Tingginya tuntutan pekerjaan, perubahan pola kerja, serta dinamika lingkungan perkotaan menyebabkan karyawan menghadapi tekanan yang berpotensi memengaruhi motivasi, kepuasan kerja, dan pada akhirnya kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada masyarakat usia produktif di Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode asosiatif kausal dengan sampel sebanyak 130 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbasis perangkat lunak SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; (2) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; (3) Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; (4) Work-life balance tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan; (5) Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan; (6) Kepuasan kerja terbukti memediasi secara signifikan pengaruh work-life balance terhadap kinerja karyawan; dan (7) Kepuasan kerja terbukti memediasi secara signifikan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, work-life balance, motivasi kerja, dan kepuasan kerja mampu menjelaskan 54,0% variansi kinerja karyawan (R² = 0,540).Kata Kunci: Work-Life Balance, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan.