Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Sistem Manajemen Mutu Berbasis Standar Kualitas, QC, QA, SCQM terhadap Kualitas Produk dan Kepuasan Pelanggan Defri Irham Gufronny; Septi Andini; Vina Fitria; Irma Nursyapa'ah; Raafi Al-Afghany; Qiny Shonia Az Zahra; Tri Handayani
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i5.7252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem manajemen mutu berbasis standar kualitas, Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), dan Supply Chain Quality Management (SCQM) terhadap kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait manajemen mutu, standar nasional dan internasional seperti SNI dan ISO, serta implementasi QC, QA, dan SCQM dalam organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap jurnal, buku, dan publikasi ilmiah yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan standar kualitas yang terintegrasi dengan QA sebagai upaya pencegahan, QC sebagai pengendalian mutu, serta SCQM dalam rantai pasok berpengaruh terhadap peningkatan kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Integrasi sistem manajemen mutu secara menyeluruh menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing dan kepercayaan pelanggan. Implikasinya, organisasi perlu mengoptimalkan penerapan standar mutu dan integrasi rantai pasok untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan.
Inovasi Energi Surya Berbasis Wakaf Produktif Menuju Halal Value Chain Defri Irham Gufronny; Gina Nurul Fitriyani; Syifa Amalia Putri
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 4, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v4i2.8892

Abstract

Abstrak. Krisis energi dan perubahan iklim menuntut solusi pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan. Indonesia memiliki potensi energi surya lebih dari 3.000 GWp, namun pemanfaatannya masih rendah dan belum menjangkau UMKM halal, khususnya di wilayah terpencil. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi pembiayaan dan tata kelola energi berkelanjutan. Artikel ini menganalisis konsep Halal Yielding Pure Energy (HYPE) sebagai model integrasi energi surya berbasis wakaf produktif dalam memperkuat halal value chain nasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HYPE mampu menyediakan energi bersih dan terjangkau bagi UMKM halal, menurunkan biaya operasional, serta meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan. Selain itu, HYPE berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDG 7, SDG 8, dan SDG 13, serta berpotensi memperkuat kemandirian energi berbasis syariah, mengoptimalkan wakaf produktif, mengurangi emisi karbon, dan mendukung pengembangan ekosistem halal berkelanjutan di Indonesia.   Abstract. The energy crisis and climate change demand inclusive and equitable sustainable development solutions. Indonesia has a solar energy potential of over 3,000 GWp, but its utilization remains low and has not yet reached halal MSMEs, especially in remote areas. This condition drives the need for innovation in sustainable energy financing and governance. This article analyzes the concept of Halal Yielding Pure Energy (HYPE) as a model for integrating productive waqf-based solar energy to strengthen the national halal value chain. The research uses a qualitative descriptive method through literature review and expert interviews. The results show that HYPE is able to provide clean and affordable energy for halal MSMEs, reduce operational costs, and increase business competitiveness in a sustainable manner. In addition, HYPE contributes to the achievement of the SDGs, particularly SDGs 7, SDG 8, and SDG 13, and helps strengthen sharia-based energy independence, optimize productive waqf, reduce carbon emissions, and support the development of a sustainable halal ecosystem in Indonesia.  
PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH SEBAGAI INSTRUMEN EKONOMI PERSPEKTIF PEMIKIRAN IMAM MALIK BIN ANAS Defri Irham Gufronny; Fatwan Muhammad Hijaj; Fasya Dhiyaulhaq M; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 4 No 01 (2026): JUNI
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/ujhes.v4i01.8419

Abstract

Distribusi zakat fitrah merupakan salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pemikiran Imam Malik bin Anas mengenai distribusi zakat fitrah sangat relevan untuk dipelajari, mengingat pendekatannya berbeda dari madzhab lainnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perspektif pemikiran Imam Malik bin Anas dalam distribusi zakat fitrah dan implikasinya sebagai instrumen ekonomi yang dapat berkontribusi pada distribusi kesejahteraan sosial yang adil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data yang digunakan berasal dari kitab fiqh Imam Malik dan literatur terkait lainnya untuk mengungkap pandangannya tentang zakat fitrah dari perspektif ekonomi. Temuan utama dari artikel ini menunjukkan bahwa Imam Malik bin Anas memandang distribusi zakat fitrah tidak hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai instrumen kewajiban agama untuk memakmurkan masyarakat, mengurangi ketidaksetaraan sosial, dan meningkatkan keseimbangan ekonomi. Pemikirannya tentang distribusi zakat yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar mereka yang membutuhkan memiliki dampak positif pada ekonomi masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perspektif pemikiran Imam Malik bin Anas dalam pendistribusian zakat fitrah dan implikasinya sebagai instrumen ekonomi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pemerataan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menganalisis pemikiran Imam Malik bin Anas mengenai pendistribusian zakat fitrah sebagai instrumen ekonomi.