Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran koperasi yudha brahma jaya dalam meningkatkan kesejahteraan pada anggota dinas pemadam kebakaran medan petisah Ripho Delzy Perkasa; Erni Khairunisa; Tiara Syabila; Dhiyah Tsabitah Situmorang
Lentera Negeri Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99950

Abstract

Koperasi simpan pinjam “YUDHA BRAHMA JAYA” berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyelidiki kontribusi koperasi terhadap kesejahteraan anggota, (2) mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang menghambat efektivitasnya, (3) mengusulkan solusi terhadap tantangan tersebut, dan (4) mengembangkan strategi untuk mendukung kesejahteraan ekonomi korban kebakaran. anggota departemen. Memanfaatkan desain penelitian deskriptif dengan metode analisis kualitatif, meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini berfokus pada ketua, bendahara, dan pengurus koperasi. Dilaksanakan di Jl. Candi Borobudur No. 2, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, penelitian mengungkapkan bahwa “YUDHA BRAHMA JAYA” meningkatkan kesejahteraan anggota dengan memberikan pinjaman berbunga rendah, pendanaan mendesak, modal usaha, dan keamanan finansial. Namun koperasi menghadapi kendala yang cukup besar seperti modal yang tidak mencukupi, likuiditas yang rendah, dan kurangnya inovasi. Untuk mengatasi masalah ini, studi ini menyarankan peningkatan modal, menawarkan pelatihan manajemen, dan memberikan konsultasi keuangan. Selain itu, koperasi menerapkan strategi dana administratif dan risiko untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya
Komensalisme Budaya dalam Tradisi Cawir Metua di Tengah Keberagaman Etnis: Studi Kasus Masyarakat Karo di Kabanjahe Erni Khairunisa; Windu Asmoro; Khay Ratu Nisa; Erni Khairunisa
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.7652

Abstract

This study examines the Cawir Metua tradition as a medium of cultural commensalism, which represents interethnic interaction that reflects tolerance, mutual respect, and social cohesion without the need for assimilation. Cawir Metua continues to exist as a symbol of Karo community identity and has also developed into a shared space for the multicultural community in Kabanjahe to maintain social harmony. The purposes of this study are: (1) to identify the funeral ritual process of Cawir Metua in Kabanjahe District, Karo Regency; (2) to analyze the existence of the Cawir Metua tradition among multicultural communities; and (3) to describe the opportunities and challenges in preserving the tradition in the era of globalization. This research employed a qualitative method with descriptive analysis techniques proposed by Miles and Huberman, including observation, interviews, and documentation. The participants consisted of: (1) the Karo ethnic community (as the main informant), (2–3) additional Karo informants, (4–5) Javanese informants, (6–7) Batak informants, and (8–9) Minangkabau informants. The findings reveal that the procession includes several stages: (1) family preparation and deliberation (rerembukan), (2) notification of grief to relatives (penjuluken beras), (3) implementation of traditional rituals, (4) presentation of ulos (final ulos), (5) coffin closing (turang), followed by (6) the burial and thanksgiving ceremony (ngembahken kiniteken). The existence of this tradition within a multicultural society demonstrates a dynamic of harmonious cultural interaction. However, its preservation faces significant challenges in the fast and practical era of globalization. Therefore, collaboration among local communities, the government, academics, and younger generations is essential to safeguard this cultural heritage in an adaptive yet authentic manner.
PEMBINAAN RUMAH BACA DUSUN VIII DESA TIMBANG LAWAN, KECAMATAN BAHOROK Aulia Rahmah; Mhd Juliansyah; Giska Nayla Maqah; Izhar Fadlan; Erni Khairunisa; Chairunisa Dalimonthe
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v5i1.5484

Abstract

Rumah baca sebagai sarana non formal menjadi solusi strategi untuk mengatasi keterbatasan anak anak di desa Timbang Lawan menumbuhkan minat baca mereka. Budaya literasi yang lemah di pedesaan berkontribusi pada siklus kemiskinan. Dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara menemukan bahwa masyarakat pedesaan dengan indeks literasi rendah memiliki tingkat kemiskinan 15% lebih tinggi dibandingkan kelompok melek huruf. Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, menjadi representasi mikro dari masalah ini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kondisi literasi rumah baca, mengidentifikasi hambatan pengelolaan rumah baca serta seberapa berdampak pembinaan rumah baca di dusun VIII desa Timbang Lawan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di Dusun VIII Desa Timbang Lawan, kecamatan Bahorok. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan mendeskripsikan kondisi literasi, hambatan pengelolaan, dan dampak pembinaan yang bersifat lebih deskriptif dan kontekstual di lingkungan tersebut. Pembinaan rumah baca di Dusun VIII Desa Timbang Lawan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pola pikir masyarakat yang lebih terbuka terhadap pengetahuan. Keberhasilan program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara tim pengabdian dan masyarakat setempat. Secara lebih luas, program pembinaan rumah baca ini memberikan kontribusi nyata tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, peningkatan kepercayaan diri, dan perluasan pola pikir masyarakat desa terhadap pentingnya pengetahuan.