Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pentahelix Strategy, Innovation Capacity, and MSME Competitive Strength in West Bangka Regency Erwin Erwin; Amri Amri; Yulianti Yulianti; Burham Isnanto
Jurnal Ekonomi, Akuntasi dan manajemen Indonesia (JEAMI) Vol. 4 No. 02 (2026): Jurnal Ekonomi, Akuntasi dan Manajemen Indonesia (JEAMI) 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fewer than 18% of the more than 2,500 micro, small, and medium enterprises (MSMEs) registered in West Bangka Regency sustain competitiveness in national markets, a condition attributed primarily to limited technology adaptation and constrained innovation capability. This study examines the influence of Government Role (X1), Business Role (X2), and Media Role (X3) within the Pentahelix strategy on MSME Competitive Strength (Y) through the mediation of Innovation Capacity (M). Using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0, data were collected from 345 MSME respondents in West Bangka Regency during January through March 2024. All seven hypotheses were supported. The highest path coefficient was observed on the Business Role to Innovation Capacity path (β = 0.507, t = 4.310, p < 0.001). Innovation Capacity partially mediated both the Business Role (indirect effect = 0.050, VAF = 38.5%) and Media Role (indirect effect = 0.039, VAF = 34.2%) relationships with Competitive Strength. Government Role produced a stronger direct effect on Competitive Strength (β = 0.218) than on Innovation Capacity (β = 0.082). This study contributes a more focused mediation model than prior Pentahelix research by retaining only three empirically supported stakeholder elements as simultaneous predictors of Innovation Capacity, producing a parsimonious and policy-relevant model for the archipelago MSME context.
MEMBANGUN INOVASI DIGITAL TANPA CODING: PELATIHAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE MENGGUNAKAN GLIDEAPPS BAGI SISWA SMA SMK Burham Isnanto; Amri Amri; Erwin Erwin; Yulianti Yulianti
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i1.2327

Abstract

Permasalahan rendahnya literasi digital di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memerlukan perhatian serius karena kesenjangan keterampilan teknologi yang mempengaruhi siswa SMA SMK dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengembangkan aplikasi mobile tanpa coding melalui pendekatan no code menggunakan platform Glideapps dengan target siswa berusia 16-18 tahun. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif dengan metode demonstrasi dan praktik langsung selama Maret 2025 dengan melibatkan 23 peserta melalui tahapan persiapan, survei pra-pelatihan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang ditransfer meliputi pemahaman konsep no code, pengenalan platform Glideapps, dan praktik pembuatan aplikasi dengan total durasi 8 jam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep no code sebesar 78,3% dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 87,4% dan peningkatan keterampilan pembuatan aplikasi mobile sebesar 82,6%. Evaluasi program menunjukkan 100% peserta berhasil menyelesaikan aplikasi sederhana dengan keberhasilan upload aplikasi ke platform online. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan literasi digital siswa SMA SMK di Pangkalpinang dan memberikan manfaat nyata berupa keterampilan praktis pengembangan aplikasi tanpa coding. Program ini dapat direplikasi di lokasi lain dengan penyesuaian konten sesuai karakteristik peserta dan berkembang menjadi program pelatihan berkelanjutan untuk mendukung transformasi digital pendidikan.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL MELALUI E-COMMERCE UNTUK MENINGKATKAN JANGKAUAN PASAR PRODUK KULINER Burham Isnanto; Amri Amri; Erwin Erwin; R Ferry Bakti Atmaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.2952

