p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Menara Ilmu
Nicen Suherlin
Akademi Keperawatan Baiturrahmah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Penggunaan Aplikasi Perawat Sahabat Keluarga Menuju Continuty Of Care ) Persaga Con-Care Pada Keluarga Pasien Gangguan Jiwa Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Prof.Hb Saanin Padang Tahun 2024 Anisa Febristi; Nicen Suherlin; Nopan Saputra
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.7580

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang sering mengalami kekambuhan dan rawat inap berulang, sehingga membutuhkan peran keluarga sebagai caregiver utama dalam perawatan di rumah. Tingginya angka kekambuhan dan rawat inap ulang pada pasien skizofrenia menunjukkan perlunya penguatan peran keluarga dalam perawatan berkelanjutan di rumah dalam pencegahan kekambuhan berulang. Sebagai upaya inovatif, RSJ Prof. HB. Saanin Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. HB. Saanin Padang telah mengembangkan inovasi layanan berbasis teknologi melalui serta aplikasi Perawat Sahabat Keluarga Menuju Continuity of Care (Persaga Con-Care) Namun, pemanfaatan aplikasi ini oleh keluarga masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala keluarga dalam merawat pasien skizofrenia serta mengevaluasi pemanfaatan dan hambatan penggunaan aplikasi Persaga Con-Care.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan responden 20 keluarga pasien skizofrenia yang terintegrasi di RSJ Prof. HB. Saanin Padang. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner besifat door to door dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar caregiver adalah perempuan (60%) dan berpendidikan menengah. Sebanyak 70% pasien tidak patuh terhadap pengobatan dan 75% memiliki riwayat rawat inap berulang. Kendala utama keluarga meliputi kelelahan dalam merawat pasien, kesulitan mengendalikan perilaku pasien, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan perawatan. Selain itu, 80% keluarga tidak memanfaatkan aplikasi Persaga Con-Care akibat keterbatasan akses perangkat, jaringan internet, literasi digital, minimnya pendampingan, dan kekhawatiran terhadap keamanan data.Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan dan penyempurnaan aplikasi layanan kesehatan jiwa berbasis keluarga yang lebih sederhana, aman, dan mudah diakses, serta mendukung kebijakan pelayanan kesehatan jiwa guna menurunkan angka kekambuhan dan rawat inap ulang pasien skizofrenia. Kata Kunci: skizofrenia, caregiver keluarga, aplikasi kesehatan Persaga Con-Care 
Pengembangan Model Family Boster Berbasis Micro Skill Pada Cargiver Pasien Skizofrenia Dalam Menjegah Kekampbuhan Diwilayah Kerja Puskesmas Anak Air Padang Anisa Febristi; Nicen Suherlin; Dian Rahmi; Nayla Putri Adriani; Tiara Amanda
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No 02 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.8746

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berisiko mengalami kekambuhan dan membutuhkan perawatan berkelanjutan dengan keterlibatan keluarga sebagai caregiver utama. Keterbatasan pengetahuan, keterampilan komunikasi, pengelolaan perilaku, strategi coping, serta kemampuan mengenali tanda dini kekambuhan menjadi tantangan dalam perawatan pasien di rumah. Model Family Booster Berbasis Micro Skill dikembangkan sebagai intervensi keluarga yang mengintegrasikan edukasi, pelatihan keterampilan praktis, pendampingan, dan pemantauan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Model Family Booster Berbasis Micro Skill terhadap peningkatan kemampuan caregiver dalam merawat pasien skizofrenia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang dengan melibatkan 28 caregiver pasien skizofrenia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilaksanakan melalui edukasi, pelatihan komunikasi terapeutik, pengawasan pengobatan, manajemen perilaku, pengelolaan stres, serta pengenalan tanda dini kekambuhan yang diperkuat melalui booster session, pengingat berbasis WhatsApp, dan pemantauan selama delapan minggu. Pengumpulan data menggunakan instrumen KAST, FCQ–Positive Communication, Family Questionnaire, F-COPES, checklist observasi micro skill, dan EWS-CP versi caregiver. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test atau Wilcoxon sesuai distribusi data.Berdasarkan data, hasil analisis menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 9,29 menjadi 13,89, komunikasi terapeutik dari 14,18 menjadi 18,79, coping keluarga dari 93,82 menjadi 99,07, keterampilan manajemen perilaku dari 11,18 menjadi 20,64, serta kemampuan mengenali tanda dini kekambuhan dari 9,96 menjadi 13,64. Sementara itu, skor expressed emotion mengalami penurunan dari 51,18 menjadi 42,14, yang menunjukkan kecenderungan berkurangnya ekspresi emosi negatif caregiver. Hasil analisis bivariat menunjukkan perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi pada seluruh variabel dengan nilai p0,001, kecuali coping keluarga (p=0,008).Model Family Booster Berbasis Micro Skill menunjukkan potensi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan caregiver, memperbaiki komunikasi terapeutik, menurunkan expressed emotion, serta meningkatkan kemampuan mengenali tanda dini kekambuhan pasien skizofrenia. Pendekatan yang mengintegrasikan latihan keterampilan praktis, penguatan berulang, dan pendampingan berkelanjutan berpotensi dikembangkan sebagai intervensi keperawatan jiwa berbasis keluarga di pelayanan kesehatan primer. Namun, penelitian dengan kelompok kontrol dan pemantauan jangka panjang diperlukan untuk memastikan efektivitas intervensi, khususnya terhadap kejadian kekambuhan pasien.Kata kunci: Skizofrenia; Family Booster; Micro Skill; Caregiver; Komunikasi Terapeutik; Pencegahan Kekambuhan.