Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi dan Numerasi Siswa: Sistematik Literatur Review Dewi Sartika; Ketut Suma; I Nyoman Jampel; Made Candisa; Syarifuddin Syarifuddin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka serta kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan literasi dan numerasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari scopus melalui proses pencarian, penyaringan, dan seleksi studi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 60 artikel teridentifikasi pada tahap awal, kemudian diseleksi menjadi 50 artikel pada tahap screening, dan akhirnya 16 artikel dipilih sebagai sumber utama dalam analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka berorientasi pada penyesuaian pembelajaran berdasarkan kebutuhan, minat, dan karakteristik siswa. Strategi yang digunakan meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk, dengan dominasi pada diferensiasi proses. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi sering diintegrasikan dengan pendekatan student-centered learning dan personalized learning. Secara empiris, pendekatan ini terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan literasi dan numerasi siswa, terutama dalam meningkatkan hasil belajar, pemahaman konseptual, serta motivasi dan keterlibatan siswa. Efektivitas pembelajaran sangat bergantung pada kualitas implementasi, khususnya kompetensi guru, penggunaan asesmen diagnostik, serta dukungan institusional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui sintesis komprehensif mengenai hubungan antara pembelajaran berdiferensiasi dan capaian literasi serta numerasi dalam konteks Kurikulum Merdeka. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi acuan bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan model pembelajaran adaptif yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan siswa.
Integrasi Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Matematika: Tren, Praktik, dan Implikasinya terhadap Literasi Numerasi Abad ke-21 Sebuah Systematic Literature Review Dewi Sartika; Lisda Ramdhani; I Made Pageh; I Putu Sriartha; Wayan Mudana
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5467

Abstract

This study aims to analyses the trends, practices, and implications of integrating multicultural education into mathematics learning to strengthen 21st-century numeracy literacy through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Contemporary mathematics education faces global demands to deliver learning that not only emphasizes cognitive achievement but is also sensitive to cultural diversity, responsive to technological advancement, and relevant to modern life. Ethnomathematics, digital literacy, multiliteracies, and culturally responsive pedagogy have emerged as key components increasingly integrated into mathematics instruction to enhance creativity, critical thinking skills, numeracy literacy, and active student engagement. This review examined 23 articles published between 2018 and 2025 related to ethnomathematics, multicultural pedagogy, numeracy literacy, and educational technology. The findings indicate that integrating multicultural education significantly strengthens conceptual understanding, promotes higher-order thinking skills (HOTS), supports the development of students’ cultural identity, and increases motivation and learning engagement. Ethnomathematics has proven effective as a bridge connecting formal mathematical concepts with local cultural practices, while the use of technologies such as e-learning platforms, mobile modules, and digital media enables more contextual, adaptive, and inclusive learning environments. However, several gaps were identified in the existing literature. First, most studies remain fragmented, focusing separately on ethnomathematics or digital literacy without proposing a comprehensive integrative framework that systematically combines multicultural, numeracy, and technological dimensions within mathematics learning. Second, longitudinal studies examining the long-term impact of multicultural approaches on 21st-century numeracy literacy outcomes are still limited. Third, cross-cultural and cross-educational-level comparative research remains scarce, restricting the generalizability of findings across diverse contexts. Therefore, further research is needed to develop holistic conceptual and practical models that reinforce the strategic role of multicultural mathematics education in preparing numerate, inclusive, and globally adaptive generations.