Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Developing Intercultural Competence through Children’s Literature in German Language Learning Andina Meutia Hawa; Anne Pratiwi; Dyani Prades Pratiwi; Fakhria Nesa; Roma Kyo Kae Saniro; Ahmad Hamidi
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.13201

Abstract

Mastering a foreign language requires not only linguistic skills but also the development of intercultural competence. This study aims to analyze the use of the German children's novel entitled Emil und die Detektive by Erich Kästner as a medium for developing students' intercultural competence in German language learning in Indonesia. This study uses a descriptive qualitative approach with thematic analysis of literary works. Data in the form of narratives, dialogues, and character actions were collected through listening and note-taking, then analyzed using literary analysis with reference to Michael Byram's Intercultural Communicative Competence (ICC) framework. Data validity was strengthened through triangulation of sources and theories. The results of the study indicate that the novel Emil und die Detektive embodies values of intercultural understanding, such as independence, solidarity, honesty, vigilance, and equal relations between children and adults. These values have the potential to be integrated into German language learning through discussion activities, interpretive writing, and literary appreciation. Therefore, language learning is not only oriented towards linguistic mastery but also contributes to the development of empathy, interpretation skills, cross-cultural interaction, and critical cultural awareness in line with Byram's ICC model.
Transformasi Folklor Indonesia dalam Game Roblox sebagai Media Pendidikan Nilai, Kearifan Lokal, dan Kreativitas Budaya Digital Roma Kyo Kae Saniro; M. Yusuf; Alvin Pratama; Andina Meutia Hawa; Ahmad Hamidi
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung 2026: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengkaji transformasi folklor Indonesia dalam gim Roblox sebagai sastra digital, media pendidikan nilai, kearifan lokal, dan kreativitas budaya digital, dengan menempatkan gim sebagai praktik budaya, bukan sekadar hiburan. Hal ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media interaktif telah mendorong transformasi folklor Indonesia dari tradisi lisan dan teks ke dalam medium gim digital. Roblox, sebagai platform dunia virtual partisipatoris, membuka ruang baru bagi folklor untuk dihadirkan sebagai pengalaman naratif interaktif. Metode yang digunakan berupa metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif berbasis humaniora digital. Data diperoleh melalui studi pustaka dan analisis terhadap transkrip siaran langsung permainan gim horor Roblox bertema folklor Indonesia yang dipublikasikan di platform digital. Data dianalisis sebagai teks budaya digital multimodal yang mencakup aspek naratif, visual, audio, bahasa lisan, dan interaksi sosial, untuk memahami bagaimana folklor direpresentasikan, dinegosiasikan, dan dimaknai dalam praktik bermain dan streaming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roblox berfungsi sebagai teks sastra digital interaktif yang bersifat ergodik, di mana narasi folklor tidak disajikan secara linear, melainkan dibangun melalui eksplorasi ruang, mekanika permainan, dan pilihan tindakan pemain. Folklor hadir sebagai pengalaman imersif dan performatif, yang melibatkan emosi, tubuh, dan respons afektif pemain. Kearifan lokal direpresentasikan melalui sistem tanda budaya yang terintegrasi dalam lingkungan virtual dan struktur permainan, seperti norma sosial, larangan adat, dan konsekuensi naratif. Pendidikan nilai berlangsung secara eksperiensial melalui logika sebab–akibat, bukan melalui pesan moral eksplisit, sehingga pemain menginternalisasi nilai budaya melalui pengalaman bermain. Selain itu, transformasi folklor ke dalam estetika horor dan mekanika gim modern menunjukkan praktik kreativitas budaya digital, di mana tradisi lokal direinterpretasi dan dihidupkan kembali sesuai dengan logika media interaktif.
Codicological Patterns And Regional Variation On Islamic Manuscripts In Sumatra Roma Kyo Kae Saniro; Ahmad Hamidi
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 02 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i02.14425

Abstract

The Islamic books of Sumatra provide primary evidence for mapping the material heritage, intellectual history and social transmission of Islam in Southeast Asia. While these manuscripts are frequently noted as significant, textual work has advanced much more thoroughly than the codicology of such objects This study examines the codicological features of Islamic manuscripts in Sumatra and identifies regional variations and local adaptations in relation to textual functions and social uses. This study employs a qualitative descriptive-analytical method using a codicological approach. The data consist of codicological descriptions of Islamic manuscripts from various regions in Sumatra, including information on manuscript materials, script types, ink colors, page layout, orientation, dimensions, and physical characteristics. The data were compared and analyzed thematically to identify similarities and differences among manuscripts from different regions. The findings show that Islamic manuscripts in Sumatra share several codicological features, including the widespread use of European paper and Arabic-based scripts, while regional differences reflect local adaptations and specific social functions. The analysis also shows that codicological features are closely related to textual genres and patterns of manuscript use. Ultimately, a codicological reading of Islamic manuscripts not only provides an important way of reading these documents as socio-historical artefacts but also supports philology by embedding texts within their materiality and culture.   Manuskrip Islam dari Sumatra merupakan sumber penting untuk memahami budaya material, sejarah intelektual, dan transmisi sosial Islam di Asia Tenggara. Meskipun penting, studi tentang manuskrip ini sebagian besar berfokus pada konten tekstual, sementara aspek kodikologis kurang mendapat perhatian sistematis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur kodikologis manuskrip Islam di Sumatra guna mengidentifikasi pola regional, variasi lokal, dan hubungannya dengan fungsi tekstual dan penggunaan sosial. Metode deskriptif-analitis kualitatif dengan analisis kodikologis digunakan pada penelitian ini. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan komparatif manuskrip Islam yang terdokumentasi dari beberapa wilayah di Sumatra, dengan fokus pada bahan tulis, aksara, tata letak halaman, tinta, ukuran manuskrip, dan kondisi fisik. Analisis data dilakukan secara tematik untuk memeroleh persamaan dan perbedaan antarwilayah. Temuan menunjukkan bahwa manuskrip Islam di Sumatra memiliki ciri-ciri kodikologis yang sama, seperti penggunaan dominan kertas Eropa dan aksara berbasis Arab, yang menunjukkan integrasi ke dalam jaringan Islam yang lebih luas. Pada saat yang sama, variasi regional dalam media, tata letak, dan aksara mencerminkan adaptasi lokal dan fungsi sosial yang berbeda. Studi ini juga menunjukkan hubungan erat antara bentuk kodikologis, genre tekstual, dan pola penggunaan. Kesimpulannya, pendekatan kodikologis memberikan wawasan kritis terhadap manuskrip Islam di Sumatra sebagai artefak sosial dan memperkuat penelitian filologis dengan menempatkan teks dalam konteks material dan budayanya.