Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TRANSFORMASI MODEL BISNIS MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENDORONG INOVASI DAN NILAI BISNIS: STUDI LITERATUR Sutopo Sutopo; Sudianto
Journal of Information Systems Management and Digital Business Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jismdb.v3i1.3149

Abstract

Transformasi model bisnis melalui penerapan teknologi informasi menjadi faktor kunci dalam menciptakan keunggulan kompetitif dan mendorong inovasi di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan teknologi informasi dapat mengubah model bisnis tradisional menjadi lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada nilai bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis hubungan antara transformasi digital, inovasi, dan penciptaan nilai bisnis pada berbagai sektor industri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder, termasuk artikel jurnal ilmiah, buku, laporan riset, dan publikasi akademik yang relevan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama terkait transformasi model bisnis digital, seperti integrasi teknologi informasi, digitalisasi proses bisnis, inovasi berbasis data, serta strategi adaptasi organisasi dalam menghadapi disrupsi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi berperan signifikan dalam mempercepat transformasi model bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, fleksibilitas organisasi, serta kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai baru bagi pelanggan. Inovasi digital terbukti menjadi katalis utama dalam mengubah paradigma bisnis, dari model konvensional menuju ekosistem bisnis yang terintegrasi dan berbasis pengetahuan. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan dalam hal kesiapan sumber daya manusia, keamanan data, dan kesenjangan teknologi antar organisasi. Penelitian ini merekomendasikan agar organisasi memanfaatkan teknologi informasi tidak hanya sebagai alat pendukung operasional, tetapi juga sebagai strategi utama dalam membangun inovasi berkelanjutan dan memperkuat nilai bisnis di era transformasi digital.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN OPERASI BISNIS DIGITAL UNTUK MEMPERKUAT KEBERLANJUTAN USAHA DI ERA DIGITAL Sutopo Sutopo; Sudianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3774

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pengelolaan usaha, khususnya pada aktivitas operasional, pemasaran, dan pengambilan keputusan bisnis. Transformasi tersebut menuntut masyarakat, terutama pelaku UMKM, untuk mampu beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi digital agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. Meskipun penggunaan media sosial sebagai sarana promosi telah cukup dikenal, sebagian besar masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan teknologi digital untuk pengelolaan operasional usaha, seperti pencatatan transaksi, manajemen persediaan, pelayanan pelanggan, dan evaluasi usaha. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital, Universitas Bakti Tunas Husada, bertempat di SMK Sobat Bumi. Sasaran kegiatan meliputi akademisi, pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, karang taruna, serta masyarakat setempat. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai optimalisasi pengelolaan operasi bisnis digital dalam memperkuat keberlanjutan usaha di era digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, yang mencakup sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep bisnis digital, pengelolaan operasi usaha, serta penerapan teknologi digital dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Peserta mampu memahami pentingnya integrasi teknologi tidak hanya untuk promosi, tetapi juga untuk pencatatan usaha, pengelolaan pelanggan, perencanaan operasional, dan evaluasi kinerja usaha. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi platform digital sebagai sarana pengembangan usaha yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan pasar. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital masyarakat serta penguatan kapasitas usaha lokal. Program ini menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mendukung keberlanjutan usaha berbasis teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dalam menghadapi transformasi digital.
DAMPAK BRANDING DAN CUSTOMER ENGAGEMENT TERHADAP KINERJA BISNIS DIGITAL Sutopo Sutopo; Sudianto
Journal of Information Systems Management and Digital Business Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jismdb.v3i3.3773

