Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Gizi Dan Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa Jenri Parlinggoman Hutasoit; Yuni Yolanda; Nurul Amri Komarudin; Rozzy Aprirachman; Adi Mawardin
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): PRAXIS April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/xbqdwd72

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak dan produktivitas sumber daya manusia di masa depan. Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, termasuk wilayah prioritas penanganan Stunting berdasarkan kebijakan pemerintah daerah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan Stunting melalui pendekatan pemberdayaan berbasis edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal. Metode kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan koordinasi lintas sektor, sosialisasi dan edukasi pencegahan Stunting, pelatihan pengolahan pangan lokal bergizi (MP-ASI dan cookies fortifikasi), serta pemberian dukungan pangan pendamping bagi keluarga sasaran. Kegiatan dilaksanakan di Desa Stowe Brang dengan melibatkan kader posyandu, ibu balita, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai Stunting dan gizi seimbang, peningkatan keterampilan praktik pengolahan pangan lokal, serta tingginya partisipasi kader posyandu dan PKK dalam penguatan pesan gizi keluarga. Pendekatan pemberdayaan berbasis pangan lokal ini berpotensi untuk dilanjutkan dan direplikasi sebagai strategi pencegahan Stunting di tingkat desa
Analysis of Ombus-Ombus Gastronomy as Batak Traditional Culinary Heritage Dea Lova Br Tarigan; Amanda Lolita Florida; Annisa Azalia; Mutiara Dinda Azizah; Jenri Parlinggoman Hutasoit; Esi Emilia; Reny Yuliana Siahaan
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ombus-ombus sebagai warisan kuliner Batak melalui pendekatan etnogastronomi yang mengintegrasikan aspek gastronomi, makna simbolik, serta peran sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif yang dilakukan di Siborongborong melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku UMKM, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara gastronomi, ombus-ombus memiliki karakteristik khas berupa penggunaan bahan lokal sederhana, teknik pengolahan tradisional melalui pengukusan, serta penyajian unik dalam kondisi panas yang harus dihembuskan sebelum dikonsumsi. Dari aspek budaya, ombus-ombus dimaknai sebagai simbol kehangatan, kebersamaan, dan ungkapan rasa syukur, meskipun terdapat perbedaan persepsi di masyarakat yang menganggapnya sebagai makanan adat maupun sekadar camilan. Secara sosial, ombus-ombus berperan dalam mempererat hubungan masyarakat melalui konsumsi bersama dalam berbagai aktivitas, sedangkan dari aspek ekonomi, makanan ini menjadi sumber pendapatan bagi pelaku UMKM dan memiliki potensi sebagai daya tarik wisata kuliner. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan berbagai aspek dalam kajian etnogastronomi secara komprehensif. Ombus-ombus tidak hanya dipahami sebagai produk kuliner, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan pariwisata yang berkelanjutan.