Alvin Juliero Sinurat
STIK Sint Carolus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Perilaku Perawatan Kaki Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Tanjung Priok Jakarta Alvin Juliero Sinurat; Dewi Prabawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.20738

Abstract

ABSTRACT Self-foot care is an essential measure to prevent foot ulcers caused by complications of Diabetes Mellitus (DM). Routine foot inspection and care are components of self-care behavior that should be practiced by individuals with DM. This study aimed to determine the effect of health education on foot care behavior among DM patients at Tanjung Priok Public Health Center, North Jakarta. The study employed a quasi-experimental design with a post-test only non-equivalent control group approach. A total of 60 DM patients were selected using non-probability sampling with a quota sampling method, consisting of 30 participants in both the experimental and control groups. Data collection was conducted in June 2024. The intervention consisted of a one-time health education session delivered using PowerPoint and educational videos. The instrument used to assess foot care behavior was the Foot Care Behavior Scale (FCBS) questionnaire. Univariate analysis showed that the majority of respondents in the experimental group were aged 56–65 years (50.0%), while those in the control group were aged 46–55 years (46.7%). Most respondents were female (63.3% experimental; 73.3% control), had a senior high school education (50.0%) in the experimental group and elementary/junior high school education (53.3%) in the control group, were housewives (40.0% and 33.3%), and had been living with DM for more than five years (56.7% and 53.3%). The Independent Sample T-Test showed a significant difference in foot care behavior between the intervention and control groups (p = 0.000; p 0.05). The findings indicate that health education has a positive effect on improving foot care behavior in DM patients. It is recommended that foot care education be provided routinely by healthcare professionals and that families actively support patients in performing daily foot care practices. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Education, Foot Care Behavior  ABSTRAK Perawatan kaki secara mandiri merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya luka kaki akibat komplikasi Diabetes Mellitus (DM). Pemeriksaan dan perawatan kaki secara rutin termasuk dalam perilaku perawatan kaki mandiri yang perlu dilakukan oleh penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap perilaku perawatan kaki pada penderita DM di Puskesmas Tanjung Priok, Jakarta Utara. Desain penelitian ini adalah kuasi-eksperimental dengan pendekatan post-test only non-equivalent control group. Sampel terdiri dari 60 pasien DM yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode quota sampling, masing-masing 30 responden pada kelompok eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan pada Juni 2024. Intervensi berupa edukasi kesehatan diberikan satu kali menggunakan media presentasi (PowerPoint) dan video edukatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Foot Care Behavior Scale (FCBS) untuk mengukur perilaku perawatan kaki. Hasil univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden pada kelompok eksperimen berusia 56–65 tahun (50,0%) dan kelompok kontrol 46–55 tahun (46,7%), sebagian besar berjenis kelamin perempuan (63,3% dan 73,3%), memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK (50,0%) dan SD/SMP (53,3%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (40,0% dan 33,3%), serta telah menderita DM lebih dari lima tahun (56,7% dan 53,3%). Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada perilaku perawatan kaki antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,000; p 0,05). Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan perilaku perawatan kaki pada penderita DM. Diharapkan edukasi tersebut dapat diberikan secara rutin oleh tenaga kesehatan, serta didukung oleh keluarga untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam melakukan perawatan kaki sehari-hari. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Perilaku Perawatan Kaki
Asuhan Keperawatan pada Pasien Fraktur Ekstermitas Bawah Post ORIF di RS X Alvin Juliero Sinurat; Fitriana Suprapti
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.18302

Abstract

Fraktur ekstremitas bawah merupakan kasus muskuloskeletal yang banyak terjadi dan sering kali membutuhkan tindakan pembedahan seperti Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Penanganan kasus ini penting karena berpotensi menyebabkan gangguan mobilitas fisik, nyeri akut, serta penurunan kemandirian pasien. Laporan kasus ini membahas dua pasien dengan fraktur ekstremitas bawah post ORIF di RS X. Pasien pertama merupakan lansia dengan riwayat penanganan fraktur yang terlambat akibat memilih pengobatan alternatif, sedangkan pasien kedua adalah seorang anak yang datang dengan keluhan nyeri hebat dan keterbatasan gerak pasca jatuh. Kedua pasien didiagnosis dengan fraktur femur, menjalani operasi ORIF, dan mendapatkan intervensi keperawatan berupa kombinasi terapi nonfarmakologis seperti kompres dingin, relaksasi napas dalam, serta latihan mobilisasi bertahap. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kemampuan mobilitas secara bertahap pada kedua pasien. Dari kasus ini, dapat disimpulkan bahwa intervensi keperawatan yang tepat dan edukasi kepada pasien serta keluarga sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan pasca ORIF, terutama dalam mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.