Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Potensi Diri Melalui Tes Bakat Dan Tes Minat Siswa SMA Negeri 1 Kota Bima Tahun 2025 Juanda Juanda; Ulfatul Mutahidah
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4080

Abstract

Dalam rangka penjurusan siswa di sekolah, tes bakat dan tes Minat Jabatan siswa berperan penting. Namun mayoritas siswa bahkan pihak sekolah belum memahami fungsi memaksimalkan potensi melalui tes untuk mengidentifikasi bakat dan potensi siswa agar penempatan siswa sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing. Kegiatan tes minat dan bakat ini dilakukan di SMA negeri 1 Kota Bima sebagai salah satu sekolah yang rutin menyelenggarakan tes minat dan bakat untuk penempatan siswa pada jurusan IPA, IPS dan Bahasa serta untuk menentukan siswa pada kelas akselerasi /Kelas SKS dan kelas Unggulan. Data hasil tes ini adalah untuk memberikan pemahaman siswa terkait bakat dsn minat yang dimiliki serta melihat deskripsi potensi jurusan sesuai minat dan bakat siswa. Hasil tes minat-bakat yang telah dilakukan menunjukkan gambaran yang normatif, artinya deskripsi bakat- minat siswa sesuai dengan teori dan kemampuan siswa. Taraf potensi umum para siswa di SMA Negeri 1 Kota Bima, juga menunjukkan taraf yang cukup memadai dan sesuai dengan pilihan jurusan yang diinginkan sehingga para siswa dan orangtua mengetahui profil putra dan putrinya untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi (akademi/universitas) sesuai dengan minat dan bakat (kemampuan hususnya).
Implementasi Nilai-Nilai Orangtua Dengan Pendidik Dalam Pengembangan Karakter Disiplin Peserta Didik SMK Nurhayati Nurhayati; Nurrahmania Nurrahmania; Amiruddin Amiruddin; Israfil Israfil; Nasution Nasution; Juanda Juanda; Muhamadiah Muhamadiah
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4408

Abstract

penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai yang ditanamkan dalam proses pengasuhan orangtua dengan guru di Sekolah dalam mengembangkan karakter disiplin peserta didik. Nilai-nilai dasar sangat penting dalam mengambangkan karakter disiplin. Orangtua merupakan pendidik pertama dalam perkembangan karakter disiplin peserta didik, kemudian dilajutkan oleh pendidik/guru di sekolah secara konsisten. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa kearifan lokal yang telah mengakar dalam budaya dan nilai-nilai yang berlaku dalam praktik hidup masyarakat telah terkikis, seperti pola pergaulan, moral, kebiasaan hidup, kepercayaan yang mempengaruhi karakter peserta didik. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam. Subjek penelitian ini peserta didik SMK Negeri 3 Kota Bima. Analisis data etnografi dimaksudkan untuk memahami secara lebih mendalam terhadap catatan lapangan, hasil wawancara yang dikumpulkan berupa gambaran peristiwa, budaya, perilaku sosial dan nilai-nilai yang dianut oleh orangtua dan guru di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi nilai-nilai orangtua dengan nilai-nilai pendidik/guru di sekolah dalam mengembangkan karakter disiplin cukup baik, orangtua dan guru saling mendukung akan tetapi masih terdapat beberapa kendala dan persoalan yang perlu dibicaran secara terbuka antara orangtua dan guru di sekolah. Hal ini disimpulkan bahwa, pada awal tahun masuk orangtua berkonsultasi dengan guru, orangtua memberikan informasi tentang anaknya tetapi bila ada hal-hal yang negatif orangtua cenderung sungkan untuk menyampaikan, orangtua bersedia membantu guru untuk kepentingan peserta didik. Tetapi ada beberapa hal yang masih kurang seperti kurangnya contoh sikap disiplin dari guru (beberapa guru sering terlambat masuk kelas, kurang tepat waktu), guru bersikap kasar (secara verbal dan non-verbal), guru terkadang kurang adil dalam melayani peserta didik, orangtua terkadang tidak konsisten dengan aturan.