Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres Kecanduan Game Online Pada Remaja di SMP Negeri 3 Dumai Reyhan Fajar Reyhan; Emul Yani; Gita Adelia; Yureya Nita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55472

Abstract

Kecanduan game online pada remaja merupakan permasalahan yang semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan stres yang berdampak pada kesehatan mental, perilaku, serta prestasi akademik. Kondisi ini menjadikan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi stres akibat kecanduan game online penting untuk dilakukan guna mendukung upaya pencegahan dan intervensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi stres kecanduan game online pada remaja. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa/i SMP Negeri 3 Dumai, dengan sampel 201 responden menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Online Game Playing Intensity Scale untuk mengukur durasi bermain game online, Family Support Questionnaire untuk mengukur dukungan keluarga, Brief Self-Control Scale untuk mengukur kontrol diri, serta Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara durasi bermain game online dengan stres (p value = 0,222), namun terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan stres (p value = 0,006) dan kontrol diri dengan stres (p value = 0,001). Kesimpulan menunjukkan faktor yang berhubungan dengan stres kecanduan game online pada remaja adalah dukungan keluarga dan kontrol diri.
SOSIALISASI MITIGASI TANGGAP BENCANA BANJIR MELALUI SOSIALISASI DAN INOVASI POSTER DI DESA RANAH Emul Yani; Laila Maulida Rahmi; Naysa Dwiva Safitr; Puja Puja; Zahwa Auzura Khansa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57011

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang berpotensi terjadi di Desa Ranah, Kabupaten Kampar, mengingat kondisi geografis desa tersebut yang membentang di sepanjang Sungai Kampar dan dekat dengan PLTA XIII Koto Kampar. Curah hujan yang tinggi selama musim hujan menyebabkan peningkatan debit air sungai akibat pembukaan pintu bendungan, sehingga meningkatkan risiko banjir yang dapat mengancam keselamatan dan aktivitas masyarakat. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana banjir merupakan faktor yang dapat memperburuk dampak yang ditimbulkan. Oleh karena itu, Kelompok KKN-Tematik Desa Ranah, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, melakukan kampanye penyadaran mitigasi bencana banjir menggunakan poster edukasi yang didistribusikan di lokasi-lokasi strategis di desa tersebut. Poster poster tersebut berisi informasi tentang risiko banjir dan langkah-langkah yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah terjadi banjir. Metode yang digunakan adalah sosialisasi mitigasi bencana dan edukasi melalui selebaran poster berisi informasi pentingnya mitigasi banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapan masyarakat Desa Ranah dalam menghadapi potensi bencana banjir sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Setelah sosialisasi dan penyampaian materi, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan tingkat pengetahuan siswa meningkat hingga 81% dan sikap kesiapan mencapai 76%. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan diterima dan dipahami
Hubungan Persepsi Risiko Komplikasi Dengan Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Pekanbaru Kota Bintang Zahara; M. Zul’irfan; Sri Yanti; Emul Yani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.591

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian global dan nasional. Rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kegagalan terapi. Persepsi pasien terhadap risiko komplikasi diduga berperan dalam mempengaruhi kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi risiko komplikasi dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Pekanbaru Kota. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner persepsi risiko komplikasi TB yang terdiri dari 8 item pernyataan dan telah diuji validitas serta reliabilitas pada 15 responden. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,514) dan hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,948. Kepatuhan pengobatan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi risiko komplikasi TB kategori tinggi sebanyak 29 responden (55,8%) dan kepatuhan pengobatan kategori rendah sebanyak 21 responden (40,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi risiko komplikasi TB dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai risiko komplikasi TB guna meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.