Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan gizi tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan, terutama dalam pencegahan stunting. Namun, pemanfaatannya dalam pola konsumsi masyarakat masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi dalam pengolahan agar lebih bervariasi dan diterima luas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan diversifikasi pangan berbasis daun kelor melalui inovasi produk olahan, seperti puding, bolu kukus, dan nugget. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup tiga tahap utama. Pertama, edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat gizi daun kelor guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi. Kedua, pelatihan pembuatan produk inovatif berbasis daun kelor dengan teknik pengolahan yang mempertahankan kandungan nutrisinya. Ketiga, pemberian pelatihan kewirausahaan yang meliputi teknik pengemasan menarik, strategi pemasaran online, serta pengelolaan usaha kecil berbasis produk daun kelor. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat daun kelor dan mampu mengolahnya menjadi produk yang lebih variatif. Selain itu, peserta juga memiliki keterampilan dalam menjual dan memasarkan produk secara lebih efektif. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pola konsumsi gizi masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih kreatif dalam mengolah daun kelor, meningkatkan konsumsi pangan bergizi, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi mitra yang berbasis kearifan lokal. Program ini juga mendukung pengembangan industri ekonomi kreatif desa yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.