Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DAN GERAKAN SIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR DI SD NEGERI 17 KOTA BENGKULU Syauqul Jannah; Devi Novia
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v4i2.2537

Abstract

Dental health education for children is one of the efforts to instill an understanding in children that dental health is important. There are so many choices of health education methods to support good communication. The most commonly used conventional counseling method is lectures, which is a way of teaching through the presentation of facts and ideas orally, with or without media. Another educational method that is also effective and interesting for children is the storytelling method. This study was conducted to determine differences in the level of knowledge of dental and oral health after counseling using conventional methods and storytelling activities in grade 1 students at SD 17 Bengkulu. The total population of this study was 64 children. The results of the counseling conducted at SD 17 Bengkulu showed that grade 1 children still did not have sufficient knowledge about caring for their teeth and mouth, because children at SD 17 Bengkulu rarely received examinations and counseling about dental and oral health from the local health center.
REVIEW JURNAL : AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) Syauqul Jannah; Muthia Nurhidayah; Karina Primatyas Ningrum; Yusna Fadliyyah Apriyanti; Desy Amalia; Delta Baharyati
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23257

Abstract

Di Indonesia, tanaman yang umum adalah pepaya (Carica papaya L.), karena terdapat berbagai macam zat bioaktif dengan kemampuan antioksidan, terutama pada bagian buah dan daunnya. Baik daun maupun buah pepaya diketahui mengandung vitamin C, tokoferol, senyawa fenolik, serta β-karoten yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas. Dengan menetralkan radikal bebas dan zat kimia reaktif, antioksidan mencegah reaksi oksidasi dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai aktivitas antioksidan dari berbagai bagian tanaman pepaya. Setiap bagian tanaman yang diekstraksi menggunakan jenis pelarut berbeda menunjukkan variasi tingkat aktivitas antioksidan. Kajian ini dilakukan melalui metode studi pustaka dengan pendekatan tinjauan naratif, menggunakan sumber literatur dari basis data seperti PubMed, Google Scholar, MDPI, ScienceDirect, dan ResearchGate. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi tertentu untuk memperoleh jurnal yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa bagian pepaya yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi buah, kulit, dan daun, dengan aktivitas tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol daun pepaya dengan nilai IC50 8,71 µg/mL.
Analisis Kromatografi dan Kuantifikasi Alkaloid pada Fraksi Etil Asetat Kulit Pepaya California (Carica papaya L.) menggunakan teknik Spektrofotometri UV-Vis Syauqul Jannah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i3.9700

Abstract

Kulit buah pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan nutrisi yang sebanding dengan bagian daging buahnya, meskipun konsentrasinya tidak sama. Pada kulit buah yang masih muda, kandungan enzim lebih melimpah, termasuk vitamin A, B1, vitamin C, serta mineral, protein, lemak, karbohidrat, flavonoid, alkaloid, dan fenol. Alkaloid merupakan salah satu senyawa tersebut, umumnya berbentuk garam organik yang padat, kristalin, serta tidak berwarna. Tumbuhan dengan rasa cenderung pahit biasanya mengandung alkaloid. Senyawa ini diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti memengaruhi sistem saraf, menurunkan tekanan darah (hipotensi), meredakan nyeri (analgesik), bersifat antimikroba, penenang, serta digunakan dalam pengobatan penyakit jantung.Berdasarkan penelitian sebelumnya melalui uji fitokimia, kulit pepaya terbukti mengandung alkaloid, tanin, steroid, saponin, dan flavonoid, yang semuanya berperan sebagai senyawa antibakteri. Dengan demikian, penelitian ini berfokus pada analisis kandungan alkaloid dalam fraksi etil asetat kulit Pepaya California (Carica papaya L.) menggunakan teknik Spektrofotometri UV-Vis.Pelaksanaan penelitian berlangsung di Laboratorium Kimia dan Fitokimia Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu. Simplisia kulit pepaya California diekstraksi menggunakan metode maserasi, kemudian difraksinasi, diikuti dengan identifikasi alkaloid dan uji konfirmasi melalui kromatografi lapis tipis (KLT). Selanjutnya, penetapan kadar alkaloid dilakukan menggunakan teknik Spektrofotometri UV-Vis.Hasil identifikasi menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari kulit pepaya California positif mengandung alkaloid. Uji konfirmasi dengan KLT menghasilkan nilai Rf sebesar 0,86. Sedangkan penentuan kadar alkaloid menggunakan spektrofotometri UV-Vis memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,582%.