Shavira Ayunaida
Universitas Pancasila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penurunan Nilai Kemanusiaan dengan Ancaman Simbolik: Studi Kasus Pengiriman Bangkai Tikus ke Redaksi Tempo Shafina Aqila; Shavira Ayunaida; Kanaya Angelina
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2571

Abstract

This study analyzes the symbolic threat against Tempo’s editorial team through the delivery of decapitated rat carcasses and a pig’s head in March 2025. The incident is interpreted as a symbolic act of intimidation that reflects a significant decline in human values, violating the principles of the second precept of Pancasila: “Just and Civilized Humanity.” Using a normative qualitative method, this research examines the symbolic meanings embedded in the threats and their impact on press freedom and social ethics in Indonesia. Employing the theory of symbolic interactionism, the study explains how the perpetrators used symbols not only to express hatred but also to dehumanize journalists and delegitimize critical media discourse. Findings indicate that such symbolic violence contributes to a broader culture of fear and normalization of repression, especially when the state fails to provide adequate protection for journalists. The case also illustrates the erosion of collective human values and the increasing public indifference a “bystander effect toward violations against freedom of expression. It is concluded that symbolic threats in the form of animal carcasses are not merely individual acts but reflect systemic attacks on press freedom and democratic ethics.
Dampak Putusan Mahkamah Pidana Internasional Mengenai Perekrutan Tentara Anak Dalam Perang Kongo II Terhadap Pemenuhan Hak Asasi Anak di Dunia Yunan Prasetyo Kurniawan; Rury Octaviani; Shavira Ayunaida; Sheren Zhahrina Navtalya; Syahirah; Zhenia Maulida Fitri
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2661

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang dari terjadinya Perang Kongo II, serta dampak yang timbul dari Perang tersebut. Lalu, apa saja dampak dari putusan Mahkamah Pidana Internasional terhadap Hak Asasi Anak di dunia, atas tindakan perekrutan Tentara Anak oleh Thomas Lubanga Dyilo.  Metode yang dimanfaatkan pada penelitian ini yakni metode normatif dilakukan dengan menganalisis putusan Mahkamah Pidana Internasional, jurnal, dan konvensi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, yaitu, yang melatar belakangi Perang ini, ialah Perang Kongo I, yang dipicu oleh ketegangan antara etnis Tutsi dan Hutu, dalam perebutan Wilayah kekuasaan, serta perebutan kekayaan alam Negara Kongo, yang terus berkembang hingga Perang Kongo II. Dampaknya adalah, terjadi pelanggaran Hak Asasi pada anak dibawah umur, karena dijadikan Tentara Perang oleh Thomas Lubanga Dyilo pada Perang Kongo II. Atas tindakannya tersebut, ia dijatuhkan Pidana Penjara selama 14 tahun oleh Mahkamah Pidana Internasional. Putusan ini sangat berdampak pada Hak Asasi Anak di dunia, karena banyak Organisasi Internasional, yang membantu mengembalikan kebebasan Tentara Anak dengan memecat mereka, sehingga dapat beraktivitas seperti semula