Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Influence of User-Generated Content (UGC) on Brand Trust and Purchase Intention of Local Fashion Products Jopinus Saragih; Hendri Mayanta; Rosmita Purba
Mount Hope Economic Global Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/mega.v3i3.1021

Abstract

This study examines the effect of User-Generated Content (UGC) on brand trust and purchase intention for local fashion products in Indonesia. The research is motivated by the rapid growth of the local fashion industry alongside the challenge faced by local brands in building trust when competing with internationally resourced brands. Widely shared UGC on platforms such as Instagram and TikTok is expected to enhance engagement and drive purchase intention through mechanisms including social proof, source credibility, and cognitive/affective value processing. Using a mixed-methods design with a sequential explanatory approach, the study combines a quantitative survey phase with a qualitative phase involving netnography and interviews. The findings indicate that UGC significantly influences both brand trust and purchase intention. Specifically, UGC authenticity increases perceived credibility, which in turn strengthens brand trust; visual quality shapes aesthetic appeal and subsequently affects purchase intention; and social proof impacts purchase intention through normative influence. The effectiveness of UGC is also moderated by product involvement, platform type, and cultural relevance. The study further develops the Fashion Local UGC Impact Model (FLUIM), integrating UGC characteristics, creator attributes, platform dynamics, processing mechanisms, and outcomes in the form of trust and purchase intention. Practical implications are provided to help local fashion brands leverage UGC strategies that balance authenticity and quality, strengthen cultural relevance, and build engaged communities.
PENINGKATAN EFISIENSI LAYANAN SEKOLAH DASAR NEGERI VIA REDESIGN PROSES ADMINISTRASI ORANG TUA SISWA Jopinus Saragih; Hendri Mayanta; Rosmita Purba
Jurnal Industri Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2025): Pengembangan Komunikasi Visual dan Komunikasi Digital
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/visisakti.v3i2.1029

Abstract

This Community Service Program (PKM) activity aims to improve the efficiency of administrative services for parents of students in public elementary schools through redesigning the main service processes (e.g., registration/re-registration, committee payments/contributions, processing of certificates, report card collection, transfer applications, and complaints). Common problems encountered were long waiting times during peak hours, inconsistent requirements information, repeated form completion, multiple approval flows, and difficult-to-track document archives. Interventions were carried out by mapping the as-is process, measuring service time, identifying waste, designing the to-be process (simplifying steps, standardizing forms, communication channels, and scheduling services), developing SOPs and document templates, and conducting implementation trials. Evaluation was carried out by comparing the KPIs before and after: waiting time, processing time, number of steps, error/rework rate, and parent satisfaction. The outputs were a new process map, service SOPs, a standardized form package, and a simple monitoring dashboard for sustainability.
Dampak Dan Peran Kepemimpinan Visioner Dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Di Tingkat Kecamatan Rosmita Purba; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1704

Abstract

Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Pada dasarnya anak yang mengalami kegagalan tumbuh kembang atau dalam konsisi Stunting akan sangat rentan terhadap penyakit, kecerdasan kurang normal, dan pada akhirnya akan menyebabkan daya produktivitas rendah sehingga efek jangka panjangnya Angka Kemiskinan akan tinggi. Oleh karena itu, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun periode 2024-2029 telah melakukan perubahan RPJMD Kabupaten Simalungun Tahun 2024-2029 dengan memasukan Indikator Persentase BalitaStunting menjadi Indikator sasaran yang secara otomatis menjadi tanggungjawab semua OPD terkait tidak hanya Dinas Kesehatan PPKB saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemimpin visioner dalam pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting. Jenis penelitian yang digunakan dalam ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan stranas 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting dari Bappenas yang meliputi Aksi ke 1: AnalisisSituasi, 2: Penyusunan Rencana Kegiatan, 3: Rembuk Stunting, 4: Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa, 5: Pembinaan KaderPembangunan Manusia, 6: Sistem Manajemen Data, 7: Pengukuran dan Publikasi Data Stunting, 8: Review Kinerja Tahunan denganteknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melaluli wawancara dan studi dokumentasi. Pencegahanstunting dilakukan melalui 8 aksi integrasi yang terpadu, mencangkup intervensi gizi spesifik dan sensitif. Melalui kegiatan ini makapemerintah Kabupaten Simalungun mampu untuk menyesar kelompok prioritas yang selanjutnya digunakan sebagai kunci pemberian intervensi dan perbaikan tumbuh kembang sehingga keberhasilan dalam rangka menekan angka stunting akan tercapai. Sehingga peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan dalam setiap langkah aksi integrasi adanya komitmen pimpinan tertinggi di setiap level sehingga diharapkan program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan maksimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.