Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi dan Keberlanjutan Usaha Kuliner Dimsum dan Gyoza “Sum&Go!”: Studi Kualitatif Pada Program Kreativitas Mahasiswa Amelia Andhini Syaharani; Naura Da Rachman; Dinda Kumalasari; Ellya Novita Devianti; Calvin Ananda Hari Purnomo; Dodit Cahyo Nugroho
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4922

Abstract

Pertumbuhan sektor kuliner di Indonesia terus memperlihatkan peluang yang besar dalam pengembangan kewirausahaan, terutama di kalangan mahasiswa. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) hadir sebagai sarana strategis yang mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ide kewirausahaan melalui kegiatan usaha nyata yang berbasis inovasi dan kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi usaha, strategi pemasaran, serta potensi keberlanjutan usaha kuliner dimsum dan gyoza "Sum&Go!" yang dikelola oleh mahasiswa STIE Mahardhika Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada proses produksi dan penjualan, wawancara informal dengan 12 konsumen aktif, serta dokumentasi berupa catatan penjualan dan aktivitas pemasaran digital. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis kualitatif interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk yang disesuaikan dengan preferensi rasa lokal, penggunaan bahan baku segar, serta penerapan sistem pre-order berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan konsumen. Harga Rp22.000 per porsi dinilai sesuai dan kompetitif oleh segmen mahasiswa. Pemanfaatan media sosial TikTok dan Instagram sebagai sarana pemasaran digital terbukti mampu meningkatkan visibilitas produk, memperkuat interaksi dengan konsumen, dan mendorong terjadinya pembelian ulang. Adanya loyalitas konsumen yang ditunjukkan melalui repeat order serta pengelolaan produksi yang efisien melalui sistem pre-order mengindikasikan bahwa usaha "Sum&Go!" memiliki potensi keberlanjutan dalam jangka menengah. Secara keseluruhan, usaha ini menunjukkan prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai model kewirausahaan mahasiswa yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan dinamika pasar lokal.
Peran Influencer Marketing dalam Membangun Kepercayaan Konsumen: Systematic Literature Review Naura Da Rachman; Ellya Novita Devianti; Tri Wahjoedi; Dinda Kumalasari; Amelia Andhini Syaharani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8113

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam strategi pemasaran, salah satunya melalui pemanfaatan influencer marketing sebagai sarana komunikasi dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran influencer marketing dalam membangun kepercayaan konsumen melalui pendekatan systematic literature review (SLR) dengan mengumpulkan, mengkaji, dan mensintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kepercayaan konsumen melalui kredibilitas influencer, kualitas komunikasi, serta tingkat keterlibatan dengan audiens. Kepercayaan konsumen terbentuk melalui penyampaian konten yang autentik, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan audiens, serta diperkuat oleh kesesuaian antara karakter influencer dan produk yang dipromosikan sesuai dengan konsep Match-Up Hypothesis. Selain itu, faktor daya tarik, keahlian, originalitas, dan homofili juga berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas influencer dalam memengaruhi persepsi dan sikap konsumen. Interaksi yang intens antara influencer dan audiens turut menciptakan kedekatan emosional yang berdampak pada meningkatnya kepercayaan serta minat pembelian konsumen. Di sisi lain, kurangnya transparansi dalam sponsorship, ketidaksesuaian antara influencer dan produk, serta over-exposure dan keterlibatan influencer dalam isu negatif dapat menurunkan tingkat kepercayaan konsumen secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan influencer marketing dalam membangun kepercayaan konsumen ditentukan oleh kredibilitas, kesesuaian, kualitas komunikasi, serta transparansi dalam penyampaian informasi pemasaran secara berkelanjutan dan konsisten dalam jangka panjang.