
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa balita merupakan periode emas (golden period) yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa selanjutnya. Gangguan pertumbuhan maupun keterlambatan perkembangan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kemampuan belajar, produktivitas, serta kualitas hidup anak. Keluarga memiliki peran utama dalam memberikan stimulasi, pemantauan tumbuh kembang, dan pemanfaatan layanan kesehatan. Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya deteksi dini, penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), maupun skrining perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Buku KIA dan KPSP merupakan bagian penting dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di pelayanan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam melakukan pemantauan pertumbuhan, stimulasi perkembangan, serta deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak melalui pemberdayaan keluarga di Puskesmas. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2026 di salah satu Puskesmas dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas orang tua balita, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan. Intervensi meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi stimulasi perkembangan sesuai usia, pelatihan penggunaan Buku KIA, skrining perkembangan menggunakan KPSP, pengukuran antropometri, konsultasi individual, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan peserta, serta penilaian kepuasan kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 60,9 menjadi 90,8 setelah edukasi. Sebanyak 95,0% peserta mampu menggunakan Buku KIA sebagai media pemantauan tumbuh kembang, 92,5% mampu melakukan stimulasi perkembangan sesuai usia anak, dan 90,0% memahami penggunaan KPSP sebagai skrining awal perkembangan. Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 97,5%.Program Puskesmas Ramah Anak efektif meningkatkan kapasitas keluarga dalam melakukan pemantauan pertumbuhan, stimulasi perkembangan, dan deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak. Program ini berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak berbasis keluarga di tingkat pelayanan primer. Kata Kunci: Deteksi Dini; Keluarga; Kpsp; Puskesmas Ramah Anak; Tumbuh Kembang
Kampung Peduli Mental: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa Berbasis Keperawatan Komunitas Elvira Safidni; Warda M Warda M; Ayu Sri Wahyuni; Andi Kamal M. Sallo
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berdampak terhadap kualitas hidup, produktivitas, hubungan sosial, serta kesejahteraan individu dan keluarga. Gangguan mental emosional seperti stres, kecemasan, dan depresi sering kali tidak terdeteksi sejak dini akibat rendahnya literasi kesehatan jiwa, stigma negatif, dan keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan mental. Pendekatan berbasis masyarakat melalui keperawatan komunitas menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda awal gangguan kesehatan jiwa serta memperkuat sistem rujukan di tingkat pelayanan kesehatan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa melalui pendidikan kesehatan dan pemberdayaan kader berbasis keperawatan komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2026 di salah satu wilayah binaan puskesmas di Indonesia dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat. Intervensi meliputi penyuluhan kesehatan jiwa, pelatihan deteksi dini menggunakan Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20), simulasi komunikasi terapeutik sederhana, diskusi kelompok, dan konsultasi kesehatan jiwa. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi keterampilan peserta, serta penilaian kepuasan terhadap kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai dengan tingkat partisipasi yang sangat baik. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 sebelum intervensi menjadi 89,6 setelah kegiatan. Sebanyak 92,5% peserta mampu mengenali tanda awal gangguan mental emosional, 90,0% peserta mampu melakukan skrining sederhana menggunakan SRQ-20 sesuai prosedur, dan 95,0% peserta memahami mekanisme rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, 93,0% peserta menyatakan lebih percaya diri dalam memberikan dukungan awal kepada individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Program Kampung Peduli Mental efektif meningkatkan literasi kesehatan jiwa masyarakat, kemampuan deteksi dini, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan awal gangguan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Program serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Deteksi Dini; Keperawatan Komunitas; Kesehatan Jiwa; Pemberdayaan Masyarakat; SRQ-20.