Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ethnicity as mobilization infrastructure: Pashtun identity and taliban insurgency in Afghanistan Muhammad Hayyi’ Lana Alkhan; Akbar Farid; Ahmad Fauzi; Zikri Rahmani
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i1.1276

Abstract

This study examines the role of Pashtun ethnicity in Taliban insurgency and post-2021 governance by conceptualizing ethnicity as mobilization infrastructure rather than as a primordial or deterministic cause of conflict. Drawing on a critical narrative review of recent scholarly and policy-oriented literature, this study analyzes how Pashtun identity operates through social networks, territorial ties, normative frameworks, and organizational continuity to enable recruitment, coordination, legitimacy, and political control. The findings show that Pashtun ethnicity has facilitated the Taliban’s organizational resilience and its transition from insurgency to governance, particularly through network-based mobilization and access to territorial sanctuaries. Simultaneously, the selective use of Pashtunwali has contributed to local legitimacy in Pashtun-majority areas while constraining broader national acceptance. The analysis further highlights the dual effect of ethnic dominance in the post-2021 political order: strengthening short-term stability and internal cohesion while exacerbating political exclusion and ethnic grievances. By specifying the mechanisms through which ethnic identity is transformed into mobilization capacity, this article contributes a mechanism-based framework to debates on ethnicity, insurgency, and governance in Afghanistan, offering a non-deterministic and analytically grounded understanding of conflict dynamics in multiethnic societies.
Strategi Smart Governance Melalui Community-Based Tourism di Desa Batu Belubang Akbar Farid; Muhammad Yogie Adha; Tri Indrayati; Ari Agung Nugroho
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7667

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat tata kelola pariwisata Desa Batu Belubang yang selama ini menghadapi ketergantungan pada satu destinasi, ketidaksinkronan peran antaraktor, serta lemahnya kapasitas kelembagaan lokal dalam mengembangkan atraksi wisata berbasis komunitas. Tujuan utama program ini adalah membangun model penguatan tata kelola pariwisata berbasis CBT (Community-Based Tourism) melalui pemetaan masalah, fasilitasi dialog multipihak, dan penyusunan kesepahaman bersama. Prosedur kegiatan mencakup pengumpulan data melalui wawancara dengan Pemerintah Desa, BUMDes, Pokdarwis, serta observasi dan analisis dokumen, yang dipadukan dengan metode analisis SWOT, Segitiga Konflik Galtung, dan kerangka Smart Governance. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas komunitas dalam memahami peran strategisnya, munculnya kesadaran akan diversifikasi atraksi, terbentuknya 10 poin kesepahaman antaraktor desa, serta perbaikan koordinasi antara Pemdes, BUMDes, Pokdarwis, dan dinas terkait. Dampak awal ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu mengurangi ketegangan struktural, memperjelas kewenangan, dan memperkuat kolaborasi lokal. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa integrasi CBT, analisis konflik, dan Smart Governance memberikan kontribusi signifikan bagi transformasi tata kelola pariwisata, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan paket wisata terpadu dan pembentukan regulasi kelembagaan yang berkelanjutan.