Apik Indarty Moedjiono
Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL Milka Murua; Apik Indarty Moedjiono; A. Ummu Salmah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.27712

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu merupakan akibat dari proses komplikasi dari tiga determinan utama yakni determinan dekat (gangguan obstetri), determinan antara (pelayanan kesehatan) dan determinan jauh (faktor sosial-demografi). Akumulasi dari ketiga determinan ini menghasilkan determinan utama yakni yang menjadi akar dari permasalahan kematian ibu adalah pelayanan Antenatal care (ANC). ANC merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan SDGs dalam hal penurunan rasio kematian ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan kejadian tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study yang berlangsung selama bulan Mei – Juni 2023 di Puskesmas Kaluku Bodoa. Populasi pada penelitian ini sebanyak 260 ibu hamil trimester 3 dengan sampel minimal sebanyak 130 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling, adapun uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC dengan nilai p=0,010 < 0,05. Selanjutnya terdapat hubungan pengetahuan dengan kunjungan ANC signifikan berdasarkan umur (tidak berisiko p=0,020), pendidikan (rendah p=0,014), paritas (multigravida p=0,033), jarak kehamilan (tidak berisiko p=0,008) dan keterpaparan media (kurang p=0,004). Adapun variabel kejadian tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC tidak berhubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, jarak kehamilan dan keterpaparan media. Kesimpulan: kunjungan ANC ibu hamil berhubungan secara statistik dengan pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan dan tidak berhubungan dengan kejadian tanda bahaya kehamilan.  Ibu hamil sebaiknya menambah wawasan terkait tanda bahaya kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA NIFAS DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN NIFAS Dian Fahira Syam; Apik Indarty Moedjiono; Arif Anwar
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.30172

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan ibu merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan dalam sektor kesehatan, dimana kesehatan ibu mengacu pada kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kesehatan ibu pada fase tersebut harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya tanda-tanda bahaya selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang berlangsung selama bulan April – Juli 2023 di Puskesmas Tamalanrea. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 ibu pasca nifas. Teknik pengambilan sampel secara non random dengan metode  Accidental sampling. Adapun uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas dengan nilai p = 0,009 < 0,05. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan pemeriksaan nifas berdasarkan umur (risiko rendah p=0,042), paritas (multipara p=0,048), tempat persalinan (rumah sakit p=0,037). Adapun variabel kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, tempat persalinan, keterpaparan informasi dan penggunaan KB pasca salin.  Kesimpulan: Kunjungan pemeriksaan nifas berhubungan secara statistik dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas dan tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian tanda bahaya nifas. Pemeriksaan di masa nifas sangat dianjurkan untuk mencegah dan mendeteksi timbulnya tanda bahaya nifas.
ANALISIS FAKTOR PEMANFAATAN PELAYANAN SKRINING KESEHATAN PRA NIKAH KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Alfiah Afifah Suroso; Apik Indarty Moedjiono; Rahma Rahma
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36035

Abstract

Latar Belakang: Skrining kesehatan pra nikah atau premarital screening adalah serangkaian tes pemeriksaan penyakit genetik dan penyakit menular untuk mencegah risiko terjadinya penyakit pada pasangan atau keturunan yang dilakukan sebelum menikah. Cakupan pemeriksaan di Kota Makassar pada tahun 2022 hanya mencapai 19% dari target 90%, dengan cakupan paling rendah di Kecamatan Tallo. Tujuan: Mengetahui adanya hubungan usia, pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan skrining kesehatan pra nikah pada calon pengantin di Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi penelitian seluruh calon pengantin wanita yang mendaftar menikah pada Kantor Urusan Agama Tallo Tahun 2024, dengan besar sampel minimal 100 calon pengantin wanita diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Sebanyak 38 (38%) dari 100 responden memanfaatkan pelayanan skrining kesehatan pra nikah. Hasil analisis bivariat Chi-Square menunjukkan variabel yang memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan skrining pra nikah yaitu usia (p: 0,010), pendidikan (p: 0,000), sumber informasi (p: 0,000), dan dukungan keluarga (p: 0,008). Kesimpulan: Pada uji bivariat, variabel usia, pendidikan, sumber informasi, dan dukungan keluarga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan skrining kesehatan pra nikah