Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Kepuasaan Karyawan Pada Koperasi Simpan Pinjam Balo’ta Di Cabang Rantepao Adriana Mendo Rasinan; Mira La’bi Bandhaso; Kordiana Sambara
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penilaian kinerja terhadap kepuasan karyawan pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’Ta Cabang Rantepao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh populasi karyawan yang berjumlah 40 orang. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan antara variabel penilaian kinerja dan kepuasan karyawan, Koefisien Determinasi untuk mengukur besarnya kontribusi penilaian kinerja terhadap kepuasan karyawan, serta Uji t untuk menguji signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,372 menunjukkan adanya hubungan positif dengan kategori rendah antara penilaian kinerja dan kepuasan karyawan. Koefisien determinasi sebesar 13,8% mengindikasikan bahwa penilaian kinerja memberikan kontribusi terhadap kepuasan karyawan, sedangkan 86,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti gaji, lingkungan kerja, hubungan antar karyawan, serta peluang promosi. Hasil Uji t menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 2,470 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,010, sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem penilaian kinerja di KSP Balo’Ta telah berjalan cukup baik dan berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan, meskipun masih diperlukan perbaikan pada aspek umpan balik, transparansi, dan konsistensi penilaian.
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Perum Damri Makassar Aprilia Salugi; Baharuddin Baharuddin; Mira La’bi Bandhaso
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Perusahaan Umum Daerah Angkutan Motor Republik Indonesia (Perum Damri) Makassar. Disiplin kerja merupakan faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas organisasi, khususnya pada perusahaan transportasi publik yang menuntut kepatuhan tinggi terhadap standar operasional dan pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 49 responden dari populasi 97 pegawai. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form yang mengukur lima indikator disiplin kerja (frekuensi kehadiran, tingkat kewaspadaan, ketaatan pada standar kerja, ketaatan pada peraturan kerja, dan etika kerja) serta lima indikator kinerja pegawai (kualitas kerja, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian). Analisis data menggunakan koefisien korelasi Pearson, koefisien determinasi, dan uji t parsial dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara disiplin kerja dan kinerja pegawai dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,973. Koefisien determinasi menghasilkan nilai 94,7%, mengindikasikan bahwa disiplin kerja memberikan kontribusi sangat dominan terhadap kinerja pegawai, sedangkan 5,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja. Uji t parsial menghasilkan nilai t hitung 28,88 lebih besar dari t tabel 2,011 dengan signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga hipotesis penelitian diterima. Temuan ini menegaskan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Perum Damri Makassar, sehingga manajemen perlu memperkuat kebijakan pengawasan, sosialisasi aturan kerja, serta sistem reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas pegawai secara berkelanjutan.
Pengaruh Pelatihan terhadap Peningkatan Kompetensi Karyawan: PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI KARYAWAN Milasari Milasari; Kordiana Sambara; Mira La’bi Bandhaso
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan terhadap peningkatan kompetensi karyawan pada Credit Union (CU) Sauan Sibarrung di Tana Toraja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan CU Sauan Sibarrung yang berjumlah 27 orang, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pelatihan, sedangkan variabel dependen adalah peningkatan kompetensi karyawan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman, uji t, dan koefisien determinasi (Adjusted R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kompetensi karyawan, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,708 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga hubungan antara kedua variabel tergolong kuat. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R² sebesar 0,505, yang mengindikasikan bahwa pelatihan mampu menjelaskan sebesar 50,5% variasi peningkatan kompetensi karyawan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi kerja, pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan karakteristik individu. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan yang dirancang secara sistematis, relevan dengan kebutuhan pekerjaan, dan dilaksanakan secara berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap kerja, serta efektivitas karyawan. Oleh karena itu, pelatihan dapat dijadikan sebagai strategi utama dalam pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing lembaga keuangan koperasi, khususnya pada Credit Union yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja Seri Ambarura; Mira La’bi Bandhaso; Djusniati Rasinan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja sebagai lembaga pelayanan keagamaan yang memiliki karakteristik organisasi berbasis nilai spiritual dan administratif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, di mana populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh pegawai Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja yang berjumlah 38 orang, sehingga teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert yang disusun berdasarkan indikator motivasi dan kinerja pegawai, kemudian dianalisis menggunakan koefisien korelasi Product Moment, koefisien determinasi (r²), dan uji t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi memiliki hubungan positif dengan kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,516, yang berada pada kategori hubungan cukup kuat. Koefisien determinasi sebesar 0,266 mengindikasikan bahwa motivasi memberikan kontribusi sebesar 26,6% terhadap variasi kinerja pegawai, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Selanjutnya, hasil uji t menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung sebesar 3,612 lebih besar dari ttabel 2,028 dan tingkat signifikansi sebesar 0,001. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan motivasi, baik yang bersumber dari faktor intrinsik seperti tanggung jawab dan panggilan pelayanan, maupun faktor ekstrinsik seperti apresiasi kerja, berperan penting dalam mendorong peningkatan kinerja pegawai. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan motivasi kerja guna mendukung efektivitas dan keberlanjutan pelayanan organisasi gerejawi.
Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan pada Hotel Royal Bay Makassar Nirel Tadayu; Baharuddin Baharuddin; Mira La’bi Bandhaso
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan pada Hotel Royal Bay Makassar sebagai salah satu hotel berbintang empat yang beroperasi di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin ketat. Dalam konteks industri jasa, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menciptakan pelayanan prima, sehingga pelatihan dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan Hotel Royal Bay Makassar yang berjumlah 30 orang, sekaligus dijadikan sampel penelitian melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan secara daring dan dianalisis menggunakan koefisien korelasi Pearson, koefisien determinasi, serta uji parsial (uji t). Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kinerja karyawan, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,961. Nilai koefisien determinasi sebesar 94,7% mengindikasikan bahwa pelatihan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan kinerja karyawan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 26,302 dengan tingkat signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dapat diterima. Temuan ini menegaskan pentingnya pelaksanaan program pelatihan yang terencana dan berkelanjutan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kinerja karyawan serta daya saing hotel di industri perhotelan.