Abstract

Low marketplace adoption among MSMEs remains a major obstacle to expanding market reach, particularly for culinary businesses in Pangkalpinang. This community service program aimed to improve the digital marketing capacity of culinary MSMEs through e-commerce training and mentoring. The program employed a needs assessment, training sessions, hands-on practice, and mentoring conducted over five sessions within four days involving 15 purposively selected participants. Program effectiveness was evaluated using pre- and post-tests, a Likert-scale satisfaction questionnaire, and successful marketplace account creation. The results indicated that the average knowledge score increased from 46.67 to 77.33 (N-Gain 59.0%; Wilcoxon test p = 0.001), the average satisfaction score reached 4.37 out of 5.00, and 86.7% of participants successfully created an active marketplace store account. The program proved effective in improving MSMEs' digital marketing competencies and offers a replicable model for sustainable mentoring to expand the market reach of culinary products.  ABSTRAKRendahnya adopsi marketplace oleh UMKM masih menjadi kendala dalam memperluas jangkauan pemasaran, khususnya bagi pelaku usaha kuliner di Pangkalpinang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran digital pelaku UMKM kuliner melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan e-commerce. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan selama lima sesi dalam empat hari dengan peserta sebanyak 15 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-post test, kuesioner kepuasan skala Likert, serta pengukuran keberhasilan pembuatan akun marketplace. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,67 menjadi 77,33 (N-Gain 59,0%; uji Wilcoxon p=0,001), tingkat kepuasan peserta mencapai 4,37 dari 5,00, dan 86,7% peserta berhasil membuat akun toko aktif pada marketplace. Program ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi pemasaran digital UMKM dan dapat menjadi model pendampingan berkelanjutan untuk memperluas akses pasar produk kuliner.
The Model HOT-Fit dalam Evaluasi INLISLite untuk Meningkatkan Layanan Informasi Perpustakaan Daerah Cahya Tri Wulan; Rada Rada; Erwin Erwin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11446

Abstract

Transformasi digital pada sektor perpustakaan merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas layanan informasi publik melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu bentuk implementasi transformasi digital tersebut adalah penggunaan Integrated Library System (INLISLite) sebagai sistem otomasi perpustakaan yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Meskipun telah banyak diimplementasikan pada perpustakaan daerah, keberhasilan pemanfaatan INLISLite tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia dan dukungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu evaluasi yang komprehensif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi sistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Human, Organization, dan Technology terhadap Net Benefits implementasi aplikasi INLISLite pada perpustakaan daerah dengan menggunakan model Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna internal aplikasi INLISLite pada perpustakaan daerah. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator pada setiap konstruk HOT-Fit dan diukur menggunakan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui tahapan evaluasi model pengukuran (outer model), evaluasi model struktural (inner model), serta pengujian hipotesis. Penelitian ini diharapkan menghasilkan model empiris yang menjelaskan pengaruh komponen manusia, organisasi, dan teknologi terhadap manfaat implementasi INLISLite. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model HOT-Fit pada konteks sistem otomasi perpustakaan serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola perpustakaan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas implementasi sistem informasi guna mendukung kualitas layanan informasi publik yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Peran Mediasi Fear of Missing Out dalam Hubungan Perceived Usefulness of Live Streaming terhadap Online Impulsive Buying Activity: Studi pada Mahasiswa ISB Atma Luhur Pangkalpinang Ferry Bakti; Amri; Erwin; Yulianti
Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Iqtishod: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/iqtis.v8i1.5096

Abstract

Transaksi live streaming e-commerce di Indonesia tumbuh signifikan, platform TikTok Shop berhasil mengakuisisi jutaan pengguna aktif menjadi kanal belanja daring paling dominan di kalangan Gen Z. Kalangan Gen Z merupakan segmen yang tercatat mempunyai frekuensi transaksi impulsif tertinggi pada ekosistem social commerce. Meskipun sejumlah penelitian telah menguji peran fear of missing out (FOMO) sebagai moderator dalam hubungan perceived usefulness dan online impulsive buying, belum ada studi yang menempatkan FOMO sebagai mediator mekanisme psikologis penghubung dalam jalur tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh perceived usefulness of live streaming terhadap online impulsive buying activity melalui FOMO sebagai mediator, menggunakan metode SEM-PLS dengan software SmartPLS 4.0 pada mahasiswa aktif ISB Atma Luhur Pangkalpinang yang pernah berbelanja via TikTok Shop ataupun Shopee Live, dengan n = 100 responden. Hasil pengujian menunjukkan H1 diterima (β = 0,425; t = 4,871), H2 diterima (β = 0,512; t = 6,124), dan H3 terkonfirmasi sebagai mediasi parsial (indirect effect = 0,218). Kontribusi teoritis utama penelitian ini adalah memosisikan FOMO sebagai mediator yang menjadi mekanisme psikologis penghubung antara persepsi manfaat live streaming dan perilaku beli impulsif. Jalur mediasi ini mengungkap proses kognitif afektif yang menjelaskan mengapa dan bagaimana persepsi manfaat berujung pada perilaku beli impulsif, bukan sekadar memperkuat hubungan langsung
Efektivitas SIPD RI terhadap Kinerja Penganggaran Daerah (Studi Kasus: Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) Zurmawati Zurmawati; Yeni Oktarina; Erwin Erwin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11593

