Vionita Shakila Maharani
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Politik Tim Sukses Prabowo Subianto di Pesta Rakyat dalam Meraih Suara Gen Z di Pemilu 2024 Naura Rania Bari; Nikolas Silitonga; Vionita Shakila Maharani; Zitha Yolanda Raya; Muhammad Prakoso Aji
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3237

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana tim kampanye Prabowo Subianto memanfaatkan Pesta Rakyat sebagai strategi komunikasi politik hybrid untuk menarik perhatian pemilih Generasi Z pada Pemilu Presiden Indonesia 2024. Meningkatnya dominasi Gen Z dalam komposisi pemilih serta perilaku politik mereka yang berorientasi digital menciptakan tantangan baru bagi aktor politik dalam membangun resonansi yang bermakna dengan pemilih muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesan politik dikonstruksi, bagaimana saluran media dipilih, dan bagaimana citra kandidat dibentuk dalam format kampanye berbasis hiburan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pengumpulan data berbasis studi literatur, penelitian ini menerapkan teori komunikasi politik McNair untuk mengeksplorasi empat dimensi analitis: pesan, media, citra, dan efektivitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pesta Rakyat berhasil mentransformasikan komunikasi politik menjadi lebih visual, emosional, dan berbasis pengalaman melalui perpaduan antara acara offline berskala besar dan amplifikasi online melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Model hybrid ini memperluas jangkauan pesan dan meningkatkan kedekatan kandidat dengan audiens Gen Z. Namun, strategi ini juga menghadapi keterbatasan, terutama terkait risiko keterlibatan yang dangkal dan menurunnya substansi kebijakan ketika elemen hiburan mendominasi pesan politik. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa kampanye hybrid berbasis hiburan memiliki potensi besar untuk memobilisasi pemilih muda, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi pesan, autentisitas kandidat, serta keseimbangan antara daya tarik emosional dan substansi komunikasi politik.
Ritel Modern Vs Koperasi Desa Merah Putih, Mungkinkah? Alvito Adiansyah; Caesar Khalifah; Celcia La Prita Minna; Figo Rusdiansyah; Jihan Hasnah Hamidah; Livia Audy Salsabila; Radja Akmal Rabbani; Vionita Shakila Maharani; Abdul Ghofur; Nanda Rizka Syafriani Nasution
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4059

Abstract

Pengembangan toko modern ke daerah pedesaan di Indonesia telah mengubah cara ekonomi lokal berjalan dan bagaimana masyarakat menghabiskan uangnya secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana berkembangnya toko modern memengaruhi perekonomian desa dan menilai sejauh mana program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berhasil dalam mendukung perekonomian yang didasarkan pada komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa dokumen kebijakan, literatur akademik, dan sumber media yang kredibel. Analisis dilakukan dengan cara naratif agar lebih memahami hubungan antara tindakan pemerintah, cara kerja pasar, dan kondisi ekonomi di tingkat lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa berkembangnya toko ritel modern, seperti minimarket, telah mengubah cara masyarakat Desa belanja, membuat mereka lebih mengutamakan efisiensi dan kenyamanan, sekaligus membuat mereka lebih bergantung pada jaringan distribusi yang dimiliki perusahaan besar. Di sisi lain, penerapan KDMP masih menghadapi beberapa hambatan, seperti keterbatasan jumlah tenaga manusia, partisipasi masyarakat yang rendah, serta ada tanda-tanda praktik patronase dalam proses pengelolaannya. Selain itu, kebijakan pembatasan pertumbuhan toko modern bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam pasar dan munculnya bisnis dominan yang justru mengurangi persaingan di antara para pengusaha. Secara singkat, meskipun KDMP memiliki kemungkinan untuk memperkuat perekonomian desa, keberhasilannya sangat tergantung pada peningkatan pengelolaan, penguatan kemampuan lembaga, serta partisipasi aktif masyarakat. Tanpa perbaikan tersebut, KDMP berisiko tidak mampu bersaing secara efektif dalam ritel modern dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru dalam struktur ekonomi pedesaan.