Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Program Sahabat Baik: Edukasi dan Pendampingan Penguatan Kesehatan Mental para Pemuda di Kabupaten Karangasem Luh Putu Okta Kusumadewi; Putu Gede Asnawa Dikta; Kadek Asmara Nata
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.561

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu krusial yang dihadapi generasi muda Indonesia. Survei I-NAMHS tahun 2022 menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia, atau setara 15,5 juta jiwa, mengalami setidaknya satu masalah kesehatan mental. Program Sahabat Baik merupakan inisiatif Yayasan Rare Semesta yang bertujuan memperkuat kapasitas pemuda Kabupaten Karangasem dalam edukasi serta pendampingan kesehatan mental. Didukung oleh Program Good Game Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, kegiatan ini dilaksanakan pada 6-7 Desember 2025 di Pendopo Utama Widyalaya Astika Dharma, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, diikuti oleh 100 peserta berusia 16-30 tahun. Melalui metode partisipatif berupa ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan latihan peran, program ini berhasil membekali peserta dengan pengetahuan tentang deteksi dini gangguan kesehatan mental, manajemen stres, konseling ringan, serta pemanfaatan media sosial untuk edukasi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan Ikrar Anti Bullying sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan aman dan suportif bagi pemuda Karangasem.
Punia Bhakti Rsi Yadnya: Implementasi Pengabdian Masyarakat Mendukung SDGs-2030 dan Asta Protas Kementerian Agama Putu Gede Asnawa Dikta; Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi; Ida Bagus Heri Juniawan; Ni Komang Wiasti; Ida Bagus Benny Surya Adi Pramana; Ketut Supartha
Dharma Sevanam : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juny 2026
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/sjpkm.v5i1.3914

Abstract

This community service activity titled Punia Bhakti Rsi Yadnya was implemented by IAHN Gde Pudja Mataram on January 15, 2026, as part of the Siwaratri sacred day celebration. The activity aimed to manifest the Rsi Yadnya teaching, one of the Panca Yadnya in Hinduism, by paying homage to six Sulinggih (Hindu holy persons) in the Lombok region. The methods used include preparation, joint worship, group division, visits to Griya, presentation of parsel as Punia Bhakti, and receiving spiritual guidance. The results showed that 100% of the targets were achieved, with parsel successfully distributed to six Sulinggih and the strengthening of harmonious relations between higher education and Hindu religious figures. The satisfaction survey of 68 respondents indicated a very high satisfaction level, with 97.1% strongly agreeing that the theme aligns with Hindu values and 97.1% recommending this activity to the wider community. This activity contributed to achieving SDGs-2030 goals (Goal 1 and Goal 17) and supported the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs, particularly the pillars of Impactful Religious Services and Increasing Harmony and Love for Humanity.
Enhancing Critical Thinking Skills in Kindergarten Children through Interactive Storytelling: A-Quasi-Experimental Study in Indonesia Putu Gede Asnawa Dikta; Made Wahyu Mahendra; Luh Putu Okta Kusumadewi
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 4 No 3 (2025): December: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v4i3.456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas mendongeng terhadap keterampilan berpikir kritis siswa Taman Kanak-Kanak Pratama Widyalaya Rare Semesta. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual. Dongeng dipilih karena memiliki potensi edukatif dalam menstimulasi imajinasi, emosi, dan penalaran anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain one-group pretest-posttest pada 17 siswa kelas B. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja sederhana, wawancara guru, dan dokumentasi kegiatan mendongeng selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan berpikir kritis anak dari rata-rata 40% pada pretest menjadi 72% pada posttest. Anak menunjukkan kemajuan dalam kemampuan bertanya reflektif, menganalisis tindakan tokoh, serta menyimpulkan isi cerita dengan bahasa sendiri. Peningkatan ini membuktikan efektivitas mendongeng sebagai strategi pembelajaran yang mendorong anak berpikir aktif dan logis. Secara teoritis, hasil penelitian memperkuat pandangan Vygotsky bahwa interaksi sosial melalui bahasa memfasilitasi perkembangan berpikir tingkat tinggi. Disarankan agar guru PAUD menjadikan mendongeng sebagai kegiatan rutin yang interaktif dengan dukungan media variatif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis anak usia dini. Kata kunci: mendongeng, berpikir kritis, anak usia dini, pembelajaran PAUD, widyalaya
Ekoteologi dalam Filosofi Tri Hita Karana pada Pembelajaran Pratama Widyalaya (PAUD Hindu): Kajian Pustaka Sistematis Putu Gede Asnawa Dikta; Luh Putu Okta Kusumadewi; Desak Putu Saridewi; Kadek Asmara Nata
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.585

Abstract

Krisis ekologis global menuntut respons multidisipliner, termasuk dari perspektif teologis dan pendidikan. Penelitian ini mengkaji integrasi ekoteologi Hindu yang terkandung dalam filosofi Tri Hita Karana meliputi dimensi Parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan manusia dengan sesama), dan Palemahan (hubungan manusia dengan alam) ke dalam konteks pembelajaran agama Hindu pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dengan menganalisis 35 artikel jurnal ilmiah, buku, dan prosiding yang diterbitkan dalam kurun waktu 2014-2024. Sumber data diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus, SINTA, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) ekoteologi Hindu memiliki landasan filosofis yang kuat dalam kitab suci Veda, khususnya melalui konsep Rta, Ahimsa, dan Vasudhaiva Kutumbakam yang menjadi basis etika lingkungan; (2) filosofi Tri Hita Karana menyediakan kerangka konseptual holistik yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis dalam satu kesatuan harmoni; (3) implementasi nilai-nilai ekoteologi berbasis Tri Hita Karana pada pembelajaran PAUD dapat dilakukan melalui pendekatan bermain berbasis alam, storytelling kearifan lokal, ritual sederhana, dan proyek lingkungan yang selaras dengan enam aspek perkembangan anak. Penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan riset (research gap) berupa minimnya kajian empiris yang secara spesifik menghubungkan ekoteologi Hindu dengan pedagogi anak usia dini, sehingga membuka peluang bagi pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis ekoteologi Tri Hita Karana di lembaga PAUD.