Abstract

Kinerja penganggaran daerah merupakan indikator penting keberhasilan pengelolaan keuangan daerah, yang saat ini didukung oleh implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) sebagai platform digital terintegrasi dalam siklus perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. Namun demikian, implementasi SIPD RI di berbagai pemerintah daerah, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih menghadapi kendala teknis, kesiapan pengguna, dan ketidaksesuaian antara fitur sistem dengan kebutuhan tugas penganggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kualitas Sistem dan Kualitas Informasi SIPD RI terhadap Kinerja Penganggaran Daerah, baik secara langsung maupun melalui Task-Technology Fit (TTF) sebagai variabel intervening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Sistem dan Kualitas Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap TTF, TTF berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Penganggaran Daerah, serta TTF berperan sebagai variabel mediasi penuh pada jalur Kualitas Sistem dan mediasi sebagian pada jalur Kualitas Informasi terhadap Kinerja Penganggaran Daerah. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja penganggaran daerah melalui SIPD RI tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan kualitas sistem dan informasi, tetapi juga memerlukan kesesuaian sistem dengan karakteristik tugas pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi model kesuksesan sistem informasi dan model Task-Technology Fit, serta kontribusi praktis bagi Bakeuda dan Kementerian Dalam Negeri dalam merumuskan strategi penguatan implementasi SIPD RI.
Analisis Capability Level Tata Kelola Keamanan Informasi dalam Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Ronal Leonardo; Muhammad Ikhwan; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13015

Abstract

Transformasi digital melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah menjadi strategi utama pemerintah Indonesia dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Di sisi lain, peningkatan pemanfaatan teknologi informasi juga diikuti oleh meningkatnya risiko keamanan informasi yang berpotensi mengganggu keberlangsungan layanan pemerintahan berbasis elektronik. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola keamanan informasi yang mampu menjamin kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan SPBE. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan implementasi SPBE berdasarkan pendekatan Capability Level dengan menitikberatkan pada aspek tata kelola keamanan informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada aparatur sipil negara sebagai pengguna layanan SPBE, sedangkan analisis dilakukan menggunakan pendekatan Capability Level yang mengacu pada kerangka kerja COBIT 2019 serta didukung oleh prinsip Sistem Manajemen Keamanan Informasi berdasarkan ISO/IEC 27001:2022. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi SPBE berada pada Capability Level 3 (Established Process) dengan nilai rata-rata 3,27, yang menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan SPBE telah terdokumentasi dan diterapkan secara konsisten. Meskipun demikian, domain keamanan informasi masih memperoleh tingkat kapabilitas yang lebih rendah dibandingkan domain lainnya, sehingga diperlukan peningkatan pada aspek kebijakan keamanan informasi, manajemen risiko teknologi informasi, pengendalian akses, audit keamanan informasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bentuk evaluasi tingkat kematangan SPBE yang berfokus pada tata kelola keamanan informasi serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kapabilitas proses menuju Level 4 (Predictable Process) melalui penguatan tata kelola teknologi informasi dan penerapan keamanan informasi yang berkelanjutan.
Pengaruh Pemanfaatan AI terhadap Implementasi Core Tax Administration System: Studi Empiris pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka Ucik Budiman; Iwan Iwan; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13016

