Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Role of Power Inequality in Gender Relations as a Factor Causing Domestic Violence Erfandi Hasan; Nur Alim; Kurniati
BAYAN: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Domestic violence (DV) is a form of human rights violation that continues to occur frequently in various levels of society. One of the factors underlying domestic violence is the power imbalance between men and women in domestic relationships. From an Islamic legal perspective, the relationship between husband and wife should be based on the principles of equality, compassion, and justice. However, patriarchal culture often places men in a dominant position, creating an imbalance of power and opening up opportunities for violence. This article aims to analyze the influence of power imbalance in gender relations on domestic violence and to seek solutions to reduce this inequality in accordance with Islamic values.
Antara Viral dan Nilai: Menyusun Strategi Media yang Relevan dan Berkelanjutan Khairunnisa Nawir; Desy; Suriyani Musi; Asril; Nur Alim; Lutfia Ansar
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4382

Abstract

Perkembangan media digital telah memunculkan fenomena konten viral yang seringkali mengabaikan nilai dan etika komunikasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini dikumpulkan dari sebuah studi berjudul "TINJAUAN MEDIA CLICKBAIT" karya Solihin, Rahmawati, Haryati, dan Mogot (2022), yang diterbitkan dalam COMMED: Jurnal Komunikasi dan Media. Studi ini mengungkapkan bahwa clickbait telah berkembang sebagai pendekatan sistematis dalam media digital untuk menarik perhatian pembaca guna meningkatkan lalu lintas, meskipun dampak komersial ini secara signifikan merusak standar jurnalistik: penggunaan judul yang provokatif dan seringkali mengurangi integritas substansi konten.[1]Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara viralitas, nilai, relevansi, dan keberlanjutan dalam strategi komunikasi media. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka jurnal dan sumber ilmiah terkait komunikasi digital dan etika media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang berkelanjutan perlu mengintegrasikan unsur viralitas dengan nilai sosial dan edukatif, didukung oleh brand storytelling, Integrated Marketing Communications (IMC), dan kepatuhan terhadap Kode Etik Periklanan Indonesia (EPI 2020). Pendekatan ini memperkuat kredibilitas dan membangun hubungan jangka panjang antara media dan khalayak.)
Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligences) Nur Alim; Usman; Muljono Damopolii
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, ragam, prinsip dasar, serta implikasi penerapan teori kecerdasan jamak (multiple intelligences) Howard Gardner dalam konteks pendidikan Islam. Menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, data ditelusuri dari literatur primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui penalaran deduktif-induktif yang dikaitkan dengan landasan ontologis pendidikan Islam, yaitu QS. Al-Mulk/67: 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan jenis kecerdasan (linguistik-verbal, logis-matematis, visual-spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial-spiritual) memiliki korelasi epistemik yang kuat dengan prinsip fitrah multidimensi dalam Islam. Penerapannya meniscayakan lima prinsip fundamental, meliputi pengakuan terhadap keberagaman potensi, student-centered learning, integrasi nilai tauhid dan adab dalam setiap aktivitas, pendekatan holistik yang memadukan kognitif-afektif-psikomotorik, serta variasi strategi dan asesmen autentik. Secara pragmatis, integrasi konsep ini berdampak pada revitalisasi kurikulum PAI yang berdiferensiasi, transformasi peran guru dari transfer of knowledge menjadi fasilitator dan kreator pengalaman belajar, serta reformasi sistem penilaian menuju portofolio dan observasi kinerja. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian kecerdasan jamak bukanlah sekadar alternatif teknis-metodologis, melainkan keniscayaan pedagogis untuk mengaktualisasikan tujuan final pendidikan Islam, yaitu pembentukan insan kamil yang berimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial.