Aulia Syafadilla Azali
Universitas Ahmad Dahlan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antioxidant Potential of the Asteraceae Family in Counteracting Free Radicals in Cigarette Smoke: An Overview Aulia Syafadilla Azali; Muhammad Andy Rajab; Sofiani Lathifah; Akrom
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/4vbm3x10

Abstract

Cigarette smoke exposure triggers oxidative stress in the respiratory system through an increase in free radicals and a decrease in endogenous antioxidant activity, which contributes to lung damage and chronic diseases such as COPD and lung cancer. This study aims to investigate the potential of species from the Asteraceae family as a source of natural antioxidants in protecting the lungs and trachea from damage caused by exposure to free radicals in cigarette smoke. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) with reference to the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted systematically through the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases until June 2025. The inclusion criteria included in vivo studies using Asteraceae plant extracts in animals with induced oxidative stress in the respiratory system, as well as involving the measurement of biomarkers such as MDA, GSH, SOD, and CAT. Of the 198 articles found, 10 articles met the criteria and included species such as Tridax procumbens, Chromolaena odorata, Pulicaria petiolaris, and Baccharis retusa. The results showed that these species had significant antioxidant activity through their flavonoid, polyphenol, and triterpenoid compound content. However, most studies did not use a direct cigarette smoke exposure model. In conclusion, the Asteraceae family has great potential as a source of natural antioxidants to protect the respiratory system from oxidative stress, although further research with more relevant exposure models is needed. Toxicology and metabolomics approaches are also needed to strengthen the evidence for practical application in the treatment of lung diseases caused by cigarette smoke.
Narrative Review: Tantangan dan Strategi Pemanfaatan Big Data dalam Farmakovigilans di Indonesia Aulia Syafadilla Azali; Miftakhul Yusron; Endang Darmawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i1.26614

Abstract

Farmakovigilans merupakan bidang penting dalam ilmu farmasi dan kesehatan masyarakat yang berperan dalam mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping obat guna memastikan keselamatan pasien. Seiring perkembangan teknologi informasi, Big data hadir sebagai solusi inovatif yang dapat meningkatkan efektivitas sistem farmakovigilans dengan memanfaatkan data berskala besar dan beragam, seperti rekam medis elektronik, laporan efek samping dari pasien, media sosial, hingga data klaim asuransi. Artikel ini disusun sebagai narrative review yang bertujuan mengeksplorasi tantangan dan strategi dalam pemanfaatan Big data pada farmakovigilans. Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur dari database ilmiah internasional seperti PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan lainnya, dengan kriteria inklusi artikel relevan yang diterbitkan antara tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan Big data menghadapi berbagai tantangan seperti heterogenitas data, keterbatasan interoperabilitas sistem, masalah etika dan privasi, variasi kualitas data, hingga belum adanya standar regulasi global. Meski demikian, sejumlah strategi telah dikembangkan untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain dengan menerapkan kecerdasan buatan dan machine learning, membangun infrastruktur data yang terintegrasi, serta memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Selain itu, analisis prediktif dan deteksi dini efek samping semakin dimungkinkan melalui integrasi teknologi dan pendekatan berbasis data nyata. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa Big data berpotensi merevolusi sistem farmakovigilans, namun keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan regulasi, teknologi, sumber daya manusia, serta etika penggunaan data. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya kolaboratif lintas sektor untuk mewujudkan sistem pengawasan obat yang lebih responsif, efisien, dan adaptif terhadap tantangan zaman.