Abstract

Transformasi digital dalam administrasi perpajakan menjadi salah satu strategi utama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, efisiensi operasional, dan kepatuhan wajib pajak. Salah satu implementasi transformasi tersebut adalah pengembangan Core Tax Administration System (Coretax DJP) yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis administrasi perpajakan dalam satu platform digital. Seiring dengan implementasi Coretax, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menjadi teknologi strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis data, mempercepat proses administrasi, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan Artificial Intelligence terhadap implementasi Coretax pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai KPP Pratama Bangka yang menggunakan Coretax dalam pelaksanaan tugas administrasi perpajakan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi Coretax dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,827, t-statistic sebesar 18,463, dan p-value sebesar 0,000. Nilai R-Square sebesar 0,684 menunjukkan bahwa sebesar 68,4% implementasi Coretax dapat dijelaskan oleh pemanfaatan Artificial Intelligence. Selain itu, model penelitian memiliki kemampuan prediktif yang baik dengan nilai Q² sebesar 0,512, nilai Effect Size (f²) sebesar 0,684, dan nilai SRMR sebesar 0,061, sehingga model dinyatakan memenuhi kriteria kelayakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence mampu meningkatkan efektivitas implementasi Coretax melalui peningkatan kecepatan pengolahan data, akurasi analisis informasi, efisiensi administrasi, serta dukungan terhadap pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian transformasi digital sektor publik serta memberikan rekomendasi praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam mengoptimalkan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia.
Kesiapan SDM dalam Menghadapi Sistem Digital di Lingkungan Pemerintah Daerah Bangka Tengah Yophi Irawan; Belly Utomo Putra; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13017

Abstract

Keberhasilan implementasi sistem digital tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur teknologi, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai pengguna utama sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan SDM dalam menghadapi implementasi sistem digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori melalui metode survei. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada aparatur pemerintah yang menggunakan sistem digital dalam pelaksanaan tugasnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling--Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SDM di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memiliki tingkat kesiapan yang baik dalam mendukung implementasi sistem digital. Kesiapan tersebut tercermin dari kompetensi digital aparatur, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dukungan organisasi, serta berkembangnya budaya kerja digital. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan kapasitas melalui program pelatihan yang berkelanjutan, penguatan kepemimpinan digital, dan pengembangan budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian transformasi digital pada sektor publik dengan menegaskan bahwa kesiapan SDM merupakan faktor strategis dalam mendukung keberhasilan implementasi sistem digital. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam merumuskan kebijakan pengembangan kompetensi aparatur dan optimalisasi transformasi digital secara berkelanjutan.
Tata Kelola Pemerintahan dalam Mendorong Diversifikasi Ekonomi Bangka Belitung Ferdha Ferdha; Sri Suhelsi; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13413

Abstract

Diversifikasi ekonomi merupakan salah satu kebutuhan strategis bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam membangun struktur ekonomi daerah yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Upaya diversifikasi tidak hanya bergantung pada potensi ekonomi yang dimiliki daerah, tetapi juga dipengaruhi oleh kapasitas pemerintah, kualitas kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta dukungan kebijakan yang diberikan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapasitas pemerintah, collaborative governance, dan dukungan kebijakan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada aparatur pemerintah daerah yang memiliki keterkaitan dengan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan ekonomi daerah. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji kualitas model pengukuran dan hubungan struktural antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi. Collaborative governance juga berpengaruh positif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa keterlibatan berbagai aktor dalam proses pemerintahan dan pembangunan memiliki peran penting dalam mendukung diversifikasi ekonomi. Selain itu, dukungan kebijakan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi. Secara simultan, kapasitas pemerintah, collaborative governance, dan dukungan kebijakan mampu menjelaskan sebesar 64,7% variasi efektivitas diversifikasi ekonomi, dengan kapasitas pemerintah menunjukkan pengaruh relatif paling kuat dibandingkan variabel lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efektivitas diversifikasi ekonomi di Bangka Belitung membutuhkan penguatan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan kolaborasi multipihak, dan penyediaan kebijakan yang konsisten serta implementatif.