Rini Eka Lestari
Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODERISASI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI ERA DIGITAL: TINJAUAN TERHADAP APLIKASI NGAJI.AI SEBAGAI PENDONGKRAK LITERASI AL-QUR’AN Rini Eka Lestari; Adrian Maulana; Muna Waroh; Dian Oktaviani; Husni Idris
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6734

Abstract

Rendahnya literasi al-Qur'an telah mendongkrak teknologi untuk ikut andil mengatasinya, salah satunya dengan hadirnya inovasi aplikasi Ngaji.ai. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bagaimana modernisasi pembelajaran dan literasi al-Qur'an melalui aplikasi Ngaji.ai. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan, pengumpulan data melalui analisis secara langsung aplikasi Ngaji.ai dan artikel terdahulu sebagai sumber data penunjang, menggunakan analisis isi untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu Aplikasi Ngaji.ai menyediakan fitur koreksi bacaan secara otomatis, kelas pra-tahsin dan tahsin, tadarus, papan penilaian, jadwal sholat, ujian tahsin dan audio bacaan al-Qur'an. Ngaji.ai untuk latihan bacaan dan koreksi bacaan otomatis. Aplikasi Ngaji.ai memiliki manfaat yang banyak bila digunakan secara bijak, namun terdapat tantangan yang perlu dihadapi seperti ketergantungan dengan internet, kurangnya intraksi secara langsung dan keakuratan materi. Jika tidak diperhatikan, tantangan ini bisa menjadi penghambat, maka perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasinya seperti mengadakan pendidikan digital, pengawasan dan peredaman guru juga orang tua, motivasi dan kesadaran diri. Al-Qur'an telah mengisyaratkan bahwa dengan teknologi dapat membantu dan memudahkan segala urusan manusia jika digunakan dengan baik dan bijak. Namun terlepas dari itu, teknologi hanyalah alat dan peran guru tidak bisa digantikan oleh apa pun.
MODERISASI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI ERA DIGITAL: TINJAUAN TERHADAP APLIKASI NGAJI.AI SEBAGAI PENDONGKRAK LITERASI AL-QUR’AN Rini Eka Lestari; Adrian Maulana; Muna Waroh; Dian Oktaviani; Husni Idris
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6734

Abstract

Rendahnya literasi al-Qur'an telah mendongkrak teknologi untuk ikut andil mengatasinya, salah satunya dengan hadirnya inovasi aplikasi Ngaji.ai. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bagaimana modernisasi pembelajaran dan literasi al-Qur'an melalui aplikasi Ngaji.ai. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan, pengumpulan data melalui analisis secara langsung aplikasi Ngaji.ai dan artikel terdahulu sebagai sumber data penunjang, menggunakan analisis isi untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu Aplikasi Ngaji.ai menyediakan fitur koreksi bacaan secara otomatis, kelas pra-tahsin dan tahsin, tadarus, papan penilaian, jadwal sholat, ujian tahsin dan audio bacaan al-Qur'an. Ngaji.ai untuk latihan bacaan dan koreksi bacaan otomatis. Aplikasi Ngaji.ai memiliki manfaat yang banyak bila digunakan secara bijak, namun terdapat tantangan yang perlu dihadapi seperti ketergantungan dengan internet, kurangnya intraksi secara langsung dan keakuratan materi. Jika tidak diperhatikan, tantangan ini bisa menjadi penghambat, maka perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasinya seperti mengadakan pendidikan digital, pengawasan dan peredaman guru juga orang tua, motivasi dan kesadaran diri. Al-Qur'an telah mengisyaratkan bahwa dengan teknologi dapat membantu dan memudahkan segala urusan manusia jika digunakan dengan baik dan bijak. Namun terlepas dari itu, teknologi hanyalah alat dan peran guru tidak bisa digantikan oleh apa pun.
Kebijakan Pendidikan Islam di Indonesia dan Mesir (Historis, Kurikulum, Tantangan, Implikasi) Rini Eka Lestari; Sri Susmiati; Sabran Sabran
JoEMS (Journal of Education and Management Studies) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/joems.v9i2.1738

Abstract

Purpose: This study aims to comparatively analyze Islamic education policies in Indonesia and Egypt by examining their historical, political, institutional, curricular aspects, and challenges. Methodology/approach: This research employs a qualitative literature study with a comparative approach, focusing on differences and similarities between Islamic education policies in Indonesia and Egypt. Data sources are obtained from relevant academic journal articles, and data are analyzed using content analysis techniques. Findings: The findings indicate that Islamic education in Indonesia has evolved from the traditional pesantren and madrasah systems, which have subsequently been integrated into the national education system under the coordination of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia. The Indonesian system is characterized by decentralization, inclusivity, and a balanced integration of religious and general knowledge, reflecting the country’s socio-cultural context. In contrast, Islamic education in Egypt is highly institutionalized and centralized through Al-Azhar University, which maintains a long historical continuity and emphasizes the study of turats (classical Islamic heritage) and classical scholarly authority. These differences reflect two contemporary models of Islamic education: one that is open and adaptive to modern developments, and another that is strong in preserving tradition and classical scholarly authority. Practical implications: Indonesia can enhance the quality of Islamic education through the integration of religious and general curricula, the improvement of teacher competencies, and international collaboration with Egypt. Originality/value: The novelty of this study lies in the typology of adaptive-integrative and authoritative-traditional models. This typology theoretically explains the dynamics between adapting to modernity and preserving classical scholarly traditions.