Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Alat Latihan Scanning untuk Latihan Keterampilan Menerima Bola pada Sepak Bola Usia Muda Dwi Kurnia Shandy; Weda; Rendhitya Prima Putra; Ilaika Kafka Priyadana; Rais Ihsan Raya
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i1.1010

Abstract

This study designs Scapa Pro as an innovative solution to enhance passing quality through the integration of field-scanning drills. Utilizing the systematic phases of the ADDIE model, this tool was developed to sharpen players' spatial awareness prior to receiving the ball. Field findings confirm that the implementation of Scapa Pro has a positive impact on players' ability to identify passing options swiftly and accurately. Practically, this research offers a new reference in basic technique development capable of improving on-field performance efficiency.
Pengabdian Masyarakat Berbasis Event Olahraga: Studi pada “Nusantara Cup – The Journey of Champions” Via diah rohmana; Weda Weda; Dwi Kurnia Shandy
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28859

Abstract

Pengembangan karakter dan literasi olahraga pada generasi muda memerlukan media terstruktur yang mengintegrasikan kompetisi dengan edukasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pemberdayaan berbasis event olahraga melalui "Nusantara Cup – The Journey of Champions." Metode yang digunakan adalah pendekatan kolaboratif partisipatif yang meliputi perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 17 tim bola basket tingkat SMA dan komunitas olahraga lokal di Kediri. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam sportivitas peserta, dengan 88% peserta melaporkan peningkatan pemahaman karakter dan kerjasama tim. Lebih lanjut, acara ini berhasil memperkuat kolaborasi antara Universitas Nusantara PGRI Kediri dan institusi pendidikan daerah. Evaluasi melalui survei kepuasan peserta menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi (92%) dalam manajemen acara dan nilai edukatif. Kesimpulannya, Nusantara Cup berfungsi sebagai platform efektif untuk pengembangan masyarakat, pendidikan karakter, dan promosi sport tourism.
Peningkatan Kompetensi Pelatih Tenis Lapangan Melalui Integrasi Teknologi Court Footwork dan Pendekatan Latihan Konvensional Dwinda Abi Permana; Dwi Kurnia Shandy; Weda; Rendhitya Prima Putra
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.62856

Abstract

Footwork menjadi salah satu keterampilan dasar yang memiliki peran penting dalam menunjang performa pemain tenis lapangan. Kemampuan mengatur pola langkah secara cepat, tepat, dan efisien diperlukan agar atlet mampu menjangkau berbagai area lapangan serta mempertahankan keseimbangan selama permainan. Namun, praktik kepelatihan di lapangan masih menunjukkan adanya ketergantungan pada metode latihan konvensional yang dilakukan secara berulang tanpa dukungan teknologi, sehingga proses latihan berpotensi menjadi monoton dan perkembangan kemampuan atlet belum terdokumentasi secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelatih tenis lapangan dan guru olahraga melalui penerapan aplikasi Agile Court (AC) yang diintegrasikan dengan metode latihan konvensional. Program melibatkan 20 peserta dan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi, lokakarya, demonstrasi penggunaan aplikasi di lapangan, praktik langsung, serta pendampingan. Evaluasi program dilakukan melalui observasi kinerja dan pengukuran pretest-posttest untuk mengetahui perubahan pemahaman pedagogis peserta serta perkembangan kemampuan kelincahan atlet selama proses pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan footwork setelah penerapan pendekatan integratif. Nilai rata-rata kelincahan meningkat dari 4,8 pada tahap awal menjadi 7,6 setelah pelaksanaan program, yang menunjukkan peningkatan sebesar 47%. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa integrasi aplikasi Agile Court dengan metode latihan konvensional mampu memberikan alternatif pendekatan kepelatihan yang lebih sistematis, interaktif, dan terukur. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi olahraga dalam proses kepelatihan dapat mendukung peningkatan kompetensi pelatih dan guru olahraga serta berkontribusi terhadap optimalisasi kemampuan gerak dan performa atlet tenis lapangan