Eva Fauziah
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Synthesis and Characterization of Reduced Graphene Oxide (RGO) as a Solid-State Electrolyte in Batteries Lela Mukmilah Yuningsih; Devi Indah Anwar; Eva Fauziah
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v15i1.88878

Abstract

Reduced Graphene Oxide (rGO) is a derivative of graphene that has undergone the removal or reduction of its oxygen groups. This study performed the synthesis and characterization of rGO as a solid-state electrolyte in batteries in order to assess the conductivity of rGO and its ability to store electrical currents and voltages. The rGO was synthesized by the Hummers method and the reduction of graphene oxide with a zinc reductor. Graphite oxide was first synthesized by oxidizing graphite with H2SO4 dan KMnO4. This graphite oxide was ultrasonically exfoliated and treated with a Zn reductor to produce rGO in powdered form. The rGO was characterized with Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), an LCR-meter, and a Digital Multimeter. This identified a diffraction pattern in rGO with a 2θ of 25.85° and a d-spacing of 3.444 Å with 48.76 % crystallinity. FTIR observation on rGO exhibited O-H vibrations at a wavelength of 3431.6 cm-1, C=O at 1722.43 cm-1, C=C (1573.91 cm-1), and C-O (1080.14 cm-1). The rGO was observed to have a triple-layered morphology at 10000x magnification. Conductivity for the rGO was identified as 0.000357005 S/cm, while the generated voltage was 1.21 V with a current of 3.55 mA.
Potensi Granul Ekstrak Culantro (Eryngium foetidum L.) sebagai Biolarvasida dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah di Indonesia Lela Lailatul Khumaisah; Sri Ayu Winarti; Eva Fauziah; Zulfaini Tri Astuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i1.19741

Abstract

  DBD merupakan salah satu penyakit tropis yang masih menjadi ancaman Indonesia di mana penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang disebarkan pada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictus sebagai vektor. Sejauh ini upaya pencegahan DBD, bertumpu pada pengendalian vektor melalui gerakan 3MPlus termasuk penggunaan larvasida sintetik. Penggunaan larvasida sintetik secara terus-menerus menyebabkan resistensi serangga target dan keracunan, sehingga penggunaan biolarvasida dari tanaman seperti herba culantro (Eryngium foetidum L.) diperlukan untuk mengurangi efek samping. Riset ini dilakukan dengan tujuan menganalisis komponen serta mengetahui efektivitas biolarvasida ekstrak dan sediaan granul culantro secara in-silico dan in-vitro terhadap Ae. aegypti. Serbuk simplisia herba culantro diekstraksi dengan maserasi menggunakan metanol selama 3x24 jam. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia dengan metode Harborne dan analisis komponen menggunakan LCMS/MS. Kajian in-silico dilakukan dengan molecular docking terhadap reseptor AChE. Adapun kajian in-vitro dilakukan terhadap larva Ae. aegypti instar III dari ekstrak culantro dengan konsentrasi 100, 250, dan 500 ppm serta sediaan granul pada 250, 500, dan 1000 ppm dengan kontrol negatif dan positif. Hasil kajian in-silico menunjukkan bahwa senyawa dengan efektivitas paling baik di antaranya Brefeldin A, 1β,3α,9β-trihydroxyeudesma-5,11(13)-dien-12-oic-acid, dan Hinokiflavone dengan nilai afinitas lebih baik dari temefos. Hasil uji secara in-vitro diperoleh nilai LC50 ekstrak dan granul berturut-turut 103,986 dan 1003,88 ppm. Dari hasil riset ini menunjukkan bahwa ekstrak dan sediaan granul culantro dapat digunakan sebagai larvasida untuk menanggulangi penyakit DBD di Indonesia.