Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kebisingan Pada Lantai Produksi Sawmil Terhadap Produktivitas Pekerja Di PT. Rimba Kencana Abadi Rico Yolanda M Arifin; Nurmalawati Nurmalawati
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i2.11902

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 mengenai Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja, Nilai Ambang Batas (NAB) merupakan batas maksimal dari paparan faktor bahaya di lingkungan kerja, yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang waktu (time weighted average). Nilai ini menunjukkan tingkat paparan yang masih dapat diterima oleh pekerja tanpa menimbulkan dampak kesehatan, apabila terpapar selama maksimal 8 jam per hari atau 40 jam dalam seminggu. Apabila tingkat kebisingan melebihi NAB, yaitu 85 dBA selama periode 8 jam kerja, maka hal tersebut dapat memicu gangguan kesehatan dan keselamatan kerja, termasuk menurunnya produktivitas tenaga kerja.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kebisingan memiliki pengaruh terhadap produktivitas pekerja pada lantai produksi sawmil di PT. Rimba Kencana Abadi dengan menggunakan metode ergonomi, metode observasional dan desain studi potong lintang (cross sectional). Hasil dan pembahasan pada penilitian ini adalah pengukuran, tingkat kebisingan yang berasal dari mesin sawmil menunjukkan nilai minimum sebesar 57 dBA, rata-rata sebesar 105 dBA, dan nilai maksimum mencapai 110 dBA, dan hasil uji validitas 6 butir pertanyaan dikatkan valid dikarenakan r hitung < 0,361, dan untuk uji realibitas data yang diperoleh sudah dikatan reliable karena 0,361 < 0,6 – 0,7 .Kesimpulan, nilai pearson Chi-Square = 30, dengan p value ( Asymp. Sig) = 0,000, dikarenakan p < 0,05 maka antara variabel X dan variable Y memiliki hubungan yang sangat signifikan atau sangat mempengaruhi. Setelah dilakukannya Uji Chi Square maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh kebisingan sangat besar terhadap produktivitas pekerja di lantai produksi sawmil PT. Rimba Kencana Abadi.
Anthropometry–Kansei for ergonomic assistive device design Meri Andriani; Dewiyana Dewiyana; Taufan Arif Adlie; Nurmalawati Nurmalawati; Yusri Nadya; Leni Putma Sari; Bayu Revanza; Novianda Novianda; Yusnawati Yusnawati
Jurnal Polimesin Vol 24, No 1 (2026): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i1.8345

Abstract

Manual work using non-ergonomic tools at the packaging station causes workers to bend over for long periods. This condition can increase the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs), thereby reducing worker productivity. The objectives of this study were to determine the greatest pain complaints from workers, design ergonomic aids to reduce MSDs complaints, and analyze worker responses to the ergonomic aids created. The methods used included worker anthropometric measurements, percentile determination, statistical tests to ensure data usability, and Kansei Engineering to identify worker interest in the tool. Results and discussion, popliteal length, popliteal height, and hip width are the dimensions used to design the tool. All dimensions were tested statistically. In the data sufficiency test, all data were declared valid, the data reliability test was declared reliable, and the data normality test stated that the data were normally distributed. The percentile used was the 50th percentile. Worker responses to the tool were evaluated using Kansei Engineering using nine Kansei words. All Kansei words were declared valid with values (0.407- 0.850) exceeding the r-table value, and the reliability test (0.707- 0.791) was declared greater than the Cronbach Alpha limit (5%), so all Kansei words were reliable. In conclusion, the ergonomic aids for packaging workers have a length of 43.65 cm, a height of 44.40 cm, and a width of 33.35 cm, while the evaluation of the aids produced seven descriptors with the highest scores, namely comfortable to use (0.940), safe to use (0.935), light (0.911), easy to use and move (0.913), simple design (0.920), flexible to use (0.951), and very functional when used in the workplace (0.938).
Analisis Dan Desain Mesin Moving Floor Menggunakan Macroergonomic Analysis And Design Fina Puspita Sari; Dewiyana Dewiyana; Nurmalawati Nurmalawati
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i2.11452

Abstract

Analisis dan perancangan mesin moving floor di PT. Perkasa Subur Sakti, khususnya pada unit Boiler yang sebelumnyamenggunakan sistem pengisian bahan bakar secara manual.Permasalahan utama yang diangkat adalah tingginya beban kerjamanual yang dapat berdampak pada efisiensi operasional sertakeselamatan kerja. Untuk menjawab tantangan ini, digunakanpendekatan Macroergonomic Analysis and Design (MEAD) sebagaimetode perancangan sistem yang mempertimbangkan interaksimanusia, teknologi, dan organisasi secara holistik. Metode ini diawalidengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan penyebarankuesioner Standard Nordic Questionnaire (SNQ) untukmengidentifikasi keluhan musculoskeletal dari para pekerja. Selanjutnya dilakukan analisis varian dan evaluasi peran kerja sertaperancangan ulang sistem menggunakan pendekatan iteratif. Hasil perancangan menunjukkan bahwa implementasi mesin moving floordapat secara signifikan mengurangi beban fisik pekerja dan meningkatkan efisiensi proses pengisian bahan bakar boiler.Denganadanya rancangan mesin ini, perusahaan tidak hanya mampumeningkatkan produktivitas, namun juga menciptakan lingkungan kerjayang lebih ergonomis dan aman. Studi ini diharapkan dapat menjadireferensi bagi pengembangan teknologi serupa di sektor industri kelapasawit lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaantenaga kerja manual.
Analisis Kelayakan Mesin Ripple Mill dengan menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness di PT Socfindo Kebun Sei Liput Siti Liza; Nurmalawati Nurmalawati
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i2.11915

Abstract

Mesin Ripple Mill merupakan komponen penting dalam proses pengolahan inti kelapa sawit (kernel) di industri kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan operasional mesin Ripple Mill di PT. Socfindo Kebun Sei Liput. Metode yang digunakan adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE) menilai efektivitas mesin melalui tiga komponen utama, yaitu Rasio Ketersediaan (Availability Ratio), Efisiensi Kinerja (Performance Efficiency), dan Rasio Kualitas (Quality Ratio). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin Ripple Mill masih berada di atas standar internasional sebesar 100%, dengan nilai Availability sebesar 99,7%, nilai Performance sebesar 100% , dan nilai Quality sebesar 100%. Kesimpulan, mesin Ripple Mill pada PT Socfindo Kebun Sei Liput layak untuk digunakan, Hasil nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) berada di atas standar internasional.