Krisis ekologis global menuntut respons multidisipliner, termasuk dari perspektif teologis dan pendidikan. Penelitian ini mengkaji integrasi ekoteologi Hindu yang terkandung dalam filosofi Tri Hita Karana meliputi dimensi Parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan manusia dengan sesama), dan Palemahan (hubungan manusia dengan alam) ke dalam konteks pembelajaran agama Hindu pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dengan menganalisis 35 artikel jurnal ilmiah, buku, dan prosiding yang diterbitkan dalam kurun waktu 2014-2024. Sumber data diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus, SINTA, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) ekoteologi Hindu memiliki landasan filosofis yang kuat dalam kitab suci Veda, khususnya melalui konsep Rta, Ahimsa, dan Vasudhaiva Kutumbakam yang menjadi basis etika lingkungan; (2) filosofi Tri Hita Karana menyediakan kerangka konseptual holistik yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis dalam satu kesatuan harmoni; (3) implementasi nilai-nilai ekoteologi berbasis Tri Hita Karana pada pembelajaran PAUD dapat dilakukan melalui pendekatan bermain berbasis alam, storytelling kearifan lokal, ritual sederhana, dan proyek lingkungan yang selaras dengan enam aspek perkembangan anak. Penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan riset (research gap) berupa minimnya kajian empiris yang secara spesifik menghubungkan ekoteologi Hindu dengan pedagogi anak usia dini, sehingga membuka peluang bagi pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis ekoteologi Tri Hita Karana di lembaga PAUD.
Copyrights © 2026