Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka serta kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan literasi dan numerasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari scopus melalui proses pencarian, penyaringan, dan seleksi studi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 60 artikel teridentifikasi pada tahap awal, kemudian diseleksi menjadi 50 artikel pada tahap screening, dan akhirnya 16 artikel dipilih sebagai sumber utama dalam analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka berorientasi pada penyesuaian pembelajaran berdasarkan kebutuhan, minat, dan karakteristik siswa. Strategi yang digunakan meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk, dengan dominasi pada diferensiasi proses. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi sering diintegrasikan dengan pendekatan student-centered learning dan personalized learning. Secara empiris, pendekatan ini terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan literasi dan numerasi siswa, terutama dalam meningkatkan hasil belajar, pemahaman konseptual, serta motivasi dan keterlibatan siswa. Efektivitas pembelajaran sangat bergantung pada kualitas implementasi, khususnya kompetensi guru, penggunaan asesmen diagnostik, serta dukungan institusional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui sintesis komprehensif mengenai hubungan antara pembelajaran berdiferensiasi dan capaian literasi serta numerasi dalam konteks Kurikulum Merdeka. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi acuan bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan model pembelajaran adaptif yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan siswa.
Copyrights © 2026