Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diferensiasi Pendapat 4 Madzhab dengan Peraturan Kompilasi Hukum Islam Pasal 115 Tentang Hukum Jatuhnya Talak di Indonesia Ainul Yaqin; Wakid Efendi
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v4i2.1920

Abstract

Differences in the legal validity of divorce (talak) between classical Islamic jurisprudence and Indonesian positive law continue to generate normative tension within Muslim society. The four major schools of Islamic law generally recognize the validity of talak when its essential elements are fulfilled, even if pronounced outside a court. In contrast, the Compilation of Islamic Law (KHI) requires that divorce be declared before a Religious Court to obtain legal recognition. This article examines the divergence between these two legal frameworks through a normative-comparative approach based on literature analysis of classical fiqh texts, statutory regulations, and contemporary scholarly works. The analysis highlights that classical jurisprudence prioritizes the formal validity of pronouncement, while KHI emphasizes legal certainty, procedural accountability, and protection of rights, particularly for women and children. The institutionalization of divorce through judicial mechanisms reflects a contextual legal adaptation intended to prevent misuse of unilateral authority and to ensure fairness in modern society. These findings indicate that although differing in procedural requirements, both frameworks share a common objective of safeguarding justice and public welfare. The Indonesian legal model demonstrates a form of contemporary ijtihad that integrates normative religious principles with socio-legal realities, making it more applicable within the current context.
Nilai-Nilai Pendidikan dan Kebersamaan dalam Tradisi Perayaan Isra Mikraj di Kecamatan Krian Samsul Arifin; Tri Marfiyanto; Adi Herisasono; Muhammad Zakki; Wakid Efendi; Mujito Mujito; Muhammad Wihdatun Nafiin; Didit Darmawan
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perayaan Isra Mikraj merupakan tradisi keagamaan yang memiliki nilai-nilai pendidikan dan kebersamaan bagi umat Islam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggali dan memperkuat nilai-nilai tersebut melalui rangkaian acara, seperti pengajian, sholawatan, khataman Al-Qur’an, dan pembacaan doa. Dilaksanakan di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, kegiatan ini melibatkan ratusan masyarakat dari berbagai kalangan. Pengajian dan tausiyah menekankan pentingnya keimanan, ketaatan, dan tanggung jawab, dengan merujuk pada perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Kegiatan sholawatan dan khataman Al-Qur’an memperkuat kebersamaan, sementara pembacaan doa menjadi refleksi spiritual untuk memperdalam hubungan dengan Allah SWT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai pendidikan dalam Isra Mikraj, terutama pentingnya shalat sebagai pondasi akhlak mulia. Partisipasi aktif masyarakat, termasuk generasi muda, berhasil mempererat hubungan sosial dan spiritual. Kegiatan ini tidak hanya menjaga tradisi keagamaan tetapi juga memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan kualitas keimanan dan kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk pelaksanaan perayaan keagamaan yang lebih bermakna dan berkelanjutan.