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital telah mengubah pola persaingan bisnis, khususnya pada sektor bisnis digital yang mengandalkan platform daring, media sosial, dan teknologi berbasis data. Dalam kondisi persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan tidak hanya dituntut menyediakan produk dan layanan berkualitas, tetapi juga membangun identitas merek yang kuat serta menciptakan keterlibatan pelanggan secara berkelanjutan. Branding dan customer engagement menjadi dua faktor strategis yang dipandang mampu meningkatkan kinerja bisnis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak branding dan customer engagement terhadap kinerja bisnis digital melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literature review melalui analisis berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional, jurnal internasional, buku referensi, dan sumber akademik lain yang relevan. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian terdahulu berdasarkan tema utama yang berkaitan dengan branding, customer engagement, dan kinerja bisnis digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa branding berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis digital melalui peningkatan kesadaran merek, kepercayaan pelanggan, dan diferensiasi pasar. Customer engagement juga memberikan kontribusi signifikan melalui interaksi aktif pelanggan, pengalaman digital, serta pembentukan hubungan emosional yang mendorong loyalitas dan retensi pelanggan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa branding dan customer engagement memiliki hubungan sinergis, di mana kekuatan merek mendorong keterlibatan pelanggan, sementara engagement yang tinggi memperkuat citra merek melalui pengalaman positif pelanggan. Secara keseluruhan, kedua variabel tersebut berperan penting dalam meningkatkan kinerja bisnis digital, baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen pemasaran digital serta kontribusi praktis bagi pelaku usaha dalam merumuskan strategi bisnis berbasis penguatan merek dan pengalaman pelanggan.
EXPLORING THE ROLE OF BRAND AWARENESS IN BUILDING CONSUMER TRUST IN ONLINE-BASED MSMEs Sutopo Sutopo; Sudianto; Abdul Hamid
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v3i2.3231

Abstract

The growth of online-based MSMEs in Indonesia is strengthening along with the increasing adoption of digital technology and the shift in consumer behavior to the online space. In the context of intense competition and high uncertainty of online transactions, brand awareness is a key element in building consumer trust. This study aims to explore the role of brand awareness in building consumer trust in online-based MSMEs through a literature review (library research). Data were collected from scientific journal articles and relevant books accessed online through Google Scholar and various other credible literature sources. The results of the study indicate that brand awareness not only functions as brand recognition but also serves as a gateway for the formation of consumer perceptions of quality, credibility, and a sense of security. Brand awareness contributes to various trust indicators, such as product reliability, brand integrity, transaction security, competence, performance consistency, goodwill, information transparency, reputation, after-sales service, and the quality of brand communication. In the online MSME ecosystem, digital marketing, social media, and marketplaces serve as strategic channels for building awareness and trust simultaneously. This study develops a conceptual model that positions brand awareness as an initial variable that influences the formation of consumer trust through factors such as product quality, reputation, consumer experience, and digital marketing effectiveness. These findings provide implications for online MSMEs to prioritize strengthening brand awareness as a fundamental strategy for building and maintaining consumer trust in a highly competitive digital environment.
- TRANSFORMASI DIGITAL KOMUNITAS LOKAL MENUJU MODEL BISNIS BERKELANJUTAN UNTUK MENGHADAPI ERA DIGITALISASI MASA DEPAN DI KELURAHAN URUG, TASIKMALAYA: - Sutopo Sutopo; Sudianto; Adie Pamungkas; Jeffry Nugraha; Hana Diana Maria; Falerina Rahmatunnisa Chaniago; Azhar Muntaha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v2i4.3153

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma bisnis dan sosial masyarakat, menuntut komunitas lokal untuk beradaptasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital komunitas lokal di Kelurahan Urug, Tasikmalaya, melalui penguatan kapasitas digital dan pengembangan model bisnis berkelanjutan berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi literasi digital, pelatihan penggunaan platform e-commerce, serta pendampingan dalam perancangan strategi bisnis yang adaptif terhadap teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya digitalisasi, kemampuan mengelola usaha melalui media digital, serta terbentuknya kesadaran kolektif akan nilai keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi. Selain itu, kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah kelurahan, dan akademisi menghasilkan rancangan model bisnis inklusif yang mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis teknologi. Transformasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi komunitas Urug dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan digital tidak hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga tentang membangun ekosistem sosial-ekonomi yang adaptif dan berdaya tahan terhadap perubahan global.