Ariqa Dhiaulhaq
Universitas Siliwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Stabilitas Fiskal dalam Pemikiran Al-Mawardi: Relasi antara Pendapatan Negara, Pengeluaran Publik, dan Tanggung Jawab Sosial Ariqa Dhiaulhaq; Dea Shofiya Nurlaela; Rindhi Anggraeni; Ranti Dwi Anggraeni; Lina Marlina; Ana Fauziyah Diyana
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i5.7263

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep stabilitas fiskal dalam pemikiran Imam Al-Mawardi dengan menelaah hubungan antara pendapatan negara, pengeluaran publik, dan tanggung jawab sosial pemerintah dalam perspektif ekonomi Islam. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana prinsip-prinsip fiskal yang dikemukakan Al-Mawardi mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis terhadap karya-karya klasik serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas fiskal menurut Al-Mawardi tidak hanya dimaknai sebagai keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran negara, tetapi juga mencakup aspek keadilan distribusi, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta tanggung jawab moral pemerintah terhadap rakyat. Pengelolaan Baitul Mal menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas tersebut, yang harus dijalankan secara amanah, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umum. Dengan demikian, konsep fiskal Al-Mawardi menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan fiskal tidak hanya diukur dari aspek ekonomi semata, tetapi juga dari tercapainya keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Tantangan Pengawasan Industri Makanan Halal di Indonesia: Studi Kasus Pencabutan Sertifikat Halal Roti Okko Ariqa Dhiaulhaq; Gina Sonia; Sania Fauziah; Aulia Fauziah; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 4 No. 2 (2026): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v4i2.9284

Abstract

Kasus pencabutan sertifikat halal Roti Okko karena menggunakan bahan berbahaya menunjukkan bahwa sertifikasi awal belum bisa menjamin bahwa usaha tersebut tetap mematuhi standar halal secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengupas cara kerja, seberapa baik, dan hambatan dalam proses pengawasan setelah sertifikasi halal di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode yuridis normatif-empiris dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh BPJPH dan BPOM tergolong cepat dan tanggap, seperti mencabut sertifikat dan menarik produk, tetapi cara pengawasannya masih bersifat represif. Tantangan utama mencakup batasan dalam kemampuan lembaga, perubahan terus-menerus dalam aturan, serta kurangnya semangat internal dari para pelaku usaha. Secara keseluruhan, pencabutan sertifikat itu sesuai dengan aturan yang berlaku untuk melindungi kepentingan konsumen, tetapi pengawasan yang mencegah masalah masih perlu ditingkatkan. Artinya, pemerintah harus menerapkan pengawasan yang berlandaskan risiko, menggabungkan data dari berbagai lembaga, serta memperkuat peran pengawas halal.