Hasbunsyah Siregar
Poltekkes Kemenkes Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pemeriksaan Ipswich Touch Test (IPTT): Strategi Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader dalam Skrining Neuropati Diabetik Baiq Emy Nurmalisa; Hasbunsyah Siregar; Zainul Zainul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57700

Abstract

Diabetes melitus berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya adalah kaki diabetik (diabetic foot), apabila tidak dikelola secara optimal. Ipswich Touch Test (IpTT) hadir sebagai metode skrining sederhana yang dapat diaplikasikan oleh tenaga non-profesional, termasuk kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini neuropati diabetik antara kelompok yang diberikan edukasi dan praktik langsung secara berpasangan (kelompok intervensi) dengan kelompok yang diberikan edukasi melalui video (kelompok kontrol). Studi ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group. Sebanyak 30 kader kesehatan dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan dan checklist prosedur IpTT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan pemeriksaan Ipswich Touch Test (IpTT) secara langsung kepada kader Posyandu efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam skrining neuropati diabetik dengan peningkatan yang lebih tinggi (pengetahuan +5,40 poin; keterampilan +4,93 poin) dibandingkan kelompok kontrol yang hanya menggunakan media video (p<0,001). Disarankan agar pelatihan IpTT secara langsung dengan metode demonstrasi dan praktik langsung diintegrasikan ke dalam program pelatihan rutin kader kesehatan di Puskesmas untuk deteksi dini neuropati diabetik.
Dari Tahu ke Peduli: Intervensi Peningkatan Literasi HIV/AIDS untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Palu: From Knowing to Caring: An Intervention to Improve HIV/AIDS Literacy for Grade XI Students of SMA Negeri 1 Palu Hasbunsyah Siregar; Lenny Lenny; Adhyanti Adhyanti; Baiq Emy Nurmalisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v3i2.3256

Abstract

Pendahuluan remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena tingginya perilaku berisiko dan rendahnya literasi kesehatan. Data menunjukkan bahwa remaja usia 15–24 tahun menyumbang sekitar 18–21% kasus HIV di Indonesia, termasuk di Kota Palu yang menempati peringkat pertama kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kepedulian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu terhadap HIV/AIDS. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan simulasi (role play), yang dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2023 dengan jumlah peserta 27 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 67,4±19,3 menjadi 97,0±9,1, dengan nilai p=0,000 yang menandakan pengaruh signifikan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah intervensi sosialisasi HIV/AIDS efektif dalam meningkatkan literasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu. Saran yang diberikan adalah perlunya sosialisasi periodik dan berkelanjutan pada seluruh jenjang kelas, serta pembentukan duta HIV/AIDS untuk mempertahankan kepedulian siswa terhadap pencegahan HIV/AIDS.