Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Implementasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Alvin Choirul Wafi; Ade Akhmad Saputra
Indonesian Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2025): (May) Indonesian Journal of Community Engagement
Publisher : PT. Altaf Publishing Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70895/ijce.v1i3.38

Abstract

Dalam era globalisasi, pendidikan yang berkualitas menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kurikulum Merdeka Berbasis Kompetensi hadir sebagai solusi dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Kurikulum Merdeka Berbasis Kompetensi di SDN 16 Banyuasin 3 dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka Berbasis Kompetensi di SDN 16 Banyuasin 3 masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pemahaman dan implementasi oleh para guru. Dalam prosesnya, guru dan siswa mengalami berbagai dinamika dalam menyesuaikan diri dengan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel ini. Beberapa guru merasakan kesulitan dalam menerapkan metode yang sesuai, sementara siswa menunjukkan respons yang beragam terhadap perubahan kurikulum. Meskipun demikian, ditemukan bahwa pembelajaran menjadi lebih interaktif, dengan siswa yang lebih aktif bertanya dan terlibat dalam diskusi di kelas. Selain itu, adanya dukungan dari pihak sekolah dan orang tua menjadi faktor yang membantu kelancaran penerapan kurikulum ini. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pelatihan lebih lanjut bagi guru agar penerapan Kurikulum Merdeka berbasis kompetensi dapat berjalan lebih optimal sesuai dengan kebutuhan di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan Inventarisasi Sarana Prasarana Pendidikan di MTs Nasyril Islamiyah Palembang Alvin Choirul Wafi; Leny Marlina; Bambang Irawan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1132

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan di MTs Nasyril Islamiyah Palembang serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang diterapkan dalam pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala sarana dan prasarana, kepala tata usaha, dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inventarisasi sarana dan prasarana telah berjalan cukup baik melalui kegiatan pencatatan, pengkodean, verifikasi kondisi barang, dan penyimpanan data menggunakan buku inventaris. Pelaksanaan inventarisasi didukung oleh koordinasi, motivasi, komunikasi, dan pengarahan yang melibatkan seluruh pihak terkait. Koordinasi dilakukan untuk menjaga kesesuaian data dengan kondisi barang di lapangan, motivasi diberikan untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam pengelolaan aset, komunikasi berperan dalam memperlancar pertukaran informasi, sedangkan pengarahan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan inventarisasi berjalan sesuai prosedur. Namun masih ditemukan beberapa kendala, yaitu penomoran barang yang belum optimal, pencatatan yang masih manual, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana pendukung, pemeliharaan yang belum maksimal, serta keterbatasan ruang penyimpanan. Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah melakukan perbaikan koordinasi, pengecekan barang secara berkala, penataan ruang penyimpanan, pencatatan lokasi barang secara lebih jelas, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan inventaris. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, pemeliharaan, dan akurasi inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan inventarisasi fasilitas dan infrastruktur pendidikan di MTs Nasyril Islamiyah Palembang dan mengidentifikasi kendala serta solusi yang diterapkan dalam pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang fasilitas dan infrastruktur, staf administrasi, dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inventarisasi telah dilakukan dengan cukup baik melalui pencatatan, pengkodean, verifikasi fisik, dan penyimpanan data inventaris menggunakan buku inventaris. Pelaksanaan tersebut didukung oleh koordinasi, motivasi, komunikasi, dan arahan yang melibatkan semua pihak terkait. Koordinasi dilakukan untuk menjaga kesesuaian antara catatan dan aset aktual, motivasi mendorong tanggung jawab dalam pengelolaan aset, komunikasi memfasilitasi pertukaran informasi, dan arahan memastikan bahwa kegiatan inventarisasi dilakukan sesuai prosedur. Namun, beberapa kendala teridentifikasi, termasuk penomoran aset yang tidak lengkap, sistem pencatatan manual, keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas pendukung yang tidak memadai, pemeliharaan yang suboptimal, dan keterbatasan ruang penyimpanan. Untuk mengatasi tantangan ini, sekolah meningkatkan koordinasi, melakukan inspeksi berkala, menata ulang area penyimpanan, memperjelas catatan lokasi aset, dan mendorong penggunaan teknologi dalam manajemen inventaris. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, keteraturan, dan akurasi manajemen inventaris fasilitas dan infrastruktur pendidikan.