Suriyani Musi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konvergensi Media dalam Strategi Digital Berita Kota Makassar: Pemanfaatan TikTok untuk Meningkatkan Engagement Audiens Zakiyah Khairunnisa; Nurfadillah; Suriyani Musi; Andi Nurjannah; M. Hazan
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v6i1.3160

Abstract

Penelitian ini mengkaji perubahan digital yang dilakukan oleh Berita Kota Makassar melalui pendekatan konvergensi media, dengan perhatian khusus pada penggunaan platform TikTok. Dengan menerapkan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap konten, wawancara dengan kepala redaksi, serta analisis interaksi pengguna di platform media sosial. Teori yang digunakan adalah teori Konvergensi Media Henry Jenkins (2006), menekankan penyatuan teknologi, budaya, ekonomi, dan struktural media, serta gagasan keterlibatan audiens dalam distribusi informasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Berita Kota Makassar berhasil mengonversi konten cetak dan video panjang menjadi format video singkat yang sesuai dengan karakter TikTok. Mereka memanfaatkan strategi penulisan yang menarik dan teknik pemikat untuk menangkap perhatian penonton, serta mendorong interaksi melalui komentar dan berbagi. Perubahan ini tidak hanya memperluas jangkauan penonton, tetapi juga memperkuat identitas media lokal serta model usaha yang berbasis pada berbagai platform.
Antara Viral dan Nilai: Menyusun Strategi Media yang Relevan dan Berkelanjutan Khairunnisa Nawir; Desy; Suriyani Musi; Asril; Nur Alim; Lutfia Ansar
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4382

Abstract

Perkembangan media digital telah memunculkan fenomena konten viral yang seringkali mengabaikan nilai dan etika komunikasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini dikumpulkan dari sebuah studi berjudul "TINJAUAN MEDIA CLICKBAIT" karya Solihin, Rahmawati, Haryati, dan Mogot (2022), yang diterbitkan dalam COMMED: Jurnal Komunikasi dan Media. Studi ini mengungkapkan bahwa clickbait telah berkembang sebagai pendekatan sistematis dalam media digital untuk menarik perhatian pembaca guna meningkatkan lalu lintas, meskipun dampak komersial ini secara signifikan merusak standar jurnalistik: penggunaan judul yang provokatif dan seringkali mengurangi integritas substansi konten.[1]Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara viralitas, nilai, relevansi, dan keberlanjutan dalam strategi komunikasi media. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka jurnal dan sumber ilmiah terkait komunikasi digital dan etika media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang berkelanjutan perlu mengintegrasikan unsur viralitas dengan nilai sosial dan edukatif, didukung oleh brand storytelling, Integrated Marketing Communications (IMC), dan kepatuhan terhadap Kode Etik Periklanan Indonesia (EPI 2020). Pendekatan ini memperkuat kredibilitas dan membangun hubungan jangka panjang antara media dan khalayak.)
Promblematika Tayangan Trans7 dalam Feodalisme di Pesantren Rayan Alfaris; Dimas Nurrahman; Abdul Farid; Ananda Rahmadani; Suriyani Musi
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 1, 2025
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i1.591

Abstract

Pemberitaan Trans7 melalui program Xpose Uncensored yang menyoroti kehidupan pesantren memicu perdebatan tentang feodalisme dan relasi kuasa antara kiai dan santri. Tayangan tersebut dianggap kurang sensitif terhadap nilai budaya dan religius, sehingga menimbulkan bias dalam pemahaman masyarakat terhadap pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana bentuk feodalisme di pesantren dibingkai oleh Trans7 serta implikasinya terhadap citra pesantren di ruang publik. Metode yang digunakan adalah library research dengan menelaah literatur, dokumen, dan kajian terkait komunikasi massa, framing media, dan sosial keagamaan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan pemberitaan Trans7 lebih menonjolkan kontroversi dan kurang mempertimbangkan konteks sosial budaya, sehingga membentuk opini publik yang tidak seimbang. Dibutuhkan peningkatan literasi media dan etika jurnalisme sensitif budaya.