Andi Muflihah Darwis
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA DI PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4 MAKASSAR Humairah Latifah; Awaluddin Awaluddin; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26906

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu aspek terpenting dalam keselamatan kerja dan dapat melindungi tenaga kerja yang ada dari berbagai bahaya akibat kerja dan penyakit umum lainnya. Produktivitas tenaga kerja harus dipertimbangkan karena sangat penting bagi bisnis apa pun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, tindakan, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 5 dermaga yaitu dermaga 100 sebanyak 5 orang, dermaga 102 sebanyak 5 orang, dermaga 104 sebanyak 5 orang, dermaga 105 sebanyak 5 orang dan dermaga 150 sebanyak 5 orang, regional sebanyak 9 orang dan PT IKT (Indonesia Kendaraan terminal) sebanyak 10 orang orang, dengan sampel sebesar 31 dan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Adapun variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD yaitu variabel pengetahuan (p=0,005). Sedangkan variabel sikap (p=0,436), tindakan (p=0,365), pengawasan (p=0,830), dan ketersediaan APD (p=304) tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: penggunaan APD dan tidak ada hubungan antara sikap, tindakan, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD. Perusahaan disarankan untuk memberikan reward  untuk pekerja yang rajin menggunakan APD pada saat bekerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA CLEANING SERVICE Andi Nurul Farihah Abustan; Awaluddin Awaluddin; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.27540

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan penurunan keinginan untuk melanjutkan pekerjaan yang disebabkan oleh kondisi-kondisi tertentu. International Labour Organitation (ILO) mencatat bahwa sebanyak dua juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan kerja dan dari 58.115 sampel, 18.828 diantaranya atau sebanyak 32,8% mengalami kelelahan saat bekerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar selama bulan Maret – April 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 29 dengan menggunakan uji statistik chi-square test.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden (20.8%) yang mengalami kelelahan kerja kategori kurang lelah, 16 responden (33.3%) pekerja lelah dan sebanyak 22 responden (45.8%) sangat lelah. Hasil uji pearson chi-square test menunjukkan ada hubungan antara umur (p = 0.001), masa kerja (p = 0.001), beban kerja (p = 0.001) dan IMT (p = 0.001) dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, masa kerja, beban kerja dan IMT dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT.Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Saran bagi pekerja untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik dalam rangka mengurangi kelelahan kerja.
HUBUNGAN TINDAKAN DAN KONDISI TIDAK AMAN DENGAN KEJADIAN HAMPIR CELAKA PEKERJA PT. X Tiara Erditta; Lalu Muhammad Saleh; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31690

Abstract

Latar Belakang: Proyek konstruksi merupakan jenis industri yang paling banyak memberikan kontribusi dalam hal kecelakaan kerja. Berdasarkan piramida kecelakaan, tindakan dan kondisi tidak aman serta kejadian hampir celaka merupakan dasar penyebab kecelakaan yang kerap kali diabaikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tindakan dan kondisi tidak aman dengan kejadian hampir celaka pada pekerja di proyek jalan tol, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini yakni sebanyak 109 responden yang ditentukan dengan metode cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di Proyek Pembangunan Jalan Akses Tol Makassar Newport (Tahap I & II), PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. pada bulan Juli 2023. Kemudian data diolah menggunakan program SPSS. Data ditampilkan dalam bentuk tabel disertai narasi. Hasil: Mayoritas responden melakukan tindakan aman (55,0%), menciptakan kondisi aman (56,0%), dan kejadian hampir celaka berkategori rendah (53,2%). Hasil penelitian pada hipotesis pertama (H1) menunjukkan terdapat hubungan antara tindakan tidak aman dengan kejadian hampir celaka (ρ-value=0,001) dengan korelasi koefisien sedang yaitu 0,326. Hasil penelitian pada hipotesis kedua (H2) menunjukkan terdapat hubungan antara kondisi tidak aman dengan kejadian hampir celaka (ρ-value=0,000) dengan korelasi koefisien sedang yaitu 0,457. Kesimpulan: Tindakan tidak aman, kondisi tidak aman, dan kejadian hampir celaka yang terjadi di proyek jalan tol, PT. Wijaya Karya termasuk dalam kategori aman dan berisiko rendah serta saling berhubungan. Perlu dipertahankan dan ditingkatkan tindakan aman dan kondisi aman di tempat kerja untuk meminimalisir kejadian hampir celaka dan juga kecelakaan kerja.